MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Selasa, 16 Januari 2018 09:21
Terminal Penajam Diambil Alih Pemprov

Tak Punya Pengawas, Rawan Konflik dan Pungli

RAWAN PUNGLI:Pemprov Kaltim telah mengambil alih Terminal Penajam Kelas B. Namun tidak menempatkan petugas pengawas sehingga retribusi angkutan antar daerah tidak ada yang mengelola serta rawan terjadi konflik.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Angkutan antar kabupaten dan provinsi di Terminal Penajam Kelas B, PPU tidak memiliki pengawas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Kaltim sehingga apabila ada masalah angkutan antar kabupaten dan provinsi tidak bisa diselesaikan dengan secepatnya. Dishub Kaltim belum menempatkan personel penjaga terminal pasca diambil alih oleh Pemprov Kaltim.

“Belum ada orang provinsi yang di tempatkan di Terminal Penajam,” kata Kabid Lalu Lintas Angkutan (LLA) Dishub PPU Fernando Hutagalung, kepada media ini, kemarin.

Tidak adanya perwakilan Dishub Kaltim yang ditempatkan di Terminal Penajam, Fernando mengungkapkan, membuat seluruh angkutan antar kabupaten dan provinsi tidak dipungut retribusi harian. Dishub PPU pun tidak berani memungut retribusi tersebut karena bukan kewenangannya.

“Kalau retribusi antar daerah itu sebesar Rp 5.000. Kalau retribusi angkutan dalam kota dan pedesaan sebesar Rp 2.000. Yang kita tarik retribusi hanya angkutan dalam kota dan pedesaan. Kalau antar kabupaten dan provinsi kita tidak berani. Bukan kewenangan kami,” aku dia.

Dishub PPU tidak berani memungut teribusi untuk angkutan antar kabupaten dan provinsi tersebut sebelum ada permintaan bantuan secara resmi dari Pemprov Kaltim.

“Kami takut memungut retribusi itu. Kalau itu dilakukan, bisa nanti masuk kategori pungli (pungutan liar). Karena bukan wewenang kami,” ujarnya.

Permasalahan petugas pemungut retribusi dan masalah angkutan liar tersebut telah dikoordinasikan ke Dishub Kaltim. Fernando menyatakan, masalah itu telah sampaikan secara lisan. Namun, pihaknya akan bersurat secara resmi untuk penempatan perwakilan Dishub Kaltim di Terminal Penajam agar setiap permasalahan yang menyangkut dengan angkutan antar daerah cepat tertangani.

“Kita akan bersurat untuk meminta penempatan personel Dishub Kaltim. Kalau diminta untuk pengawasan, pada dasarnya kami siap. Yang jelas ada bukti tertulis dari provinsi. Supaya kita ada pegangan kalau turun untuk menyelesaikan masalah angkutan dan pemungutan tarif. Karena di Terminal Penajam itu masih gabung antara kelas B dan kelas C. Nah, kita hanya mengurus untuk kelas C, hanya untuk angkutan dalam kota an pedesaan,” tandasnya. (kad/vie)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .