MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 07 Maret 2018 09:03
Tas Manik Langganan Wisatawan

Menoropong Produk UMKM Menembus Ekspor (Bagian-1)

INCARAN WISATAWAN: Guna membuka kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, produk lokal dipacu untuk memanfaatkan pelayaran internasional

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Rencana pelayaran internasional langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau 26 Maret mendatang membuka kesempatan bagi produk lokal menembus pasar luar negeri. Utamanya produk kualitas ekspor. Betapa tidak, selain akses yang lebih mudah, biaya logistik juga lebih murah karena dikirim langsung dari daerah asal.

Tas manik yang jamak dijajakan di pusat oleh-oleh Pasar Inpres Kebun Sayur salah satu produk yang potensi karena sejak lama mencatatkan banyak peminat. Tak hanya domestik tapi juga mancanegara.

Hj Upik, salah seorang pedagang souvenir dan aneka aksesoris di Pasar Inpres mengatakan tas manik sejak lama digandrungi wisatawan yang berbelanja kawasan tersebut. Baik domestik maupun mancanegara. "Biasanya untuk oleh-oleh," serunya.

Pantauan Balikpapan Pos, ada beragam koleksi yang disediakan. Hasil kreativitas pengrajin asal Samarinda dan Banjarmasin, Kalsel. Harganya mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Motif khas dayak dianggap kaya pilihan. Yang dibuat pengrajin asal Samarinda. Itu juga yang membuat harganya lebih mahal. Apalagi dalam proses pembuatannya, motif tersebut memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Menariknya, setiap motif yang ditanam memiliki makna yang berbeda. "Kalau dijadikan produk ekspor, kualitas asal Samarinda yang paling baik karena pengrajinnya mayoritas suku Dayak," jelasnya.

Adapun buatan Banjarmasin cenderung dijadikan alternatif karena harganya lebih murah dan hanya tersedia satu motif.

Hal senada juga pedagang lainnya, salah satunya pemilik Toko Pribumi. Kata dia, selain tas ukuran reguler ada juga tas tangan yang juga memiliki tampilan yang sama. Harganya Rp150 ribuan.

Setali tiga uang, pedagang aneka produk kerajinan khas Kalimantan lainnya masih di kawasan yang sama mengatakan volume penjualan tas manik cukup gemilang. "Setiap bulan lebih dari 50 tas laku," ucapnya.

Harga yang dipatok Rp100 ribu untuk tas manik asal Banjarmasin dan hingga Rp250 ribu untuk tas manik anyaman pengrajin Kaltim.

Hj Upik kembali menambahkan, agar rencana ekspor produk favorit wisatawan berjalan mulus, diharapkan adanya kemitraan yang berperan sebagai tim promosi. "Minimal produk diperkenalkan lewat gambar terlebih dahulu. Kalau memang permintaan tinggi, produk dikirim," serunya. Ia pun menyambut antusiasi peluang tersebut. Dia yakin pengrajin turut diuntungkan. "Karena pengrajin di daerah selama ini hanya memasarkan produknya di Balikpapan dan rata-rata home industri, kalau ada kesempatan seperti ini, bagus buat mereka," pukaunya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota akan melakukan pemetaan potensi komoditas kualitas ekspor menyusul rencana pembukaan pelayaran internasional langsung (Direct Call) dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau Maret mendatang, rute Balikpapan-Shanghai. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) selaku pengelola TPK Kariangau di sela Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) yang digelar di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, beberapa waktu lalu.

"Direct Call menjadikan Balikpapan sebagai pintu ekspor. Tantangan berikutnya bagaimana memastikan volume tetap terjaga agar program tetap berjalan," kata Ketua H Yaser Arafat di sela acara.

Dia menjelaskan, komoditas konsumsi berbasis produk olahan menjadi incarannya. Seperti handycraft. Juga olahan buah andalan kota seperti buah naga.

Setelah pemetaan produk, induk asosiasi usaha ini akan menakar respon pasar negara-negara tujuan lewat penyebaran informasi. "Di era digital seperti sekarang sangat mudah melakukan ekspor barang konsumsi. Apalagi di luar negeri, produk-produk handmade memiliki nilai tawar lebih besar," gebunya. Dari situ, barulah produktivitas dipacu. "Kalau permintaan tinggi, pelaku UMKM akan tumbuh, home industri akan menjamur. Di situlah dunia usaha akan bergairah," pukau Yaser, lekat ia disapa. (dra)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 08:07

Pedagang HP di Toko Mulai Kehilangan Pembeli

JAKARTA   -  Penjualan handphone pada 2018 ini tampak lesu dibanding tahun-tahun sebelumnya.…

Senin, 18 Juni 2018 08:06

Dana Nganggur Pemda Capai Rp 212 Triliun

JAKARTA   -  Pemerintah telah menyalurkan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD)…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

Lebaran Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi RI

JAKARTA   -  Perayaan Idul Fitri tahun ini diiringi dengan libur panjang serta tambahan…

Senin, 18 Juni 2018 08:04

Harga Cabai Diprediksi Stabil Tiga Minggu Lagi

JAKARTA   -  Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp 60.000 per kilogram (kg)…

Senin, 18 Juni 2018 08:03

Bandara Ngurah Rai Bali, Paling Ramai Saat Mudik Lebaran

JAKARTA   -  Trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018 meningkat dibandingkan…

Rabu, 13 Juni 2018 07:57

Dorong Perputaran Ekonomi Daerah

JAKARTA   –  Ramadan dan Lebaran menjadi masa panen bagi pelaku usaha di berbagai…

Rabu, 13 Juni 2018 07:54

Nest Promo untuk Calon Pengantin

KPFM BALIKPAPAN  -  Nest Family Reflexology & Spa Balikpapan selama Ramadan ini hanya…

Rabu, 13 Juni 2018 07:53

RI Usulkan Ada Upah Minimum Pekerja di ASEAN

PEMERINTAH  Indonesia mengusulkan pembentukan upah minimum regional untuk wilayah ASEAN. Hal itu…

Rabu, 13 Juni 2018 07:52

Penjualan Perhiasan Emas Meningkat

PENJUALAN  emas di Cikini Gold Center, Menteng, Jakarta Pusat meningkat hingga 50%. Pembeli mengatakan…

Selasa, 12 Juni 2018 07:57

Bulog Gelar Pasar Murah, Sediakan Daging Kerbau Beku

BALIKPAPAN  -  Libur panjang jelang Lebaran tak lantas mengendurkan semangat Bulog Divisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .