MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 08:59
Pelaku Pantas Dijatuhi Hukuman Kebiri

Soal Maraknya Pemerkosaan terhadap Anak

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap pelajar kian marak terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pada Januari 2018, sudah ada empat kasus yang korbannya adalah remaja putri dengan rentang usia 14 hingga 17 tahun. Pelakunya pun merupakan orang terdekat, yakni ayah dan paman korban. Hingga mengakibatkan korbannya mengandung dan tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Kasus pertama yang dilaporkan pada 5 Januari 2018. Persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu. FD (17) yang disetubuhi ayahnya GT hingga hamil sekira tujuh bulan. Berdasarkan laporan, ayah bejatnya itu telah melakukan persetubuhan sebanyak dua kali di rumahnya yakni tahun 2016, dan Agustus 2017. Laporan kedua 10 Januari 2018, korbannya, NW (15) disetubuhi ayah tiri korban, MS (39) di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU. Buruh harian lepas itu tega menyetubuhi anak tirinya selama lima tahun, hingga terbongkar pada 9 Januari 2018 lalu. Menurut pengakuan korban, dia memenuhi hasrat seksual ayah tirinya, sedikitya dua kali dalam seminggu sejak duduk di kelas 4 SD.

Laporan ketiga pada 15 Januari 2018, payudara CT (14), Warga Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam diremas pamannya, ABD (42) saat sedang tidur. Senin (14/1) dinihari. Pelaku saat melakukan aksinya, sedang berpura-pura tidur. Memeluknya korban dari belakang dan meremas payudara. Pelaku pun mencium pipi dan bibir korban. Tak hanya itu, pelaku juga mencoba memagang kemaluan korban. Namun percobaan pelaku untuk menyetubuhi gagal karena korban menghindar. Dan terakhir dilaporkan pada 17 Januari 2018. Tindakan persetubuhan terhadap remaja di bawah umur, terjadi di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku. Korban, IK (15) disetubuhi ayah tiri korban, MD (49) sejak April hingga Mei 2017, terhitung tiga kali. Pelaku menyetubuhi korban setiap malam hari, saat sang ibu terlelap. Hingga tetangganya korban curiga, pada 16 Januari 2018 lalu. Dan ternyata korban telah hamil enam bulan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres PPU, Iptu Iswanto menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun kepada para pelaku persetubuhan terhadap anak. Terutama pelakuknya adalah ayah kandung maupun ayah tiri korban. Dan akan menerapkan sanksi tegas, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016

Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. “Kami kenakan ancaman pidana lebih dari 10 tahun. Bahkan kalau perlu dikebiri seperti yang diatur dalam Perppu 1/2016,” ucap dia kepada harian ini, pekan lalu.

Ancaman pidana tegas itu, telah diatur pada Pasal 81 Perppu 1/2016 yang menjelaskan pidana paling lama lima belas, dan jika dilakukan oleh orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan korban maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana yang dikenakan. Dan dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan alat pendeteksi elektronik. “Itu supaya memberi efek jera. Makanya kalau mau cari hiburan, jangan keluarga yang digauli. Bisa merusak masa depan anak,” tegas dia.

 Terpisah Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lily Benuo Taka, Yul Maghfirah mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban. Khususnya kepada korban yang tengah hamil. “Kami akan terus dampingi korban yang hamil. Termasuk membantu proses persalinan. Termasuk melanjutkan pendidikan korban pasca persalinan nanti. Akan ikut kejar paket” kata dia saat dihubungi harian ini, kemarin.

 Untuk saat ini, para korban persetubuhan masih berada di rumahnya, Itu karena PPU belum memiliki rumah aman maupun rumah singgah, untuk menampung korban pelecehan seksual. Sehingga jika ingin melakukan rehabilitasi terhadap korban, harus berkoordinasi dengan P2TP2A Kota Balikpapan dan P2TP2A Kota Samarinda. “Kami masih melihat perkembangannya nanti. Seperti korban di Desa Gunung Mulia. Jika dirasa tidak aman bersama keluarga korban, akan kami ungsikan di rumah singgah yang ada di Balikpapan atau Samarinda,” pungkasnya.  (*/kip/one/yud)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 09:53

Rekonstruksi Tewasnya Basri Segera Digelar

BALIKPAPAN - Hingga saat ini keberadaan Ernawati alias Ria masih misterius. Pihak kepolisian masih berusaha…

Minggu, 19 Agustus 2018 09:48

Pembukaan Asian Games Meriah

PEMBUKAAN Asian Games di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu, (18/8) tadi malam berlangsung begitu…

Minggu, 19 Agustus 2018 09:44

Seru, Lomba 17 Agustus Gelaran Kapolda Kaltim

BALIKPAPAN - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapolda Kaltim, Irjen…

Minggu, 19 Agustus 2018 09:41

Febie: Rutan Kelebihan Kapasitas

BALIKPAPAN - Sempit. Itulah yang nampak dari setiap kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan…

Minggu, 19 Agustus 2018 09:38

Polres Bidik Balapan Liar

BALIKPAPAN – Sering laporan masuk terkait aksi balap liar yang kerap terjadi di sejumlah titik…

Minggu, 19 Agustus 2018 09:37

“Sulap” Stik Kayu Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

Berkarya memang tiada batas, tak mengenal usia bahkan tak peduli tempat. Hal ini terlihat dari seorang…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:56

Gagal Menyalip, Tabrak Angkot, Dua Siswa SMP Kritis

BALIKPAPAN   -   Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia kemarin (17/8)…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:54

Rahmad: Usut sampai Akarnya

BALIKPAPAN  -  Dugaan delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:53

Gara-Gara Nasi, Nekat Gantung Diri

SAMPIT  -  Entah apa yang ada dalam benak MF, pemuda berusia 27 tahun ini memilih mengakhiri…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:53
Pria Stres Terobos Lapmer saat Upacara 17 Agustus

“Tembak Saya, Saya Pendukung Prabowo”

BALIKPAPAN  -  Diduga mengalami stres, seorang pria diamankan petugas Satuan Polisi (Satpol)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .