MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Rabu, 07 Maret 2018 09:03
Tas Manik Langganan Wisatawan

Menoropong Produk UMKM Menembus Ekspor (Bagian-1)

INCARAN WISATAWAN: Guna membuka kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas, produk lokal dipacu untuk memanfaatkan pelayaran internasional

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Rencana pelayaran internasional langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau 26 Maret mendatang membuka kesempatan bagi produk lokal menembus pasar luar negeri. Utamanya produk kualitas ekspor. Betapa tidak, selain akses yang lebih mudah, biaya logistik juga lebih murah karena dikirim langsung dari daerah asal.

Tas manik yang jamak dijajakan di pusat oleh-oleh Pasar Inpres Kebun Sayur salah satu produk yang potensi karena sejak lama mencatatkan banyak peminat. Tak hanya domestik tapi juga mancanegara.

Hj Upik, salah seorang pedagang souvenir dan aneka aksesoris di Pasar Inpres mengatakan tas manik sejak lama digandrungi wisatawan yang berbelanja kawasan tersebut. Baik domestik maupun mancanegara. "Biasanya untuk oleh-oleh," serunya.

Pantauan Balikpapan Pos, ada beragam koleksi yang disediakan. Hasil kreativitas pengrajin asal Samarinda dan Banjarmasin, Kalsel. Harganya mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Motif khas dayak dianggap kaya pilihan. Yang dibuat pengrajin asal Samarinda. Itu juga yang membuat harganya lebih mahal. Apalagi dalam proses pembuatannya, motif tersebut memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi. Menariknya, setiap motif yang ditanam memiliki makna yang berbeda. "Kalau dijadikan produk ekspor, kualitas asal Samarinda yang paling baik karena pengrajinnya mayoritas suku Dayak," jelasnya.

Adapun buatan Banjarmasin cenderung dijadikan alternatif karena harganya lebih murah dan hanya tersedia satu motif.

Hal senada juga pedagang lainnya, salah satunya pemilik Toko Pribumi. Kata dia, selain tas ukuran reguler ada juga tas tangan yang juga memiliki tampilan yang sama. Harganya Rp150 ribuan.

Setali tiga uang, pedagang aneka produk kerajinan khas Kalimantan lainnya masih di kawasan yang sama mengatakan volume penjualan tas manik cukup gemilang. "Setiap bulan lebih dari 50 tas laku," ucapnya.

Harga yang dipatok Rp100 ribu untuk tas manik asal Banjarmasin dan hingga Rp250 ribu untuk tas manik anyaman pengrajin Kaltim.

Hj Upik kembali menambahkan, agar rencana ekspor produk favorit wisatawan berjalan mulus, diharapkan adanya kemitraan yang berperan sebagai tim promosi. "Minimal produk diperkenalkan lewat gambar terlebih dahulu. Kalau memang permintaan tinggi, produk dikirim," serunya. Ia pun menyambut antusiasi peluang tersebut. Dia yakin pengrajin turut diuntungkan. "Karena pengrajin di daerah selama ini hanya memasarkan produknya di Balikpapan dan rata-rata home industri, kalau ada kesempatan seperti ini, bagus buat mereka," pukaunya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota akan melakukan pemetaan potensi komoditas kualitas ekspor menyusul rencana pembukaan pelayaran internasional langsung (Direct Call) dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau Maret mendatang, rute Balikpapan-Shanghai. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) selaku pengelola TPK Kariangau di sela Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) yang digelar di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, beberapa waktu lalu.

"Direct Call menjadikan Balikpapan sebagai pintu ekspor. Tantangan berikutnya bagaimana memastikan volume tetap terjaga agar program tetap berjalan," kata Ketua H Yaser Arafat di sela acara.

Dia menjelaskan, komoditas konsumsi berbasis produk olahan menjadi incarannya. Seperti handycraft. Juga olahan buah andalan kota seperti buah naga.

Setelah pemetaan produk, induk asosiasi usaha ini akan menakar respon pasar negara-negara tujuan lewat penyebaran informasi. "Di era digital seperti sekarang sangat mudah melakukan ekspor barang konsumsi. Apalagi di luar negeri, produk-produk handmade memiliki nilai tawar lebih besar," gebunya. Dari situ, barulah produktivitas dipacu. "Kalau permintaan tinggi, pelaku UMKM akan tumbuh, home industri akan menjamur. Di situlah dunia usaha akan bergairah," pukau Yaser, lekat ia disapa. (dra)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:37

Wawali Promosikan Peluang Investasi di KIK

BALIKPAPAN  -   Wakil Wali Kota H Rahmad Mas'ud memanfaatkan kunjungan Pemerintah Provinsi…

Rabu, 19 September 2018 07:35

Kerajinan Limbah Batok Kelapa

KUDUS  -  Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bernilai rupiah tinggi. Bagi…

Rabu, 19 September 2018 07:34

Dolar AS Tinggi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Harga Bahan Baku

BANDUNG  -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pusat tekstil Majalaya,…

Rabu, 19 September 2018 07:33

Januari-Agustus, Bulog Impor 1,4 Juta Ton Beras

JAKARTA  -  Pemerintah memberi kuota impor beras untuk Perum Bulog 2 juta ton. Dari Januari…

Selasa, 18 September 2018 07:27

Sepeda Paduan Klasik dan Modern Khas Inggris

BALIKPAPAN  -   Tak sekadar sarana untuk berolahraga, bersepeda dapat menjadi sebuah ajang…

Selasa, 18 September 2018 07:25

DPR Restui HK dan PLN Dapat Suntikan Modal Rp 17 T

JAKARTA   -   Komisi VI DPR RI sore ini mengadakan rapat kerja dengan Kementerian BUMN untuk…

Selasa, 18 September 2018 07:25

Berikan Hadiah pada Pemenang Lomba

PANITIA   lomba-lomba Islami dalam rangka memeriahkan HUT ke-15 Rapak Plaza dan Tahun Baru Islam…

Selasa, 18 September 2018 07:24

JALAN SEHAT

 Senam aerobic dan jalan sehat naban bersatu berlangsung meriah pada Minggu (16/9) di halaman Balai…

Senin, 17 September 2018 08:47

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

JAKARTA   -   Pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tentunya memiliki tujuan yang…

Senin, 17 September 2018 08:45

Paduan Suara Diikuti 1.200 Peserta

BALIKPAPAN  -  Berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisata dan memberi efek domino bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .