MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 09 Februari 2018 10:59
Korban Bertambah Dua Anak

Pencabulan Oknum Mantan Pendeta

PROKAL.CO, NANGA BULIK – Anak-anak yang menjadi korban pencabulan tersangka BS (68) oknum mantan pendeta bertambah, jika sebelumnya yang melapor adalah tiga bersaudara, AP (13), JG (12) dan JD (10), kini tambah dua anak lagi, sebut saja MR dan ME yang berusia sekitar 9 tahunan, sehingga total korban menjadi lima anak.

“Memang benar, dari hasil pengembangan penyidikan ada dua lagi korban pencabulan dari tersangka BS,” ungkap Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama didampingi Kasatreskrim AKP Syamsurizal Prima melalui Kanit III PPA Bripka Sutrisno, Rabu (7/2).

Dibeberkannya bahwa bertambahnya jumlah korban ini berasal dari keterangan korban sebelumnya serta pengakuan dari tersangka. Kemudian kedua korban tersebut setelah diperiksa juga mengakui, sehingga dipastikan ada dua korban lagi yang diduga pernah dicabuli tersangka BS.

“Kami sudah menanyakan dengan korban dan membenarkan. Namun kedua korban ini belum diperiksa secara intensif, karena psikologisnya belum stabil," ucap Sutrisno.

Modusnya,  tersangka BS memang telah lama mengenal kedua orang tua korban.  BS juga sering berkunjung ke rumah orang tua korban. Setelah cukup akrab, maka BS  sering kali mengajak anak-anak yang menjadi korban nafsu bejatnya itu untuk bermain ke rumahnya tanpa dicurigai oleh orang tua korban.

“Kemudian para  korban dicabuli di rumahnya,  dengan iming-iming uang jajan. Namun detailnya kapan dan berapa kali dicabuli masih kami dalami,” imbuhnya.

Pihaknya, kata Sutrisno masih terus mendalami kasus ini untuk mencari korban-korban lain. Sementara menungggu kondisi dua korban stabil untuk dilakukan pemeriksaan mendalam, pihaknya sudah melakukan visum terhadap korban dan menunggu hasilnya.

Terpisah,  salah satu anggota DPRD Lamandau, Wardi Ningsih mengaku prihatin dengan semakin maraknya kasus pencabulan atau pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Lamandau belakangan ini.

Menurutnya para predator anak ini tidak boleh dibiarkan bebas berkeliaran,  para pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

"Karena ini menyangkut masa depan anak-anak.  Para korban pasti terluka fisik dan mentalnya, penyembuhannya akan sulit, satu korban saja sudah merupakan perbuatan bejat,  apalagi ini lima korban. Jangan-jangan masih banyak korban lainnya, tapi malu melapor," ujar satu-satunya anggota legislatif di Lamandau dari kaum perempuan ini.

Sebagai ibu yang juga memiliki anak perempuan, ia sangat sedih melihat kejadian ini . Karena dari tahun ke tahun jumlah kasus justru terus bertambah. Ia mengimbau kepada para ibu agar lebih perhatian kepada anak-anaknya, memantau perubahan perilaku anak.

Dan waspada terhadap orang di sekitar anak,  karena biasanya pelaku pelecehan seksual adalah orang dekat yang dikenal, termasuk keluarga .

"Apalagi sedang mempersiapkan menuju Kabupaten Layak Anak. Instansi terkait diharapkan lebih intensif memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang hal ini,   jangan sampai terulang. Ini adalah fenomena gunung es, mungkin yang melapor hanya sedikit karena dianggap aib keluarga,   perlu dijelaskan jika terjadi hal serupa harus ada melaporkan ke pihak berwajib. Anak-anak juga perlu dibekali cara melindungi diri sendiri agar terhindar dari predator anak, " tegasnya. (mex/fm/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:04

Bos Abu Tours Cuci Uang Jemaah Rp 1,2 T

MAKASAR   -   Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa bos Abu Tours, Hamzah Mamba menggunakan uang…

Kamis, 20 September 2018 08:02

Polisi Bongkar Penjualan Obat Ilegal

JAKARTA   -   Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap…

Kamis, 20 September 2018 08:01

Patah AS, Bahu ANS Nyungsep

INDERALAYA  -  Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ANS jurusan Jakarta-Padang Bukti…

Kamis, 20 September 2018 08:00

Kolor Ijo Teror Warga Sidrap

SIDRAP  --  Isu kolor ijo masih menghantui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe,…

Kamis, 20 September 2018 07:58

Bocah Perempuan Nyaris Diculik Pria Bermotor

Bandung   -  Bocah perempuan berusia 10 tahun nyaris diculik dua pria bermotor di Kota Bandung.…

Rabu, 19 September 2018 07:43

Zulkifli Hasan Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli…

Rabu, 19 September 2018 07:42

Luhut Jawab Tudingan Ratna

JAKARTA  -  Ratna Sarumpaet menuding pemerintahan Jokowi memblokir dana nasabah untuk bantuan…

Rabu, 19 September 2018 07:41

Novanto Sibuk Tagih Utang

JAKARTA  -  KPK menyebut keluarga Setya Novanto akan menjual rumah di Cipete untuk membayar…

Rabu, 19 September 2018 07:40

Guru Gontor Asal Malaysia Tewas

Jombang  -  Muhammad Nukman (20), seorang guru bantu Pondok Pesantren Gontor III, Kediri berkewarganegaraan…

Rabu, 19 September 2018 07:39

Mahasiswa Tutup Jalan Dago

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung menuntut Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .