MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 13 Februari 2018 09:16
Rekonstruksi Pembunuhan Pasar Pandansari

Marhumah Sebut Pembunuhan Berencana

REKA ULANG : Aksi Maceni saat menghabisi Mustamin yang diperagakan di halaman Mapolsek Balikpapan Barat, Senin (12/2) kemarin.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Suasana tegang dan haru mewarnai rekonstruksi peristiwa pembunuhan terhadap Mustamin di Pasar Pandansari, pada Selasa (9/1) silam, yang dilakukan tersangka Maceni. Dihadapan polisi, Maceni memperagakan 23 adegan ketika menghabisi Mustamin. Peragaan dilaksanakan di halaman Mapolsek Balikpapan Barat, Senin (12/2) kemarin.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka menghabisi korban pada adegan ke 15 dan 17. Di adegan ke-15, Maceni langsung menikam ke arah pinggang bagian kanan. Setelah itu, korban berlari dan langsung jatuh. Satu tusukan kembali dilakukan tepat ke punggung bagian belakang. Rekonstruksi berlangsung kurang lebih satu jam. Anak korban yang turut hadir, tak tahan melihat rekonstruksi tersebut. Bahkan selama rekonstruksi terus mengeluarkan air mata. Dirinya tidak terima dengan meninggalnya sang ayah. Pria yang disayangi sejak kecil.

Wakapolsek Balikpapan Barat, AKP Muhammad Purwoko mengatakan, dari berita acara pemeriksaan, ada 17 adegan. Namun setelah dikembangkan berubah menjadi 23 adegan. Hal itu setelah mengumpulkan lima saksi yang berada di lokasi kejadian termasuk istri korban, Mahrumah.

“Di adegan ke-12, tersangka mengambil sajam yang jaraknya seratus meter dari posisi korban berdiri. Namun sampai saat ini sajam sebagai barang bukti tersebut belum ditemukan,” ujar AKP Muhammad Purwoko.

Perihal adanya pembunuhan berencana yang dialami tersangka, Dia mengatakan masih didalami. Tapi jika dari pengakuan tersangka, sajam tersebut diambil dari lokasi kejadian bukan dibawa dari rumah.

“Pengakuannya seperti itu, tapi tetap masih dikembangkan motifnya,” jelasnya.

Ya dari pengakuan, Marhumah, jika pembunuhan yang dilakukan Maceni berindikasi perencanaan. Sebab sebelum kejadian, tersangka sudah menunggu di depan dengan memperbaiki sajamnya.

“Semua orang sudah tahu, tapi takut jadi saksi. Jadi itu pembunuhan berencana,” kata Marhumah dengan wajah kesal.

Dia pun meminta pihak kepolisian untuk menghukum tersangka seberat-beratnya.

“Saya masih sakit hati, tapi berharap hukuman yang didapat bisa setimpal dengan perbuatan yang dilakukan,” tegasnya. (ham/vie)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 07:56

Warga Gebrak Meja, BPN PPU Memanas

PENAJAM   -   Warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam…

Rabu, 19 Desember 2018 07:54

141 Titik Jadi Fokus Pengamanan Nataru

BALIKPAPAN   - Rapat koordinasi lintas sektoral terus dilakukan jajaran…

Rabu, 19 Desember 2018 07:51

Dibacok, Sepeda Motor Dirampas

SURABAYA   -  Begal sepeda motor kembali memakan korban. Kali…

Selasa, 18 Desember 2018 08:20

Simpan Sabu, Dua Pemuda Dicokok Polisi

TANA PASER  –  Dua pemuda asal Desa Songka dan Batu…

Selasa, 18 Desember 2018 08:18

Kabur Usai Bakar Rumah Orangtua

SANGGAU  -  Satu unit rumah terbakar di Dusun Pedalaman, Desa…

Selasa, 18 Desember 2018 08:15

Bendahara Dispar Poso Dilaporkan Hilang

POSO   -  Bendahara Dinas Pariwisata (Dispar) Poso, Ahmad Sapta…

Selasa, 18 Desember 2018 08:13

Dompeng Pelaku PETI Dimusnahkan

MANDOR   -  Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di…

Senin, 17 Desember 2018 08:05

Modus Order Fiktif, Gelapkan 88 Handphone

SURABAYA    -   Ahmad Faisol Dardiri, 25, terpaksa merayakan…

Senin, 17 Desember 2018 08:04

Dendam, Pisau Bersarang ke Dada

JAMBI  –   Masih ingat kejadian penusukan terhadap Agus Tomi…

Senin, 17 Desember 2018 08:03

Tewas Ketika Panen Sawit

SAMPIT   -   Nasib malang dialami Darmoko. Pria 34…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .