MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 08 Februari 2018 11:28
Kasus MJ Ada Indikasi Dijebak

Praperadilan Dilanjutkan Besok

DITUNDA: Sidang praperadilan tersangka MJ dilanjutkan Jumat (9/2) besok karena pihak Polda Kaltim meminta waktu untuk menjawab tuntutan termohon.. (HAMDAN/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Praperadilan MJ, tersangka kasus kepemilikan senjata api rakitan ilegal dan UU ITE, kembali tertunda untuk kedua kalinya. Kuasa hukum Polda Kaltim meminta waktu untuk menjawab permintaan termohon. Persidangan pun dilanjutkan pada Jumat (9/2) besok. Sidang praperadilan sempat berlangsung di Pengadilan Negeri Balikpapan, kemarin (7/2).

Sejumlah permintaan tim kuasa hukum yang dipimpin Abdul Rais, dibacakan di hadapan para pendukung MJ dan pihak kepolisian. Namun, pihak kuasa hukum Polda Kaltim meminta waktu untuk menjawab permintaan termohon. Sidang praperadilan semestinya digelar pada Kamis (1/2) lalu, kemudian diundur Rabu (7/2). Sidang kemarin sempat berlangsung, namun baru dilanjutkan Jumat besok karena kuasa hukum Polda Kaltim meminta waktu untuk menjawab permintaan termohon.

Permintaan itu, yakni menyatakan penggeledahan dan penangkapan tidak sah sesuai dengan hukum, karena melanggar perundang-undangan. Kedua, meminta termohon untuk menghentikan penyidikan. Ketiga, termohon mengeluarkan tersangka dari tahanan.

Menurutnya, inti perkara itu adalah MJ tidak tertangkap tangan. Jadi, beda antara tertangkap tangan dengan sangkaan. Kalau tertangkap tangan seperti membawa senjata api, ada manusianya dan senjatanya. Begitupun narkoba. Ada barang ada tersangka. Tapi, ini pidana umum, yang harusnya didahului permintaan keterangan dalam rangka penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti.

“Nah, apabila dari saksi sudah cukup lengkap, baru dinaikkan ke tersangka,” jelas Abdul Rais usai persidangan pra peradilan.

Begitu pula dengan sangkaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang semestinya ada aduan, siapa yang mengadukan. Tak hanya itu, kepemilikan senjata api juga butuh peluru dan pelontar. Bahkan, bisa membunuh orang. Tapi, yang bersangkutan tidak memiliki syarat tersebut. Itu yang sangat lemah tuduhannya. Apalagi, tidak disertai dengan permintaan keterangan penyelidikan dan penyidikan. Bersangkutan langsung ditetapkan tersangka dan ditahan.

“Karena tidak sesuai dengan semua itu, maka kami pemohon melihat penyidik melakukan kesalahan dalam prosedur, sehingga melanggar UU hukum acara pidana dan kesewenang-wenangan. Untuk itu, memohon kepada majelis dikabulkan praperadilannya, dengan membebaskan tersangka dari sebuah tuntutan hukum,” ujarnya.

Satu hal lagi, menurutnya, tersangka semacam dijebak oleh mantan rekan kerjanya di Satpol PP. “Itu pengakuan istri MJ yang mengatakan dijebak. Dia menginformasikan kepada penyidik. Itu belum kuat datanya, tapi akan masuk dalam materi perkara nanti,” terangnya.

Sementara kuasa hukum Ditreskrimum Polda Kaltim dan Polres Tenggarong, AKBP Farid Jauhari mengaku, penundaan jawaban karena masing ingin menyusun untuk menjawab permintaan pemohon.

“Yang terpenting kewenangan majelis untuk menjawab tidak boleh lebih dari tujuh hari. Kalau kami sudah siap kapan saja. Tapi, untuk hari ini memang kami belum dapat urunan permohonan, makanya meminta penundaan untuk jawaban,” ujar AKBP Farid Jauhari yang juga menjabat kasubbid Bantuan dan Hukum Polda Kaltim.

Menurutnya, pihak penyidikan sudah profesional dan bertindak sesuai aturan. Selain KUHP, juga sesuai Undang-Undang 2012 dan 2014 serta manajemen penyidikan.

“Tidak mungkin seorang penyidik tanpa bukti permulaan. Itu pegangan kami sebagai kuasa hukum. Penangkapan yang dilakukan penyidik sudah benar dan sesuai SOP dan KUHP,” pungkasnya. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:17

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Pelaku Sodomi Ini Banding

BALIKPAPAN  -   Tokoh pemuda yang namanya sempat harum sampai tingkat nasional, Pandu…

Kamis, 20 September 2018 08:14

La Yappe Bisa Dijerat Pembunuhan Berencana

BALIKPAPAN  -  Penyidik akhirnya melakukan prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:09

Wali Kota dan 15 Dewan Diperiksa Lagi

BALIKPAPAN   -   Penyidik masih terus melakukan pendalaman lanjutan dugaan kasus korupsi…

Kamis, 20 September 2018 08:07

Dolar Naik, Ini Kiatnya

Jangan beli barang yang pakai bahasa Inggris, harganya mahal. Pakai bahasa ndeso saja, irit. Contohnya:…

Kamis, 20 September 2018 08:06

KEJI..!! Gadis 18 Tahun Digilir di Sawah

PENAJAM   -  Gadis 18 tahun digilir oleh tiga pemuda di tengah sawah di Desa Sumber Sari,…

Rabu, 19 September 2018 07:59

Bapak-Anak Dihadiahi Timah Panas

BALIKPAPAN  -   Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri,…

Rabu, 19 September 2018 07:57

Rekonstruksi Pembunuhan Bacaleg Hari Ini

BALIKPAPAN  -  Polisi berencana menggelar prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 07:55

Anak Pasutri Korban Pembunuhan Terpukul

BALIKPAPAN  -  Masjid Al Mushawwir yang berada di Strat 6, Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .