MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 08:59
Pelaku Pantas Dijatuhi Hukuman Kebiri

Soal Maraknya Pemerkosaan terhadap Anak

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap pelajar kian marak terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pada Januari 2018, sudah ada empat kasus yang korbannya adalah remaja putri dengan rentang usia 14 hingga 17 tahun. Pelakunya pun merupakan orang terdekat, yakni ayah dan paman korban. Hingga mengakibatkan korbannya mengandung dan tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Kasus pertama yang dilaporkan pada 5 Januari 2018. Persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. FD (17) yang disetubuhi ayahnya GT hingga hamil sekira tujuh bulan. Berdasarkan laporan, ayah bejatnya itu telah melakukan persetubuhan sebanyak dua kali di rumahnya yakni tahun 2016, dan Agustus 2017. Laporan kedua 10 Januari 2018, korbannya, NW (15) disetubuhi ayah tiri korban, MS (39) di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU. Buruh harian lepas itu tega menyetubuhi anak tirinya selama lima tahun, hingga terbongkar pada 9 Januari 2018 lalu. Menurut pengakuan korban, dia memenuhi hasrat seksual ayah tirinya, sedikitya dua kali dalam seminggu sejak duduk di kelas 4 SD.

Laporan ketiga pada 15 Januari 2018, payudara CT (14), Warga Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam diremas pamannya, ABD (42) saat sedang tidur. Senin (14/1) dinihari. Pelaku saat melakukan aksinya, sedang berpura-pura tidur. Memeluknya korban dari belakang dan meremas payudara. Pelaku pun mencium pipi dan bibir korban. Tak hanya itu, pelaku juga mencoba memagang kemaluan korban. Namun percobaan pelaku untuk menyetubuhi gagal karena korban menghindar. Dan terakhir dilaporkan pada 17 Januari 2018. Tindakan persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku. Korban, IK (15) disetubuhi ayah tiri korban, MD (49) sejak April hingga Mei 2017, terhitung tiga kali. Pelaku menyetubuhi korban setiap malam hari, saat sang ibu terlelap. Hingga tetangganya korban curiga, pada 16 Januari 2018 lalu. Dan ternyata korban telah hamil enam bulan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres PPU, Iptu Iswanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun kepada para pelaku persetubuhan terhadap anak. Terutama pelakuknya adalah ayah kandung maupun ayah tiri korban. Dan akan menerapkan sanksi tegas, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016

Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. “Kami kenakan ancaman pidana lebih dari 10 tahun. Bahkan kalau perlu dikebiri seperti yang diatur dalam Perppu 1/2016,” ucap dia kepada harian ini, pekan lalu.

Ancaman pidana tegas itu, telah diatur pada Pasal 81 Perppu 1/2016 yang menjelaskan pidana paling lama lima belas, dan jika dilakukan oleh orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan korban maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana yang dikenakan. Dan dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik. “Itu supaya memberi efek jera. Makanya kalau mau cari hiburan, jangan keluarga yang digauli. Bisa merusak masa depan anak,” tegas dia.

 Terpisah Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lily Benuo Taka, Yul Maghfirah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban. Khususnya kepada korban yang tengah hamil. “Kami akan terus dampingi korban yang hamil. Termasuk membantu proses persalinan. Termasuk melanjutkan pendidikan korban pasca persalinan nanti. Akan ikut kejar paket” kata dia saat dihubungi harian ini, kemarin.

 Untuk saat ini, para korban persetubuhan masih berada di rumahnya, Itu karena PPU belum memiliki rumah aman maupun rumah singgah, untuk menampung korban pelecehan seksual. Sehingga jika ingin melakukan rehabilitasi terhadap korban, harus berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Balikpapan dan P2TP2A Kota Samarinda. “Kami masih melihat perkembangannya nanti. Seperti korban di Desa Gunung Mulia. Jika dirasa tidak aman bersama keluarga korban, akan kami ungsikan di rumah singgah yang ada di Balikpapan atau Samarinda,” pungkasnya.  (*/kip/one/yud)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 01:03

Dua Hari, Lima Motor Melayang

BALIKPAPAN   -   Kejahatan di Kota Beriman, terutama pencurian kendaraan bermotor…

Sabtu, 17 November 2018 01:01

Libatkan Amunisi “Asing”

DUEL  timnas melawan Thailand bakal melibatkan pemain “asing”. Ya, kedua tim sama-sama…

Sabtu, 17 November 2018 00:59

Tiga Mobil Tabrakan Beruntun

BALIKPAPAN   -  Selalu waspada dalam berkendara, sebab ancaman lakalantas memang selalu…

Sabtu, 17 November 2018 00:56

Kapolres: Gunakan Pengaman Ganda

BALIKPAPAN   -  Akhir-akhir ini tindak pencurian sepeda motor (curanmor) sering terjadi di…

Sabtu, 17 November 2018 00:55

Tiga Tersangka Sabu Ngaku Cuma Disuruh

BALIKPAPAN   -  Sederet pengungkapan narkoba jenis sabu yang dilakukan anggota Satuan…

Jumat, 16 November 2018 08:18

ALAMAKKK...!! Sejoli ABG "Kuda-Kudaan" di Kolong Jembatan

BALIKPAPAN   -   Miris, kata itu yang dilontarkan sebagian warga Balikpapan saat…

Jumat, 16 November 2018 08:13

Personel Dishub Terbatas

BALIKPAPAN  -   Permasalahan kendaraan berat yang acapkali melanggar peraturan wali kota…

Jumat, 16 November 2018 08:11

Bawa Delapan Tahanan, Mobil Polisi Nyungsep

BALIKPAPAN  -  Pengendara lalu lintas poros Balikpapan-Samarinda Km 37 mendadak terheran-heran…

Jumat, 16 November 2018 08:09
Cegah Masuknya Miras Cap Tikus

Keamanan di Pintu Masuk Diperketat

BALIKPAPAN   -  Penelusuran terhadap pengungkapan 2,5 ton minuman keras (miras) tradisional…

Jumat, 16 November 2018 08:08

Dua Gugatan Aset Pertamina Ditolak Hakim

BALIKPAPAN   -  Upaya hukum Guanti Karno warga Jalan Mulawarman Nomor 88, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .