MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Selasa, 13 Februari 2018 09:59
Rizal: Tuan Rumah Harus Lebih Hebat dari Tamu
BURSA KERJA:Persaingan untuk memperebutkan lapangan kerja semakin ketat. Untuk itu, Wali Kota Rizal Effendi meminta kepada warga Balikpapan supaya lebih hebat dari para pendatang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Persaingan di zaman sekarang ini cukup ketat. Hal ini berlaku hampir di semua sektor, baik di dunia kerja, bisnis, maupun jabatan di pemerintahan maupun di perusahaan swasta.

Menurut Wali Kota Rizal Effendi, persaingan tersebut juga terjadi di Balikpapan sehingga Kosep tuan rumah di negeri sendiri telah mengalami perubahan.

“Kalau dulu menjadi tuan rumah punya kekuatan dan kesempatan. Tapi sekarang telah berubah,” hal ini diungkapkan Wali Kota Rizal Effendi saat pengukuhan pengurus Himas Kota Balikpapan di Hotel HER, baru-baru ini.

Menurutnya, akibat persaingan tersebut maka tuan rumah harus lebih hebat dengan para tamu, karena para tamu yang datang ke Balikpapan rata-rata cukup hebat.

“Jadi  tuan rumah harus lebih hebat dari tamu. Nah, kalau perlu kita ini harus lebih hebat ketika bertamu di tempar orang lain. Jadi konsep menjadi tuan rumah di negeri sendiri benar-benar telah mengalami perubahan,” tuturnya.

Rizal mencontohkan di lingkungan pemerintahan tidak bisa lagi dibatasi pejabat dari luar untuk bertugas di Balikpapan.

“Sejak ada KTP Nasional bisa saja orang Papua jadi pejabat di Balikpapan. Apalagi setingkat kepala dinas ada yang namanya open bidding  (lelang jabatan). Jadi siapa saja bisa masuk dan tidak lagi ditunjuk oleh kepala daerah,” terangnya.

Selaku putera asli Kalimantan Rizal mengakui bahwa putera-putera daerah asal Kalimantan Timur masih sangat sulit bersaing untuk menduduki jabatan penting di lingkungan pemerintahan setingkat menteri ataupun dijajaran Mabes Polri dan Mabes TNI.

“Orang Kaltim belum ada menteri dan jenderal Polri dan TNI mungkin juga belum ada. Tapi berbeda dengan orang Sulawesi yang banyak pejabat di pusat. Bahkan sudah menjadi wakil presiden, dulu pak Habibie sekarang pak JK (Jusuf Kalla),” akunya.

Menurut Rizal, orang Kaltim seakan mabuk dengan kemakmuran sumber daya alam. (SDA).

“Orang yang kaya akan sumber daya alam orangnya jadi tidak kreatif, orangnya tidak kompetitif dan orang bukan pekerja keras. Dulu punya tebang kayu jadi orang kaya, pembongkar tanah jadi orang kaya dapat batu bara. Yang ada orang kaya baru (OKB). Tapi sekarang OKB dari kayu dan batu bara banyak yang jadi miskin. Jadi cepat kaya tapi juga cepat miskin,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan yang terjadi dengan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam mulai ketinggalan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.

“Sekarang ini Indonesia termasuk negara yang galau. Kita masuk dalam dunia teknologi IT (teknologi informasi) yang sangat cepat berubah. Anak-anak kita disebut anak-anak generasi milenial. Sekarang ini dengan handphone kita sudah bisa bertatap muka. Celakanya dengan teknologi IT untuk bekerja tidak banyak pakai orang. Padahal Indonesia jumlah penduduknya sangat banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan cukup banyak,” tandasnya.

Seperti yang terjadi saat ini di sektor transportasi terdapat transportasi konvesional dan transportasi online.

“Kalau bisa jujur mau pilih yang mana semua pasti pilih taksi online. Nah sudah murah, cepat, dan aman. Tapi di sisi lain ada saudara kita yang bekerja di taksi konvensional kehilangan mata pencaharian karena pendapatan berkurang,” akunya.

“Suka tidak suka kita semua harus berhadapan dengan situasi seperti ini. Jadi di era teknologi sekarang ini kita harus mampu berkompetisi dengan baik karena kita semua tak bisa lagi menghindari persaingan yang semakin ketat ini,” pungkasnya.(vie)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 09:05

Rayakan Valentine, Diduga Berbuat Mesum

BALIKPAPAN  -  Hari kasih sayang atau yang dikenal dengan Valentine Day yang biasa dirayakan…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:03

Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Tak Terlalu Bergejolak

BALIKPAPAN  -   Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Klandasan merangkak…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:02

Weekend, Pasar Karang Joang Ramai Pengunjung

BALIKPAPAN  -   Di hari biasa, kondisi pengunjung Pasar Rakyat Karang Joang yang terletak…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:01

Dua Sekolah Usulkan Pembuatan Pagar dan Jaringan Internet

BALIKPAPAN  -  Musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan yang digelar…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:01

Drainase di RT 41 Jadi Prioritas Margo Mulyo

BALIKPAPAN -  Sejumlah usulan dari hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di tingkat…

Sabtu, 17 Februari 2018 09:00

Petani Minta Diprioritaskan

BALIKPAPAN  –  Di Hari Jadi ke-121 Kota Balikpapan, petani sayur Teritip Kuswanto berharap…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:59

Libur Imlek, Pantai Manggar Sepi

BALIKPAPAN   -  Libur nasional dalam rangka tahun baru Imlek ternyata tidak memberikan…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:59

Lamaru Sinergi Jaga Kamtibmas

BALIKPAPAN  -  Kondusifnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat RT, tergantung…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:21

Imlek, Berkah Pemain Barongsai

BAGI  warga Tionghoa, atraksi barongsai jadi hiburan wajib saat perayaan Imlek, tak terkecuali…

Jumat, 16 Februari 2018 08:49

Warga Prapatan Diingatkan Bahaya Difteri

BALIKPAPAN   -   Pihak Kelurahan Prapatan bersama mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .