MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 08:12
Tak Menyerah, Meski Sempat Dua Kali Gagal

Petani Hidroponik dari Graha Indah

PANEN SAYUR HIDROPONIK: Petani hidroponik saat panen sayur selada dan sawi bersama anak-anak dari TK Permata Kasih Graha Indah, Balikpapan Utara.

PROKAL.CO, Bukan tanpa tantangan menjadi petani sayur hidroponik, sempat dua kali gagal tak menyurutkan niat Rabasi untuk terus mencoba menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah ini.

 APRIYANTO

SUDAH  sekitar setahun enam bulan, Rabasi yang merupakan Ketua RT 58 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara menggeluti kegiatan sebagai petani sayur hidroponik. Meski bukan dijadikan sebagai penghasilan utama, namun nyatanya keuntungan dari tanaman hidroponik ini sangat menjanjikan.

 Dari modal awal Rp 7,5 juta, untuk membeli peralatan yang dibutuhkan seperti media tanam berupa pipa ukuran 2,5 inci, nutrisi, bibit dan lainnya. Kini Rabasi tinggal meneruskan untuk meraup keuntungan. Karena modal yang digelontorkan telah kembali.

 Bukan perkara mudah bagi Rabasi dalam bertani hidroponik. Belajar hidroponik secara otodidak, Rabasi pernah gagal dan tidak bisa panen. Namun akhirnya Rabasi makin paham setelah mengikuti pelatihan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) selama tiga bulan. Berbagai ilmu hidroponik didapat dari cara pencampuran nutrisi, cara panen, hingga cara pengemasan.

 "Pernah gagal dua kali, ya saya coba pelajari lagi, karena ilmunya saat itu memang belum sampai," ujarnya.

 Rabasi yang juga pekerja sosial ini, menjelaskan dalam bercocok tanam menggunakan hidroponik ini harus selalu diperhatikan air yang bercampur nutrisi. Jika tidak tanaman akan kekurangan asupan nutrisi dan lambat membesar. Dalam setiap tanaman baik selada maupun sawi membutuhkan waktu 45 hari baru bisa di panen. Di usia 45 hari tersebut setiap pohon akan mencapai berat kisaran 200 gram.

 "Dari pembibitan itu, untuk pembibitannya saja sekitar 8 hari baru dimasukkan ke dalam lubang pipa ini. Ukuran pas untuk panen antara 150 sampai 200 gram, karena kalau kebesaran atau kelamaan bisa pahit," bebernya.

 Kelebihan dari bercocok tanam dengan menggunakan hidroponik ini diakui banyak sekali. Di antaranya hemat tenaga, tidak mudah diserang hama, sayur lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida, bebas dari tanaman rumput liar, dan penggunaan air juga tidak terlalu banyak. "Bahkan untuk kualitas saat ini orang lebih cenderung ke sayur hidroponik," tambahnya.

 Sejauh ini kesulitan yang dialami Rabasi lantaran kurangnya media tanam untuk terus mengembangkan sayur hidroponik miliknya. Media tersebut di antaranya lahan maupun pipa, serta jika listrik padam pompa air yang mengalirkan air ke tanaman harus terhenti. 

 Sejauh ini biaya bulanan serta pendapatan dari hasil panen sayur hidroponik dianggap menguntungkan. Dalam satu bulan saja Rabasi bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp 3 juta dari penjualan sayur hidroponiknya. Namun itu belum dipotong biaya pembelian bibit, nutrisi dan listrik yang berkisar Rp 700 ribu sebulan.

 Dalam satu batang pipa dengan panjang 8 meter sendiri, Rabasi bisa memanen sayur hingga 5 kilogram. Saat ini dia memiliki 1.500 lubang yang semuanya digunakan untuk menanam sayur selada dan sawi.

 Untuk penjualannya sendiri Rabasi sudah memasukan di berbagai tempat seperti kedai burger, Pasar Buton, bahkan pedagang sayur keliling mengambil sayur dari kebun hidroponik milik Rabasi.

 "Awalnya sempat kesulitan penjualan di pasar, karena saat itu pedagang gak ada yang mau ngambil, tapi sekarang ketika kita bawakan mereka langsung ngambil. Pedagang sayur keliling saja setiap kali ngambil 3 kilogram, kita aja yang kewalahan untuk produksinya," paparnya.

 Oleh sebab itu, Rabasi juga membagi ilmunya kepada para tetangga sekitar. Dia pun mengajak para tetangganya untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Paling tidak warga harus mengkonsumsi sayuran sehat.

 Selain itu Rabasi juga memberikan edukasi kepada para anak TK yang ada di wilayah Graha Indah, tentang tanaman hidroponik. Sabtu (10/2) lalu dia menerima kunjungan dari TK Permata Kasih, murid-murid TK ini diajak untuk mengetahui tanaman hidroponik dan sayuran yang sehat.

 "Jadi anak-anak itu tau, kita berikan edukasi tentang makanan sehat, karena ini tidak menggunakan pestisida. Wacana saya ke depan mengembangkan di sekitar tempat tinggal, kemungkinan besar dikelola oleh kelompok dan untuk penjualan ada pemasaran," harapannya.

 Saat ini, selain selada dan sawi, tanaman yang ditanam menggunkaan hidropobik mulai dikembangkan seperti bawang prei, seledri. Ada juga beberapa tanaman strawberry yang masih dicoba untuk dikembangkan.

 "Jika berhasil dan berbuah kita akan teruskan, agar lebih bervariasi," tandasnya.(*)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 08:35

Ratusan Tamu Undangan Meriahkan Imlek

BALIKPAPAN  - Tahun Anjing Tanah pada perayaan Imlek tahun ini dirayakan meriah di Grand Ballroom,…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:33

Kurangi Pengangguran, Kemnaker Siapkan Strategi untuk Industri

KEMENTERIAN  Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan berbagai cara untuk mengurangi pengangguran.…

Jumat, 16 Februari 2018 08:10

Lion Air Group Buka Rute Balikpapan-Malinau

BALIKPAPAN  -   Guna memperluas akses destinasi penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas,…

Jumat, 16 Februari 2018 08:09

BPS Beberkan Rantai Distribusi Beras hingga Daging Sapi

BADAN Pusat Statistik (BPS) menjelaskan rantai distribusi bahan pangan, mulai dari beras, cabai merah,…

Jumat, 16 Februari 2018 08:07

Bea Cukai Amankan 12.414 Unit Iphone dan Xiaomi

SEBANYAK  12.144 unit ponsel bermerk dagang Iphone dan Xiaomi diamankan Direktorat Jenderal Bea…

Kamis, 15 Februari 2018 08:55

Cari Cara Pajaki Pelaku Usaha di Medsos

DIREKTORAT  Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan akan mencari cara untuk mengenakan…

Kamis, 15 Februari 2018 08:48

Laba Bank BUMN Kian Besar

JAKARTA  –  Laba bersih BUMN perbankan membesar. Rata-rata bank BUMN mampu memperbaiki…

Kamis, 15 Februari 2018 08:38

Malaysia dan Filipina Butuh 4 Juta Ton Jagung dari Indonesia

MENTERI  Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan saat ini Indonesia sedang gencar melakukan ekspor…

Rabu, 14 Februari 2018 08:24

Aptrindo Balikpapan Gelar Sosialisasi

BALIKPAPAN   -   Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)…

Rabu, 14 Februari 2018 08:19

2017, PHE Raih Untung Rp3,4 T

PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina di sektor hulu minyak dan gas bumi, mencatatkan kinerja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .