MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Senin, 12 Februari 2018 08:12
Tak Menyerah, Meski Sempat Dua Kali Gagal

Petani Hidroponik dari Graha Indah

PANEN SAYUR HIDROPONIK: Petani hidroponik saat panen sayur selada dan sawi bersama anak-anak dari TK Permata Kasih Graha Indah, Balikpapan Utara.

PROKAL.CO, Bukan tanpa tantangan menjadi petani sayur hidroponik, sempat dua kali gagal tak menyurutkan niat Rabasi untuk terus mencoba menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah ini.

 APRIYANTO

SUDAH  sekitar setahun enam bulan, Rabasi yang merupakan Ketua RT 58 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara menggeluti kegiatan sebagai petani sayur hidroponik. Meski bukan dijadikan sebagai penghasilan utama, namun nyatanya keuntungan dari tanaman hidroponik ini sangat menjanjikan.

 Dari modal awal Rp 7,5 juta, untuk membeli peralatan yang dibutuhkan seperti media tanam berupa pipa ukuran 2,5 inci, nutrisi, bibit dan lainnya. Kini Rabasi tinggal meneruskan untuk meraup keuntungan. Karena modal yang digelontorkan telah kembali.

 Bukan perkara mudah bagi Rabasi dalam bertani hidroponik. Belajar hidroponik secara otodidak, Rabasi pernah gagal dan tidak bisa panen. Namun akhirnya Rabasi makin paham setelah mengikuti pelatihan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) selama tiga bulan. Berbagai ilmu hidroponik didapat dari cara pencampuran nutrisi, cara panen, hingga cara pengemasan.

 "Pernah gagal dua kali, ya saya coba pelajari lagi, karena ilmunya saat itu memang belum sampai," ujarnya.

 Rabasi yang juga pekerja sosial ini, menjelaskan dalam bercocok tanam menggunakan hidroponik ini harus selalu diperhatikan air yang bercampur nutrisi. Jika tidak tanaman akan kekurangan asupan nutrisi dan lambat membesar. Dalam setiap tanaman baik selada maupun sawi membutuhkan waktu 45 hari baru bisa di panen. Di usia 45 hari tersebut setiap pohon akan mencapai berat kisaran 200 gram.

 "Dari pembibitan itu, untuk pembibitannya saja sekitar 8 hari baru dimasukkan ke dalam lubang pipa ini. Ukuran pas untuk panen antara 150 sampai 200 gram, karena kalau kebesaran atau kelamaan bisa pahit," bebernya.

 Kelebihan dari bercocok tanam dengan menggunakan hidroponik ini diakui banyak sekali. Di antaranya hemat tenaga, tidak mudah diserang hama, sayur lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida, bebas dari tanaman rumput liar, dan penggunaan air juga tidak terlalu banyak. "Bahkan untuk kualitas saat ini orang lebih cenderung ke sayur hidroponik," tambahnya.

 Sejauh ini kesulitan yang dialami Rabasi lantaran kurangnya media tanam untuk terus mengembangkan sayur hidroponik miliknya. Media tersebut di antaranya lahan maupun pipa, serta jika listrik padam pompa air yang mengalirkan air ke tanaman harus terhenti. 

 Sejauh ini biaya bulanan serta pendapatan dari hasil panen sayur hidroponik dianggap menguntungkan. Dalam satu bulan saja Rabasi bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp 3 juta dari penjualan sayur hidroponiknya. Namun itu belum dipotong biaya pembelian bibit, nutrisi dan listrik yang berkisar Rp 700 ribu sebulan.

 Dalam satu batang pipa dengan panjang 8 meter sendiri, Rabasi bisa memanen sayur hingga 5 kilogram. Saat ini dia memiliki 1.500 lubang yang semuanya digunakan untuk menanam sayur selada dan sawi.

 Untuk penjualannya sendiri Rabasi sudah memasukan di berbagai tempat seperti kedai burger, Pasar Buton, bahkan pedagang sayur keliling mengambil sayur dari kebun hidroponik milik Rabasi.

 "Awalnya sempat kesulitan penjualan di pasar, karena saat itu pedagang gak ada yang mau ngambil, tapi sekarang ketika kita bawakan mereka langsung ngambil. Pedagang sayur keliling saja setiap kali ngambil 3 kilogram, kita aja yang kewalahan untuk produksinya," paparnya.

 Oleh sebab itu, Rabasi juga membagi ilmunya kepada para tetangga sekitar. Dia pun mengajak para tetangganya untuk memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Paling tidak warga harus mengkonsumsi sayuran sehat.

 Selain itu Rabasi juga memberikan edukasi kepada para anak TK yang ada di wilayah Graha Indah, tentang tanaman hidroponik. Sabtu (10/2) lalu dia menerima kunjungan dari TK Permata Kasih, murid-murid TK ini diajak untuk mengetahui tanaman hidroponik dan sayuran yang sehat.

 "Jadi anak-anak itu tau, kita berikan edukasi tentang makanan sehat, karena ini tidak menggunakan pestisida. Wacana saya ke depan mengembangkan di sekitar tempat tinggal, kemungkinan besar dikelola oleh kelompok dan untuk penjualan ada pemasaran," harapannya.

 Saat ini, selain selada dan sawi, tanaman yang ditanam menggunkaan hidropobik mulai dikembangkan seperti bawang prei, seledri. Ada juga beberapa tanaman strawberry yang masih dicoba untuk dikembangkan.

 "Jika berhasil dan berbuah kita akan teruskan, agar lebih bervariasi," tandasnya.(*)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:04

RI Dapat Utangan Rp 15 Triliun dari Bank Dunia

NUSA DUA  -  Bank Dunia (World Bank/WB) berkomitmen untuk memberikan pembiayaan atau pinjaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:03

Banyuwangi Tuan Rumah Pameran Produk Unggulan Pertanian

BANYUWANGI - Ajang yang memamerkan beragam potensi pertanian nusantara digelar di Banyuwangi. Pameran…

Senin, 15 Oktober 2018 08:03

Begini Langkah BI Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan

NUSA DUA  - Keuangan inklusif di Indonesia harus didukung untuk meningkatkan produktivitas masyarakat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:04

Disperindag:Harga Ayam Naik Ikut Dolar

SAMARINDA  -   Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan UMKM Kaltim membantah,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:03

Gawat, Nike Mau Kurangi Pasokan Produk dari RI

JAKARTA  -  Perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga asal Amerika Serikat Nike secara…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:02

Kementan Dorong Peningkatan Ekspor Tanaman Lidah Mertua

Jakarta  -  Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan budidaya tanaman hias…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:53

Disbun Ajukan Hak Paten Komoditas Lada Malonan

SAMARINDA   –  Pemprov Kaltim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim akan mengajukan…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:52

Kemenkeu:Keuangan Pertamina Aman Meski Premium Batal Naik

NUSA DUA   -  Pemerintah kemarin baru saja mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:51

Pacu Peningkatan Kredit lewat Kreasi Multiguna

BALIKPAPAN   -  Guna memacu penyaluran kredit, PT Pegadaian (Persero) meluncurkan fitur baru…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:50

Kembangkan Usaha Tani, Bulog Bidik PPU

BALIKPAPAN -  Dalam waktu dekat, Bulog akan merealisasikan penanaman padi melalui program on farm…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .