MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 22 Februari 2018 09:44
Kontraktor: Pekerjaan Sesuai dengan RAB

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kontraktor pelaksana proyek pembangunan pos pemadam kebakaran di Km 11, Karang Joang, Balikpapan Utara, Sakkaria membantah jika pekerjaannya disebut terindikasi korupsi.

 Sakkaria mengatakan, tanggung jawab kontraktor dalam membangun pos PMK telah 100 persen selesai pada Maret 2017. 100 persen itu hanya fisik utama. Tidak termasuk fasilitas PMK. Pelaksanaan pekerjaan itu dimulai sejak 2016 lalu.

 “Jangan hanya dilihat dari besarnya anggaran, lalu dibandingkan pos pemadam kebakaran yang belum tuntas secara keseluruhan. Tetapi, harus dilihat dari sisi teknis, biar tidak salah penilaian. Yang jelas, anggaran Rp 3,9 miliar sudah terserap 100 persen, sudah dikoordinasikan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), serta sudah sesuai dengan RAB (rencana anggaran biaya),” ucap Sakkaria kepada Balikpapan Pos, Rabu (21/2).

 Sakkaria menjelaskan, konstruksi gedung PMK cukup menyedot biaya karena dibangun di lahan yang curam. Sehingga, harus diperkuat dengan konstruksi yang aman berupa bore pile. Bukan pancang kayu ulin.

 “Kemiringan di area belakang gedung bisa 10 meteran. Dan, itu yang harus diperkuat konstruksinya karena tanahnya labil. Saya tidak mau asal mengerjakan, apalagi bagian konstruksi fondasi. Nanti-nanti bisa roboh dan bermasalah di kemudian hari,” ungkapnya.

 

Selain membantah adanya indikasi korupsi, Sakkaria juga membantah kabar yang menyebut kontraktor kabur.

 

“Saya tidak lari (kabur), saya di Balikpapan. Ngapain lari? Toh, pekerjaan di gedung PMK sudah selesai 100 persen sesuai anggaran yang disiapkan pemerintah kota. Memang anggaran Rp 3,9 miliar itu tidak sampai fasilitas penunjang,” tuturnya.

 

Penjelasan Sakkaria senada dengan Sekretaris BPBD, Ambo Dai. Saat diwawancarai Balikpapan Pos Selasa (19/2) lalu, Ambo juga dengan tegas membantah jika kontraktor dikatakan kabur.

 

“Kontraktor juga enggak lari. Dia kontraktor Balikpapan kok, jadi koordinasi tetap jalan. Karena ada pemeliharaan, apa yang masih kurang-kurang, kontraktor siap mengerjakan,” sebut Ambo Dai.

 

Dia membeberkan, pos PMK belum bisa difungsikan pada 2017 lalu lantaran terkendala dana penunjang fasilitas gedung.

 

“Ini baru dianggarkan pada 2018 tahun ini. Jadi, gedung itu bukan mangkrak, namun (BPBD) kami masih menunggu anggaran untuk difungsikan. Karena ada beberapa hal yang harus dilengkapi untuk memfungsikan gedung itu, seperti penyambungan arus listrik, penyambungan air PDAM, papan nama, tempat tidur, dan lain sebagainya. Itu semua baru dianggarkan pada 2018 tahun ini,” rinci Ambo.

 

Disebutkan, gedung yang sudah terbangun dua lantai itu menelan anggaran Rp 3,9 miliar. Dana tersebut hanya cukup untuk proyek fisik bangunan. Belum termasuk fasilitas penunjang. Anggaran penunjangnya baru dialokasikan pada tahun 2018.

 

“Kalau sampai selesai sempurna, dana segitu (Rp 3,9 miliar) belum cukup. Makanya jangan heran misalnya pengecatan belum selesai, papan nama belum ada, dan lain sebagainya,” terangnya.

 

Pernyataan Sakkaria dan Ambo Dai secara tidak langsung menampik dugaan yang disampaikan Dewan Pakar Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Balikpapan, Agus Laksito.

 

Sebelumnya, Agus menduga mangkraknya pembangunan pos PMK lantaran adanya markup. Sebab, anggaran Rp 4 miliar yang terbilang cukup, seharusnya dapat berjalan sesuai progres.

 

Ironisnya, dia menambahkan, pekerjaan tersebut telah dilaporkan selesai. Padahal, progres pembangunannya masih 75 persen, bahkan kontraktornya dikabarkan kabur.

“Kata tukangnya, kontraktornya kabur. Padahal uang sudah dibayarkan,” tutur Agus. (rus/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 08:59

Gubernur Apresiasi Kinerja Aparat

SAMARINDA   -   Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi atas kinerja…

Kamis, 21 Juni 2018 08:56

Warga Banyak Lapor Masalah THR dan Macet

JAKARTA  -  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengungkapkan,…

Kamis, 21 Juni 2018 08:56

Pegawai Tambah Libur Dipotong Insentif

SAMARINDA  -  Peringatan keras diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:54

Polres: Tiga Kelurahan Rawan Kecurangan

PENAJAM   -  Polres Penajam Paser Utara (PPU) memberikan perhatian khusus untuk pengamanan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:53

Harga Ayam Ras Masih Tinggi

BALIKPAPAN   -   Pasca Lebaran, harga daging ayam ras di Pasar Klandasan masih tinggi.…

Kamis, 21 Juni 2018 08:53

Juli, Dewan Bahas APBD Perubahan

BALIKPAPAN  -  DPRD mengagendakan pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) pada Juli mendatang.…

Kamis, 21 Juni 2018 08:52

Arus Balik, Perhatikan Tiga Siap

BALIKPAPAN  -  Penumpang arus balik Lebaran mulai terlihat di sejumlah lokasi, seperti jalan…

Rabu, 20 Juni 2018 08:59

Pelabuhan Somber Bakal Difungsikan Lagi

BALIKPAPAN   -   Pemkot Balikpapan sudah menyelesaikan pembayaran dermaga Pelabuhan…

Rabu, 20 Juni 2018 08:57

2019, Wajib Kantongi Sertifikat Halal

BALIKPAPAN   -   Masyarakat, khususnya umat Islam, dituntut selektif memilih rumah…

Rabu, 20 Juni 2018 08:55

Desak TPID dan Disdag Sidak Pasar

BALIKPAPAN  -  Masih tingginya harga komoditas kebutuhan pokok, seperti daging sapi maupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .