MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Kamis, 08 Maret 2018 09:18
Kain Tenun Ulap Doyo, Jadi Hiasan hingga Pakaian

Menoropong Produk UMKM Menembus Ekspor (bagian-2)

MENUJU EKSPOR: Yulianti (dua dari kiri) dengan koleksi oleh-oleh favorit wisatawan mancanegara dijumpai di sela aktivitas di tokonya, kemarin

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Tidak berlebihan bila menyebut kain tenun ulap doyo satu dari sekian banyak aksesoris yang masuk dalam daftar produk laik ekspor dalam rangka menangkap peluang di pasar internasional menyusul pembukaan pelayaran luar negeri dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau menuju Shanghai yang dijadwalkan 26 Maret mendatang oleh pengelola PT Karingau Kaltim Terminal (KKT). Masuknya kain tenun dalam daftar karena produk tersebut konsumsi andalan wisatawan mancanegara.

"Dulunya bahan utamanya ulap doyo, biasanya untuk dijadikan hiasan dinding. Tapi sekarang ulap doyo diganti dengan benang sehingga bisa dijadikan pakaian," kata pemilik Toko Akbar Yulianti dijumpai di sela aktivitasnya berjualan di Pasar Inpres Kebun Sayur, Rabu (7/3).

Seiring dengan perubahan tersebut lanjut wanita yang menyediakan aneka aksesoris khas Kalimantan ini, pemanfaatan kain tenun ulap doyo di kalangan wisatawan asing, ikut berkembang. "Ada yang dijadikan selimut bahkan ada juga yang dijadikan taplak meja karena ukurannya juga memungkinkan, yakni 2,40 meter," serunya.

Dikutip dari laman Inditourist.com ulap doyo merupakan warisan tradisi suku Dayak Benuaq yang bermukim di Kaltim. Kain tenun tersebut konon telah diproduksi masyarakat setempat sejak zaman kerajaan Kutai Kartanegara yang berjaya di abad ke-17. Sesuai namanya, kain ditenun dari serat pohon ulap doyo, sejenis pandan-pandanan dengan serat kuat dan bisa dibuat menjadi benang.

Tanaman ulap doyo memang banyak terdapat di Kaltim, utamanya di Desa Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat.  Itu juga yang membuat desa tersebut mulai dikenal sebagai sentra kerajinan tenun doyo di Kaltim.

Dalam kehidupan sehari-hari, kain ini banyak digunakan untuk berbagai upacara adat, busana pesta pernikahan, hingga mahar. Kini, kain ulap doyo telah diproduksi pula sebagai kain print yang mirip dengan batik. Paduan warna yang cerah yang membuat kain ini menarik. Seluruh bahan pewarna pada motif kain juga menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Kain ulap doyo juga memiliki motif khas Dayak yang lebih banyak mengekspos bentuk-bentuk limas dan bujursangkar. Mulai motif naga, limar (perahu), timang (harimau), tangga tukar toray (tangga rebah), dan lain sebagainya.

Dia menyebutkan, setiap harinya, sekira lima helai kain tenun ulop doyo, laku terjual. Harganya Rp 250 ribu. Selain dalam bentuk kain, tersedia pula dalam bentuk syal. Dibandrol Rp 75 ribu. Wanita berjilbab ini pun meyakinkan, kain tenun ulap doyo bukan satu-satunya produk favorit wisatawan asing melainkan juga produk aksesoris lainnya yang kental dengan unsur etnik Kalimantan.

"Dan tidak hanya wisatawan asing, domestik juga menyukai kain tenun ini, terutama pejabat dan istrinya. Kain diolah menjadi pakaian dan biasanya dipakai untuk acara resmi," gebunya.

Terkait keunikan produk khas Kalimantan, makeup artist Rara yang kemarin berburu aneka aksesoris di toko tersebut, membenarkannya. "Koleksi aksesoris khas Kalimantan ini cukup elegan. Saya sudah keliling beberapa daerah dan ketika saya memakai aksesoris ini, semua orang langsung mengetahui bahwa produk ini dari Kalimantan," sahutnya diamini sang adik, Jaya yang tak kalah seru berburu aksesoris sebagai oleh-oleh keluarganya di Jayapura. (dra)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:37

Wawali Promosikan Peluang Investasi di KIK

BALIKPAPAN  -   Wakil Wali Kota H Rahmad Mas'ud memanfaatkan kunjungan Pemerintah Provinsi…

Rabu, 19 September 2018 07:35

Kerajinan Limbah Batok Kelapa

KUDUS  -  Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bernilai rupiah tinggi. Bagi…

Rabu, 19 September 2018 07:34

Dolar AS Tinggi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Harga Bahan Baku

BANDUNG  -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pusat tekstil Majalaya,…

Rabu, 19 September 2018 07:33

Januari-Agustus, Bulog Impor 1,4 Juta Ton Beras

JAKARTA  -  Pemerintah memberi kuota impor beras untuk Perum Bulog 2 juta ton. Dari Januari…

Selasa, 18 September 2018 07:27

Sepeda Paduan Klasik dan Modern Khas Inggris

BALIKPAPAN  -   Tak sekadar sarana untuk berolahraga, bersepeda dapat menjadi sebuah ajang…

Selasa, 18 September 2018 07:25

DPR Restui HK dan PLN Dapat Suntikan Modal Rp 17 T

JAKARTA   -   Komisi VI DPR RI sore ini mengadakan rapat kerja dengan Kementerian BUMN untuk…

Selasa, 18 September 2018 07:25

Berikan Hadiah pada Pemenang Lomba

PANITIA   lomba-lomba Islami dalam rangka memeriahkan HUT ke-15 Rapak Plaza dan Tahun Baru Islam…

Selasa, 18 September 2018 07:24

JALAN SEHAT

 Senam aerobic dan jalan sehat naban bersatu berlangsung meriah pada Minggu (16/9) di halaman Balai…

Senin, 17 September 2018 08:47

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

JAKARTA   -   Pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tentunya memiliki tujuan yang…

Senin, 17 September 2018 08:45

Paduan Suara Diikuti 1.200 Peserta

BALIKPAPAN  -  Berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisata dan memberi efek domino bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .