MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Selasa, 13 Februari 2018 09:59
Rizal: Tuan Rumah Harus Lebih Hebat dari Tamu
BURSA KERJA:Persaingan untuk memperebutkan lapangan kerja semakin ketat. Untuk itu, Wali Kota Rizal Effendi meminta kepada warga Balikpapan supaya lebih hebat dari para pendatang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Persaingan di zaman sekarang ini cukup ketat. Hal ini berlaku hampir di semua sektor, baik di dunia kerja, bisnis, maupun jabatan di pemerintahan maupun di perusahaan swasta.

Menurut Wali Kota Rizal Effendi, persaingan tersebut juga terjadi di Balikpapan sehingga Kosep tuan rumah di negeri sendiri telah mengalami perubahan.

“Kalau dulu menjadi tuan rumah punya kekuatan dan kesempatan. Tapi sekarang telah berubah,” hal ini diungkapkan Wali Kota Rizal Effendi saat pengukuhan pengurus Himas Kota Balikpapan di Hotel HER, baru-baru ini.

Menurutnya, akibat persaingan tersebut maka tuan rumah harus lebih hebat dengan para tamu, karena para tamu yang datang ke Balikpapan rata-rata cukup hebat.

“Jadi  tuan rumah harus lebih hebat dari tamu. Nah, kalau perlu kita ini harus lebih hebat ketika bertamu di tempar orang lain. Jadi konsep menjadi tuan rumah di negeri sendiri benar-benar telah mengalami perubahan,” tuturnya.

Rizal mencontohkan di lingkungan pemerintahan tidak bisa lagi dibatasi pejabat dari luar untuk bertugas di Balikpapan.

“Sejak ada KTP Nasional bisa saja orang Papua jadi pejabat di Balikpapan. Apalagi setingkat kepala dinas ada yang namanya open bidding  (lelang jabatan). Jadi siapa saja bisa masuk dan tidak lagi ditunjuk oleh kepala daerah,” terangnya.

Selaku putera asli Kalimantan Rizal mengakui bahwa putera-putera daerah asal Kalimantan Timur masih sangat sulit bersaing untuk menduduki jabatan penting di lingkungan pemerintahan setingkat menteri ataupun dijajaran Mabes Polri dan Mabes TNI.

“Orang Kaltim belum ada menteri dan jenderal Polri dan TNI mungkin juga belum ada. Tapi berbeda dengan orang Sulawesi yang banyak pejabat di pusat. Bahkan sudah menjadi wakil presiden, dulu pak Habibie sekarang pak JK (Jusuf Kalla),” akunya.

Menurut Rizal, orang Kaltim seakan mabuk dengan kemakmuran sumber daya alam. (SDA).

“Orang yang kaya akan sumber daya alam orangnya jadi tidak kreatif, orangnya tidak kompetitif dan orang bukan pekerja keras. Dulu punya tebang kayu jadi orang kaya, pembongkar tanah jadi orang kaya dapat batu bara. Yang ada orang kaya baru (OKB). Tapi sekarang OKB dari kayu dan batu bara banyak yang jadi miskin. Jadi cepat kaya tapi juga cepat miskin,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan yang terjadi dengan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam mulai ketinggalan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.

“Sekarang ini Indonesia termasuk negara yang galau. Kita masuk dalam dunia teknologi IT (teknologi informasi) yang sangat cepat berubah. Anak-anak kita disebut anak-anak generasi milenial. Sekarang ini dengan handphone kita sudah bisa bertatap muka. Celakanya dengan teknologi IT untuk bekerja tidak banyak pakai orang. Padahal Indonesia jumlah penduduknya sangat banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan cukup banyak,” tandasnya.

Seperti yang terjadi saat ini di sektor transportasi terdapat transportasi konvesional dan transportasi online.

“Kalau bisa jujur mau pilih yang mana semua pasti pilih taksi online. Nah sudah murah, cepat, dan aman. Tapi di sisi lain ada saudara kita yang bekerja di taksi konvensional kehilangan mata pencaharian karena pendapatan berkurang,” akunya.

“Suka tidak suka kita semua harus berhadapan dengan situasi seperti ini. Jadi di era teknologi sekarang ini kita harus mampu berkompetisi dengan baik karena kita semua tak bisa lagi menghindari persaingan yang semakin ketat ini,” pungkasnya.(vie)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 08:43

Lubang Galian Ancam Pengguna Jalan

BALIKPAPAN –  Lubang galian jaringan gas (jasgas) beberapa bagian belum ditutup secara maksimal,…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:42

Menunggu Surat Keputusan untuk Program SPGRM di GSI

BALIKPAPAN  –  Pengusulan mengenai program stimulan partisipasi gotong royong masyarakat…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:41

Sampah Berserakan di TPS hingga ke Dalam Parit

BALIKPAPAN  – Tumpukan sampah rumah tangga yang berserakan di pinggir jalan, parit maupun…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:40

Pedagang di Pasar Modern Ramayana Mengeluh, Ini Sebabnya

BALIKPAPAN  -  Kelurahan Muara rapak melakukan kegiatan monitoring dengan rutin, salah satunya…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:40

Belum Temukan Lokasi TPS

BALIKPAPAN  –   Tempat pembuangan sampah (TPS) tak resmi yang berada di Jalan Letjend…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:37

SPGRM Gunung Bahagia Sisakan satu RT

BALIKPAPAN  -  Sebanyak lima RT yang terdapat di Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan,…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:37

Posko Embarkasi Haji Berangkatkan Pengungsi

BALIKPAPAN  - Embarkasi Haji Batakan merupakan salah satu posko penampungan sementara bagi pengungsi…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:36

Eduwisata TPA Manggar Dikunjungi Siswa SD

BALIKPAPAN  – Memberi pendidikan sejak dini kepada anak memang sangat diperkenankan. Dan…

Senin, 22 Oktober 2018 08:06

Kelurahan Baru Tengah Galakkan Germas

BALIKPAPAN  –  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan suatu tindakan sistematis…

Senin, 22 Oktober 2018 08:04

Imbau Warga Aktifkan Kembali Siskamling

BALIKPAPAN  –  Demi menjaga stabilitas lingkungan sekitar, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .