MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 08 Februari 2018 10:09
Petani Pakai Teknik Irigasi Kabut, Hasil Maksimal dengan Modal Minimalis

Kunjungan Capacity Building KPw BI Balikpapan ke Jogjakarta (Bagian-3/Habis)

EFEKTIF DAN MURAH: Teknik irigasi kabut di Desa Sri Gadung dinilai cocok untuk mengairi lahan pertanian di Balikpapan. (KPW BANK INDONESIA FOR BALPOS)

PROKAL.CO, Selama di Jogjakarta, rombongan media yang mengikuti kunjungan Capacity Building Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Balikpapan salut dengan kelompok tani di Pasir Makmur, Desa Sri Gadung, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

AHMAD RIYADI

MEREKA layak diacungi jempol. Kelompok petani padi, cabai, dan bawang ini menemukan teknologi pengairan terbaru yang dinamakan teknik irigasi kabut.

Teknik ini ditemukan pertama kali oleh Sumarno, ketua Kelompok Tani Pasir Makmur. Ini setelah dirinya melakukan penelitian berbagai macam teknik penyiraman. Teknik itu pun dinilai efektif jika diterapkan dalam penyiraman tanaman, terutama di lahan pasir.

Sumarno mengaku, ide tersebut muncul ketika para petani di lahan pasir mengeluh kesulitan mendapatkan air. Wajar saja, lokasi pertanian di Desa Sri Gadung ini berdekatan dengan Pantai Samas. Selain sulit mendapatkan air bersih, terpaan angin laut yang kencang membuat petani kesulitan dalam melakukan penyiraman.

Sebelumnya, Sumarno menerapkan sistem penyiraman manual dan sprinkle. Namun, teknik tersebut kurang efektif. Penyiraman tanaman tidak merata, sehingga hama masih bisa sembunyi di balik dedaunan.

Namun, berbeda jika menggunakan teknik irigasi kabut. Dengan teknik irigasi kabut, penyiraman hampir di seluruh badan tanaman, sehingga membuat hama tak berani berkembang dan mengganggu.

“Awalnya itu kan pakai sprinkle, tapi kok nggak rata. Kutu masih sembunyi di balik daun dan nggak kena air. Jadi, saya berpikir, bagaimana caranya melakukan penyiraman tapi sampai ke semuanya. Nah, pakai teknik irigasi kabut inilah saya temukan,” kata di sela-sela kunjungan KPw BI Balikpapan ke Jogjakarta dalam giat Capacity Building Cluster Bawang Merah, Kamis (1/2) lalu.

Modal yang dikeluarkan untuk menerapkan teknik irigasi kabut, ternyata tidak begitu besar. Bahan yang dibutuhkan pun, hanya selang berbahan plastik serta pipa untuk mengalirkan air dari sumur pompa.

Selang tersebut dibeli dari pabrik di Surabaya. Selang tersebut memiliki bolongan kecil di berbagai titik. Sehingga, saat air mengalir, pancuran air pun keluar dan menyirami tanaman hampir di setiap sudut.

“Cukup beli selangnya via online. Modal itu saya hitung-hitung habis Rp 6 juta untuk 14 meter persegi. Lebih praktis dan murah ketimbang pakai teknik sprinkle yang habisnya bisa belasan hingga puluhan juta,” jelasnya.

Teknologi itu diterapkan lantaran para petani sebelumnya mengalami gagal panen, akibat kondisi perubahan iklim pada tahun 2015-2016.

Apalagi, permasalahan petani di Jogjakarta cukup memprihatinkan. Keterbatasan lahan pertanian menjadi kendala utama. Walhasil, lahan yang ada benar-benar dimanfaatkan oleh para petani.

“Kalau kita nggak pintar-pintar, ya nggak lama juga terkena dampak. Sebab, di sini itu lahan pertanian sedikit. Mahalnya sewa lahan pertanian dan banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi permukiman. Jadi, untuk meningkatkan hasil yang maksimal, kita coba buat terobosan baru dengan lahan yang ada saja,” ungkapnya.

Manajer Fungsi dan Pelaksanaan UMKM Bank Indonesia KPw-BI Balikpapan, Andi Palupi mengatakan, teknik seperti itu cocok diterapkan di Balikpapan. Apalagi, dengan modal yang tidak besar, namun hasilnya maksimal.

Hanya saja yang jadi kendala, perlengkapan yang sangat sulit dicari adalah selang plastik yang tidak dijual di Kota Balikpapan.

“Cocok ini kalau diterapkan di Balikpapan. Karena, penerapannya praktis dan nggak perlu modal besar. Hemat tenaga pula untuk menyiram. Sehingga, ini bisa membantu memudahkan petani dalam mendapatkan hasil yang maksimal,” pungkas Andi. (*/rus/k1) 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 09:13

Bakar Uang Kertas, Persembahan untuk Para Dewa

MASYARAKAT  Tionghoa tengah berbahagia. Mereka sedang merayakan Tahun Baru Imlek 2569. Berbagai…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:11

Copot Paksa, Tunggu Instruksi

BALIKPAPAN   -  Alat peraga kampanye (algaka) menjadi perhatian serius Satpol PP dan Panwaslu…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:10

Tim Sukses Harus Taat Aturan

BALIKPAPAN   -  Genderang mencari suara untuk Pilgub Kaltim sudah ditabuh KPU. Tahapan pelaksanaan…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:09

Minta Lanjutkan Program Kaltim Hijau

SAMARINDA  -  Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak meminta kepada gubernur yang terpilih dalam…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:09

Inspektorat Audit Utang Daerah

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki utang Rp 127 miliar pada…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:08

Golput Bukan Pilihan

BALIKPAPAN  -  Warga yang tak ikut memilih atau golongan putih (golput) dalam pesta demokrasi,…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:07

Ada Program KLIK, Permudah Investasi Bidang Industri

Selama tiga tahun (2013-2016), Perusda Kota Balikpapan mengaku telah menyumbang ke kas daerah sebesar…

Jumat, 16 Februari 2018 08:55

Perusda Harus Profit Oriented

BALIKPAPAN   -   DPRD Balikpapan mendukung penuh penerapan sistem direct call oleh Pelindo…

Jumat, 16 Februari 2018 08:53

Dermaga Wisata Menunggu Ambruk

PENAJAM  -    Dermaga wisata di RT 4, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten…

Jumat, 16 Februari 2018 08:51

Pesta Laut, Disporapar Siapkan Surprise

BALIKPAPAN   -   Dari sekian banyak agenda kegiatan perayaan HUT ke-121 Kota Balikpapan, pesta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .