MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 07 Maret 2018 09:03
Tas Manik Langganan Wisatawan

Menoropong Produk UMKM Menembus Ekspor (Bagian-1)

INCARAN WISATAWAN: Guna membuka kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, produk lokal dipacu untuk memanfaatkan pelayaran internasional

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Rencana pelayaran internasional langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau 26 Maret mendatang membuka kesempatan bagi produk lokal menembus pasar luar negeri. Utamanya produk kualitas ekspor. Betapa tidak, selain akses yang lebih mudah, biaya logistik juga lebih murah karena dikirim langsung dari daerah asal.

Tas manik yang jamak dijajakan di pusat oleh-oleh Pasar Inpres Kebun Sayur salah satu produk yang potensi karena sejak lama mencatatkan banyak peminat. Tak hanya domestik tapi juga mancanegara.

Hj Upik, salah seorang pedagang souvenir dan aneka aksesoris di Pasar Inpres mengatakan tas manik sejak lama digandrungi wisatawan yang berbelanja kawasan tersebut. Baik domestik maupun mancanegara. "Biasanya untuk oleh-oleh," serunya.

Pantauan Balikpapan Pos, ada beragam koleksi yang disediakan. Hasil kreativitas pengrajin asal Samarinda dan Banjarmasin, Kalsel. Harganya mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Motif khas dayak dianggap kaya pilihan. Yang dibuat pengrajin asal Samarinda. Itu juga yang membuat harganya lebih mahal. Apalagi dalam proses pembuatannya, motif tersebut memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Menariknya, setiap motif yang ditanam memiliki makna yang berbeda. "Kalau dijadikan produk ekspor, kualitas asal Samarinda yang paling baik karena pengrajinnya mayoritas suku Dayak," jelasnya.

Adapun buatan Banjarmasin cenderung dijadikan alternatif karena harganya lebih murah dan hanya tersedia satu motif.

Hal senada juga pedagang lainnya, salah satunya pemilik Toko Pribumi. Kata dia, selain tas ukuran reguler ada juga tas tangan yang juga memiliki tampilan yang sama. Harganya Rp150 ribuan.

Setali tiga uang, pedagang aneka produk kerajinan khas Kalimantan lainnya masih di kawasan yang sama mengatakan volume penjualan tas manik cukup gemilang. "Setiap bulan lebih dari 50 tas laku," ucapnya.

Harga yang dipatok Rp100 ribu untuk tas manik asal Banjarmasin dan hingga Rp250 ribu untuk tas manik anyaman pengrajin Kaltim.

Hj Upik kembali menambahkan, agar rencana ekspor produk favorit wisatawan berjalan mulus, diharapkan adanya kemitraan yang berperan sebagai tim promosi. "Minimal produk diperkenalkan lewat gambar terlebih dahulu. Kalau memang permintaan tinggi, produk dikirim," serunya. Ia pun menyambut antusiasi peluang tersebut. Dia yakin pengrajin turut diuntungkan. "Karena pengrajin di daerah selama ini hanya memasarkan produknya di Balikpapan dan rata-rata home industri, kalau ada kesempatan seperti ini, bagus buat mereka," pukaunya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota akan melakukan pemetaan potensi komoditas kualitas ekspor menyusul rencana pembukaan pelayaran internasional langsung (Direct Call) dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau Maret mendatang, rute Balikpapan-Shanghai. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) selaku pengelola TPK Kariangau di sela Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) yang digelar di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, beberapa waktu lalu.

"Direct Call menjadikan Balikpapan sebagai pintu ekspor. Tantangan berikutnya bagaimana memastikan volume tetap terjaga agar program tetap berjalan," kata Ketua H Yaser Arafat di sela acara.

Dia menjelaskan, komoditas konsumsi berbasis produk olahan menjadi incarannya. Seperti handycraft. Juga olahan buah andalan kota seperti buah naga.

Setelah pemetaan produk, induk asosiasi usaha ini akan menakar respon pasar negara-negara tujuan lewat penyebaran informasi. "Di era digital seperti sekarang sangat mudah melakukan ekspor barang konsumsi. Apalagi di luar negeri, produk-produk handmade memiliki nilai tawar lebih besar," gebunya. Dari situ, barulah produktivitas dipacu. "Kalau permintaan tinggi, pelaku UMKM akan tumbuh, home industri akan menjamur. Di situlah dunia usaha akan bergairah," pukau Yaser, lekat ia disapa. (dra)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 07:50

Pacu Kesadaran Pajak lewat Atpetsi

BALIKPAPAN   -  Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan…

Rabu, 19 Desember 2018 07:49

PPU Rancang Tata Niaga Sawit

PENAJAM  -  Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di…

Rabu, 19 Desember 2018 07:47

Hebat, Kopi Toraja Tembus Pasar Jepang

JAKARTA   - Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan pengembangan kopi…

Selasa, 18 Desember 2018 08:13

Besok, Pelni Layani Rute Ekstra ke Bitung

BALIKPAPAN   -  Guna mengakomodir calon penumpang yang ingin merayakan…

Selasa, 18 Desember 2018 08:07

Horison Sagita Gelar Customer Gathering

BALIKPAPAN  -   Hotel Horison Sagita Balikpapan pada Jumat (14/12)…

Selasa, 18 Desember 2018 08:06

Harga Ikan Masih Stabil

JELANG   libur Natal pada bulan Desember ini harga beberapa…

Selasa, 18 Desember 2018 08:03

Harga Sawit Anjlok, Ini Saran Jokowi ke Petani

JAMBI  -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal…

Senin, 17 Desember 2018 07:55

2018, Bisnis Properti Melambat

JAKARTA   -   Bisnis real estate masih 11-12 dengan tahun lalu,…

Senin, 17 Desember 2018 07:53

Bisnis Jaringan Pemasaran di Indonesia Makin Menggiurkan

JAKARTA   -  Pertumbuhan teknologi digital, terutama di bidang pemasaran…

Senin, 17 Desember 2018 07:53

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga dan Pasokan Pangan Stabil

JAKARTA   -  Menjelang hari raya Natal dan tahun baru 2019,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .