MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Selasa, 13 Februari 2018 09:44
Ketika Bunuh Diri Jadi Pilihan

PROKAL.CO, JIKA  melihat sosoknya, bisa ditebak pria ini adalah pribadi yang ramah dan humoris. Sebut saja Rio (32). Kesehariannya mengurus usaha peternakan di Balikpapan. Dia terbilang cukup beruntung. Selain memiliki wajah tampan dan tubuh atletis, dia juga mandiri. Tak sedikit kaum hawa yang ingin berkenalan dengannya.

Begitupun saat masih duduk di bangku SMA di kawasan Balikpapan Selatan. Namun, hanya ada seorang yang mampu mencuri perhatian Rio. Dia adalah Irma (nama samaran), teman seangkatannya. Singkat cerita, mereka kemudian berkenalan. Sekira dua tahun saling mengenal, keduanya tak lagi berjumpa. Ini setelah orangtua Irma pindah tugas ke Surabaya.

Tahun 2015, Rio bertemu lagi dengan Irma di salah satu pusat perbelanjaan di Balikpapan. Mereka kemudian intens berkomunikasi. Sesekali Rio mengajak Irma jalan. Bak gayung bersambut, Rio kepincut saat mengetahui Irma belum punya gandengan.

“Sempat grogi waktu mau ajak dia jalan. Eh, ternyata nggak ditolak,” terang Rio yang terlihat semangat bercerita.

Proses pendekatan dilakukan Rio selama tiga bulan. Dia pun memberanikan diri melamar Irma pada Juni 2015. Sebulan kemudian, prosesi pernikahan dilangsungkan.

Berjalannya waktu, keluarga Rio terlihat bahagia. Pada Maret 2016, kebahagiaan itu semakin bertambah. Buah cinta keduanya lahir. Bayi laki-laki berwajah tampan nan mungil menjadi pelengkap keluarga mereka. Tak hanya dikaruniai anak, perekonomian Rio juga semakin baik. Usaha peternakannya mendatangkan keuntungan besar.

Namun sayang, keharmonisan keluarga itu tidak bertahan lama. Irma mulai menunjukkan sifat aslinya.  Dia sering keluar rumah. Awalnya Rio tak pernah curiga dengan perubahan sikap istrinya. Maklum, Rio termasuk suami yang super sibuk. Saban hari berada di peternakan. Rio hanya bisa berkumpul dengan keluarga ketika hari mulai petang. Sehingga, perhatian ke istri dan anaknya agak berkurang.

“Ya, kalau ketemu keluarga paling malam,” akunya.

Sementara itu, Irma yang dulunya keluar rumah seminggu dua kali, bertambah hingga lima kali dalam seminggu. Irma beralasan kumpul bareng teman-teman, mengikuti kegiatan sosial, arisan, dan kegiatan lainnya.

“Ada saja alasannya keluar rumah. Kalau dilarang, bawaannya ngambek. Anak jadi tak terurus karena selalu dititip di rumah orangtua,” tuturnya.

Hingga suatu malam, saat Rio makan malam bersama Irma di ruang makan, tiba-tiba handphone Irma berdering. Irma menerima sambungan telepon tersebut sembari sedikit menjauh. Hal itu pun terulang pada malam berikutnya. Nada bicaranya yang pelan, membuat Rio curiga.

Pada Oktober 2017, usaha peternakan Rio mulai goyang akibat rekan kerjanya pergi. Silih berganti cobaan mulai menerpa Rio. Ayahnya meninggal dunia, menyusul ibunya sebulan kemudian. Usaha peternakannya pun mulai menunjukkan kebangkrutan. Hewan ternak banyak yang mati mendadak. Imbasnya, tidak ada pemasukan. Padahal, dia harus membayar gaji lima karyawannya dan menyicil pinjaman bank.

“Saat itu yang kepikiran hanya keluarga dan karyawan. Kasihan karyawan kalau tidak digaji,” kenangnya.

Tidak hanya itu, Rio harus merelakan barang-barang berharganya dijual, seperti mobil dan sepeda motor. Rio yang tengah dirundung kesusahan, namun Irma tak menaruh rasa iba.

Hingga suatu hari, saat Rio duduk santai di warung kopi, Rio melihat Irma keluar dari sebuah mobil. Sepintas terlihat, di dalam mobil itu ada sosok pria mengenakan kemeja warna hitam. Namun, Rio menganggap mereka hanya berteman.

Puncaknya, Desember 2017, Rio yang tengah duduk santai di teras rumah tiba-tiba dihampiri Irma. Bak disambar petir di siang bolong, Irma mengungkapkan keinginannya untuk bercerai. Rio terkejut bukan kepalang. Terlebih, saat dirinya membaca percakapan mesra di Whatsapp antara istrinya dengan seorang pria.

“Setelah bilang mau cerai, Irma tinggal di rumah orangtuanya,” akunya.

Belum selesai permasalahan cerai, permasalahan lain kembali muncul. Sang buah hati mengalami sakit cukup serius. Organ ginjalnya tak berfungsi baik. Sang anak harus menjalani proses cuci darah seminggu sekali. Biaya yang diperlukan pun cukup besar.

Musibah yang silih berganti menerpa Rio, mulai memengaruhi dirinya. Dia mulai goyah. Dalam benaknya, muncul keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Beberapa kali dia mencoba untuk bunuh diri. Mulai dari melompat dari atas jembatan, gantung diri dengan seutas tali, hingga nyaris memotong nadi.

Namun, suatu hari Rio menemukan titik baliknya. Ketika merenung, tiba-tiba saja Rio mengingat hal terpenting dalam hidupnya, yaitu Allah SWT dan sang buah hati.

“Saya ingat Allah. Masih ada anak yang membutuhkan. Saya merasa, dia akan sedih kalau saya depresi,” imbuhnya.

Dia lantas mengingat kembali perjuangan hidupnya. Hal itulah yang membuatnya merasa lebih bersyukur dengan kehidupannya kini. Ya, Rio bangkit. Anak menjadi penyemangatnya dalam menjalani hidup. Rio bersyukur keinginan bunuh diri tidak kesampaian. Hal ini dijadikannya pelajaran hidup.

“Selalu ingat apa yang kita cintai dan mereka yang mencintai kita. Rasa cinta itu motivasi sebenarnya,” tuturnya.

Rio pun berharap, setiap manusia mau membantu sesamanya yang tengah dilanda depresi atau kecemasan. “Temenin saja terus, hibur sampai dia senang,” pungkasnya. (dan/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 08:17

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Pelaku Sodomi Ini Banding

BALIKPAPAN  -   Tokoh pemuda yang namanya sempat harum sampai tingkat nasional, Pandu…

Kamis, 20 September 2018 08:14

La Yappe Bisa Dijerat Pembunuhan Berencana

BALIKPAPAN  -  Penyidik akhirnya melakukan prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…

Kamis, 20 September 2018 08:09

Wali Kota dan 15 Dewan Diperiksa Lagi

BALIKPAPAN   -   Penyidik masih terus melakukan pendalaman lanjutan dugaan kasus korupsi…

Kamis, 20 September 2018 08:07

Dolar Naik, Ini Kiatnya

Jangan beli barang yang pakai bahasa Inggris, harganya mahal. Pakai bahasa ndeso saja, irit. Contohnya:…

Kamis, 20 September 2018 08:06

KEJI..!! Gadis 18 Tahun Digilir di Sawah

PENAJAM   -  Gadis 18 tahun digilir oleh tiga pemuda di tengah sawah di Desa Sumber Sari,…

Rabu, 19 September 2018 07:59

Bapak-Anak Dihadiahi Timah Panas

BALIKPAPAN  -   Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri,…

Rabu, 19 September 2018 07:57

Rekonstruksi Pembunuhan Bacaleg Hari Ini

BALIKPAPAN  -  Polisi berencana menggelar prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Rabu, 19 September 2018 07:55

Anak Pasutri Korban Pembunuhan Terpukul

BALIKPAPAN  -  Masjid Al Mushawwir yang berada di Strat 6, Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .