MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Senin, 12 Februari 2018 07:59
Polisi Periksa Pool Bus Maut
DALAM PENYELIDIKAN: Ribuan warga menyaksikan pemakaman massal 26 korban kecelakaan bus di tanjakan Emen, Subang, di TPU Legoso Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (11/1).

PROKAL.CO, BOGOR   -    Armada bus maut yang menewaskan 27 orang di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat adalah milik perusahaan otobus (PO) Premium Passion yang berlokasi di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak RT 01/01, Kecamatan Tanah sareal (Tansel), Kota Bogor. Kemarin (11/2) Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjuwali) Satlantas Polresta Bogor Kota, AKP Herman Junaedi, memeriksa lokasi kantor yang juga pool bus-bus premium tersebut.

''Jenis bus ini yang terlibat kecelakaan di tanjakan Enem, Subang. Di dalam STNK alamat yang tercantum di sini, Tanasareal,'' ujarnya kepada Radar Bogor di lokasi pool bus.

Herman mengatakan, kedatangan polisi ke pool bus passion baru sebatas memeriksa alamat yang tertera di surat kendaraan. Juga untuk meminta keterangan dari menajemen perusahaan terkait bus yang terlibat kecelakaan akhir pekan kemarin. ''Di lokasi ini terdapat sekitar 10 bus. Memang karyawannya sedang libur. Ini bukan bus umum, tapi khusus pariwisata ya," katanya.

Salah seorang karyawan mengaku pool bus sepi lantaran seluruh karyawan sedang libur. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu membenarkan bus yang terlibat kecelakaan di Subang adalah milik PO Passion. ''Iya benar (bus dari pool passion). Tarifnya Rp3,5 juta sekali jalan. Lebih dari waktu jam, denda Rp200 ribu,'' ucapnya kepada Radar Bogor.

Kasat Lantas Polresta Bogor., Kompol Bramasyo Priaji, menambahkan kedatangan personel Polresta Bogor Kota hanya untuk membantu pihak Polres Subang. Terutama dalam mengecek alamat pool bus.

''Jadi bukan pemeriksaan. Pemerisaan masuk penyidikan yang sekarang dari Polres Subang di TKP,'' jelasnya.

Lanjut Bram, sejauh ini belum ada koordinasi dari personel Polres Subang. Menurutnya, penindakan akan mengacu pada Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009. ''Kita sesuai tupoksi, memeriksa SIM, STNK, dan memeriksa kondisi pengemudi apakah di bawah pengaruh miras atau narkoba atau tidak. Dishub atau DLLAJ memeriksa KIR, menimbang beban muatan kendaraan dan menguji kelayakan kendaraan,'' imbuhnya.(don/d/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…

Kamis, 13 Desember 2018 07:53

Isap Aroma Lem, Lima Remaja Diamankan

BANJARMASIN  -   Penyalahgunaan lem fox rupanya masih menjadi momok…

Rabu, 12 Desember 2018 07:52

Petani Tewas Dibacok Parang

PANGKEP  --   Darah berceceran di sebuah sawah yang terletak…

Rabu, 12 Desember 2018 07:50

Positif Gila, Peremas Payudara Dikembalikan ke Orangtua

SAMARINDA   -   Berjam-jam Abiyoga Bimantara diperiksa polisi. Sesekali…

Rabu, 12 Desember 2018 07:49

Pesta SS Dibubarkan, Empat Orang Digelandang

SURABAYA    -   Pesta sabu-sabu (SS) di Jalan Sidotopo Sekolahan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:48

250 Polisi Jalani Tes Urine

SAMARINDA   –   Matahari belum bersinar terlalu terik, apel…

Rabu, 12 Desember 2018 07:46

Istri Ikut Suami Bobol Rumah

PALEMBANG  -  Lantaran takut dipukuli suami, Fd (19) nekat mencuri…

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

Aniaya Bayi, Ayah Tiri Dipolisikan

BITUNG   —  Kejadian tragis dialami bayi laki-laki yang masih…

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

Pungli Prona, Ketua RT Jadi Tersangka

TANJUNG   -   Ketua RT 5 Desa Uwi Kecamatan Muara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .