MANAGED BY:
SENIN
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 09:28
Dalam Sebulan Kewalahan Tangani Mayat

dr Irene Inunu

dr Irene Inunu

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Maraknya penemuan mayat di Balikpapan, ternyata dampaknya juga dirasakan oleh dokter spesialis forensik di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Irene Inunu. Pasalnya, dalam sebulan terakhir, dia menangani belasan jenazah dalam kondisi berbeda-beda. Mulai dari korban gantung diri hingga korban pembacokan.

Seperti diketahui, dalam kurun waktu sebulan saja, ada belasan temuan mayat di Balikpapan. Proses visum ataupun autopsi dilakukan di RSKD. Berhadapan dengan mayat dalam berbagai kondisi, tidak membuat nyali Irene ciut. Dia telah terbiasa dengan pekerjaannya itu. Hanya saja, terkadang dia merasa miris, ketika melihat mayat dengan kondisi mengenaskan.

“Kalau takut sih, enggak. Cuma kadang saya merasa miris kalau lihat mayat yang kondisinya membusuk, terpisah, sama bentuknya nggak jelas. Itu saya berpikir kok tega, ya? Kok bisa ya seperti ini? Tapi, ya, ini sudah menjadi risiko pekerjaan saya,” kata Irene, kemarin (12/2)

Penanganan mayat untuk kebutuhan penyelidikan, butuh waktu yang tidak sebentar. Dia mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian korban, tidak cukup satu hari saja. Apalagi, ketika kondisi tubuh mayat yang sudah membusuk dan tak berbentuk, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Ya, tergantung kondisi mayat. Kalau dia tewasnya baru, ya, bisa saja cepat diketahui penyebabnya. Tapi, kalau dia tewasnya sudah lama, membusuk, atau bentuknya yang sudah terpisah, juga sangat menyulitkan kami untuk mengetahui penyebabnya. Jadi masing-masing mayat itu berbeda-beda,” ujarnya.

Kendala lain juga ditemukan saat melakukan penanganan mayat untuk kebutuhan penyelidikan. Yakni, terdapat campur tangan warga saat awal mayat ditemukan. Warga yang membantu evakuasi harus berhati-hati. Sebab, banyak contoh kasus, proses pengambilan informasi dan data dari korban terganggu lantaran adanya sidik jari warga di tubuh korban.

“Contoh kalau korban gantung diri, kadang ada warga yang inisiatif mau putuskan talinya dengan bermaksud untuk menolong dan menyelamatkan korban. Tapi, justru begitu sidik jari dia tertinggal di situ dan sedikit menghambat proses forensik,” ungkap wanita kelahiran Bontang ini.

Irene pun mengimbau kepada warga, apabila menemukan sosok mayat, alangkah baiknya langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Hal ini agar penanganan forensiknya bisa berjalan dengan lancar.  (yad/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 18 Februari 2018 10:54

Berkorban, Ayah dan Anak Tewas

BALIKPAPAN - Demi anak, apa pun rela dikorbankan, termasuk nyawa. Kemarin (17/2), Abdul Basit (48) menceburkan…

Minggu, 18 Februari 2018 10:45

Basit, Petani Penerima Penghargaan HUT Kota

BALIKPAPAN - Meninggalnya Abdul Basit (48) beserta putra ketiganya Abdillah Lutfie (2) meninggalkan…

Minggu, 18 Februari 2018 10:39

Dayung Hanyut, Pandi Hilang di Laut

BALIKPAPAN - Niat hati menikmati liburan dengan bersenang-senang memancing ke tengah laut malah berujung…

Minggu, 18 Februari 2018 10:32

Dua Sejoli Keroyok Mantan Pacar

BALIKPAPAN - Niat melanjutkan hubungan ke pelaminan kandas gara-gara tak mampu menguasai emosi. Nasib…

Minggu, 18 Februari 2018 10:25

Tiga Motor Parkir Dibakar, Pelaku Masih Buron

BALIKPAPAN - Warga RT 34 Muara Rapak mendapatkan teror kejahatan dari oknum tak dikenal. Tiga motor…

Minggu, 18 Februari 2018 10:23

Persija Juara Piala Presiden 2018

JAKARTA - Euforia publik ibu kota negara tak terhindarkan usai Persija sukses merebut Piala Presiden…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:53

Polairud Amankan Barang Ilegal Bernilai Ratusan Juta

BALIKPAPAN   -  Sebuah kapal diamankan kapal patroli Direktorat Polisi Perairan Udara (Ditpolairud)…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:51

Empat Pemerkosa, Satu Jadi Tersangka

BALIKPAPAN  -  Polisi bergerak cepat mengusut kasus pemerkosaan yang dialami tiga siswi SMA…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:49

Gagal Curi Helm, Dua ABG Dihajar Massa

BALIKPAPAN  -  Dua bocah ingusan, Achmad Suyah dan Fani, pada Kamis (15/2) malam kena batunya.…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:46

Menguji Keangkeran GBK

JAKARTA  -  Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bagi Persija berarti membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .