MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 13 Februari 2018 10:08
Proyek WTP Lawe-Lawe Capai 64 Persen

AIR BERSIH

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar, yakni terkait pemenuhan kebutuhan air bersih.

Pasalnya, produksi air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya mampu melayani sekira 18 persen. Itu pun yang dikelola dari empat water treatment plant (WTP), yakni WTP Lawe-Lawe, Sepaku, Sotek dan Waru.

Namun, produksi yang terbesar hanya dihasilkan WTP Lawe-Lawe, yakni 70 liter per detik. Sementara WTP Sepaku hanya 20 liter per detik, WTP Waru 10 liter per detik, dan WTP Sotek hanya 5 liter per detik. 

Untuk meningkatkan layanan air bersih tersebut, pemerintah daerah tengah membangun WTP Lawe-Lawe dengan kapasitas produksi 300 liter per detik. Sementara untuk daya tampung airnya sebanyak 3.000 kubik. WTP Lawe-Lawe akan melayani warga di Kecamatan Penajam sampai Kecamatan Waru. Proyek multiyear itu telah dibangun sejak 2015 lalu. Kini progresnya telah mencapai 64 persen.

“Progres WTP Law-Lawe kisaran 64 persen,” kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum PPU Supardi, kemarin (12/2).

Supardi menyatakan, mesin pompa WTP dalam proses pengiriman. Namun, mesin pompa akan dipasang dalam waktu dekat ini.

“Kalau dihitung penyediaan material di lapangan sudah ada 85 persen. Kita sementara menunggu untuk pemasangan mesin pompa dan pembuatan intake (penampungan air),” terang dia.

Proyek WTP yang menelan anggaran Rp 44 miliar ditarget rampung pada Juli 2018. Supardi menyatakan, PDAM Danum Taka PPU bisa mengoperasikannya pada Agustus. “Kalau selesai Juli, maka Agustus sudah bisa dioperasikan,” ungkapnya.

WTP dengan kapasitas produksi air bersih 300 liter per detik itu, Supardi memastikan, akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pasalnya, kebutuhan warga Kecamatan Penajam dan sekitarnya belum sampai 300 liter per detik.

“Saya kira pengoperasiannya tidak sepenuhnya 300 liter per detik. Kebutuhan masyarakat belum sebesar itu. Kita prediksi, 10 tahun ke depan baru bisa dioperasikan sepenuhnya untuk melayani masyarakat Penajam dan Waru,” terangnya. (kad/rus/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:00

BERPOTENSI GENJOT PAD

 Pemerintah Kota Balikpapan akan mengoperasikan kembali eks Pelabuhan Feri Somber…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:59

Perusakan APK Caleg Mulai Marak

BALIKPAPAN  -  Perusakan alat peraga kampanye (APK) calon anggota legislatif…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:58

KPU Bantah Surat Suara Beredar lewat Video

BALIKPAPAN  -  Belakangan banyak beredar video tentang surat suara yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:57

Gubernur Bantah Diskriminasi dalam Kebijakan Pembangunan

SAMARINDA   -  Gubernur Isran Noor membantah adanya informasi yang mengatakan,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:57

Kaltim Tuan Rumah Fornas V

SAMARINDA  -  Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapatkan kepercayaan sebagai tuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:56

Pastikan Produk Halal, Silakan Lapor Badan POM

BALIKPAPAN  -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Balikpapan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:55

Warga Binaan Mampu Produksi Gitar Akustik

BALIKPAPAN  -  Berada di dalam tahanan tidak membuat warga binaan…

Jumat, 18 Januari 2019 08:54

SATWA DILINDUNGI

Bekantan atau Nasalis larvatus merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan. Hewan…

Jumat, 18 Januari 2019 08:53

Pj. Sekprov Minta ASN Netral dan Tidak Golput

SAMARINDA  -  Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Meiliana meminta…

Jumat, 18 Januari 2019 08:51

Lakukan Perekaman E-KTP, Warga Binaan Punya Hak Pilih

BALIKPAPAN  -  Warga binaan Lapas Kelas II dan Rutan Kelas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*