MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 12 Februari 2018 09:09
KEJI DAN NGERI..!!! Baharuddin Ditumbuk Martil sampai Tewas

Gara-Gara Minta Uang untuk Naik Angkot

KEJAM: Tofani dihajar warga sampai mulutnya berdarah karena sempat tak mengaku telah membunuh. Sementara Baharudin ditemukan tewas di atas karpet merah dengan kepala berlumuran darah.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  “Bak....buk...bak....buk”. Pukulan keras beberapa kali melayang ke tubuh dan wajah Tofani. Pria berusia 38 tahun itu mengelak dituding sebagai pembunuh sehingga menjadi bulan-bulanan massa. Setelah babak belur dan bagian mulutnya mengucur darah segar, akhirnya Tofani mengakui perbuatannya.

Aksi main hakim sendiri itu terjadi di Gang Karya Jalan Eri Suparjan RT 34 Kelurahan Klandasan Ulu. Tofani diduga telah menghabisi nyawa rekannya sendiri, Baharudin (61), pada Minggu (11/2) di rumah korban. Mayat  pertama kali ditemukan oleh keponakan Baharudin yang curiga ada seorang pria mengintip dari balik gorden jendela.

Saat hendak membuka pintu, pria tadi justru menahannya dari dalam. Pintu itu akhirnya didobrak secara paksa hingga akhirnya sang keponakan kaget bukan kepalang melihat pamannya tergeletak di lantai dengan kepala berlumuran darah segar. Di atas pelipis kiri, terdapat luka panjang sementara di bagian belakang hingga ubun-ubun terlihat seperti ada beberapa luka.

Informasi yang didapat Balpos, Tofani tersulut emosi lantaran Baharudin tidak meminjamkan Rp 50 ribu kepadanya. Apalagi korban sempat memamerkan kantong plastik hitam yang di dalamnya berisikan uang. Alasan penolakan memberi uang karena pelaku selalu lama membayar utang. Akhirnya Tofani memohon agar diberikan uang hanya untuk naik angkot. Eh..bukannya dikasih, permintaan inipun ditolak. Usai menolak, Baharudin mengaku tangannya keram, Tofani pun menawarkan diri untuk meminjatnya. Di sinilah kejengkelan Tofani diluapkan. Korban diminta mengambil posisi tengkurap untuk dipijat. Dengan penuh emosi, pelaku langsung memukul korban dengan martil milik korban berkali-kali pada bagian kepala hingga tewas seketika.

 “Jangan lari kamu. Tolooong...dia bunuh paman saya,” teriaknya. Warga sekitar yang mendengar langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Tofani kemudian dicecar pertanyaan namun tak mengaku. Kesabaran warga pun habis, bogem mentah melayang ke wajah dan tubuh hingga akhirnya ia pun mengakui telah menghabisi nyawa Baharudin.

“Habis dihajar-hajar tadi. Awalnya itu dia nggak ngaku, katanya lain dia yang bunuh tapi kan dia ada di dalam, dan kenapa ngintip-ngintip coba,” kata Jafar, salah seorang warga sekitar kepada Balikpapan Pos.

 Warga sekitar mengaku tidak mengenal sama sekali pelaku dan mengapa bisa berada di dalam rumah korban. Sementara Baharudin dikenal sebagai pribadi tertutup serta jarang bersosialisasi dengan warga.

“Dia memang tertutup mas, kita juga nggak tahu kalau ada orang lain di dalam. Pelaku kami nggak kenal itu orang mana,” lanjut Jafar.

Salah seorang keluarga korban, Imah (30) mengatakan, korban sebelumnya curhat kepadanya bahwa ia akan kedatangan rekannya yang hendak menginap di rumahnya. Namun ia tidak menyangka sang teman itulah yang diduga membunuh pamannya.

“Minggu lalu itu, dia ada cerita ke saya kalau ada teman baru mau nginap di rumahnya, tapi kita nggak tahu kapan. Karena dia itu tertutup orangnya, habis pulang kerja nggak pernah kemana-mana. Jadi kita yang setiap hari ngantarkan makanan dan ngecek kondisinya,” ungkap Imah.

Jenazah Baharudin kemarin dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Hingga saat ini motif pembunahan masih belum diketahui. Namun dirumah korban ditemukan uang sebanyak Rp 47.083.000 yang kemudian diamankan kepolisian. Polisi pun masih melakukan penyelidikan. (yad/yud)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…

Rabu, 23 Mei 2018 08:18

Bawa Sabu, Pengangguran Diancam Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  –  Seorang pengangguran, Andri Saputra, warga gang Padaidi RT 11 Baru Ulu…

Rabu, 23 Mei 2018 08:16

Karyawan Pertamina Itu Tak Hadiri Panggilan Penyidik Polda Kaltim

BALIKPAPAN  -  Pemeriksaan terhadap IS (50), karyawan Pertamina yang ditetapkan sebagai tersangka…

Rabu, 23 Mei 2018 08:15

Tiga Ibadah yang Paling Dianjurkan

BALIKPAPAN  -  Di bulan suci Ramadan, umat Islam berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan demi…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Membayar Utang Puasa

Kisah fiktif ini diceritakan terjadi 2 bulan sebelum bulan Ramadhan. Seorang pedagang sedang menjual…

Rabu, 23 Mei 2018 08:14

Pemohon Galau, Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Sejumlah warga yang tengah mengurus SIM di Satlantas Polres Balikpapan Senin…

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Hari Ini, Penyidik Polda Kaltim Panggil IS

BALIKPAPAN  -  Polda Kaltim telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tumpahan minyak mentah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .