MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 09 Maret 2018 09:00
Tas Jinjing Anyaman Rotan

Menoropong Produk UMKM Menembus Ekspor (bagian 3/habis)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sarat unsur etnik yang menjadikan tas anyaman rotan salah satu produk yang laik menjadi komoditas ekspor. Apalagi kesempatan bagi pelaku usaha lokal menyasar pasar internasional ditopang dengan rencana PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) membuka pelayaran langsung ke luar negeri (Direct Call) dari Terminal Peti Kemas (TPK) Karingau, Maret mendatang, rute Balikpapan-Shanghai.

Produk yang jamak dijajakan di Pasar Inpres Kebun Sayur sejak lama jadi buruan wisatawan asing yang berkunjung. "Unik dan etnik, makanya digemari wisatawan asing," kata Yulianti, pedagang di kawasan tersebut.

Harga yang diklaim terjangkau yang membuat tas jinjing tersebut kian digemari. Yakni Rp 250 ribu.

Dijelaskan, ada beragam desain yang ditawarkan. Polos dan aksen warna hitam.

Adapun produk tersebut diolah tangan-tangan terampil pengrajin asal Kalsel. Ia pun meyakini, jika berhasil menghimpun banyak peminat di luar negeri, tas anyaman yang dijualnya mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar. “Di sini salah satu sasaran penjualan, kalau ada pasar yang lebih besar (volume) produksi otomatis mengikuti,” jabarnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, dalam rangka menangkap peluang di pasar internasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota akan melakukan pemetaan potensi komoditas kualitas ekspor. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) selaku pengelola TPK Kariangau di sela Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) yang digelar di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, beberapa waktu lalu.

"Direct Call menjadikan Balikpapan sebagai pintu ekspor. Tantangan berikutnya bagaimana memastikan volume tetap terjaga agar program tetap berjalan," kata Ketua H Yaser Arafat di sela acara.

Dia menjelaskan, komoditas konsumsi berbasis produk olahan menjadi incarannya. Seperti handycraft. Juga olahan komoditas andalan kota seperti buah naga.

Setelah pemetaan produk, induk asosiasi usaha ini akan menakar respon pasar negara-negara tujuan lewat penyebaran informasi. "Di era digital seperti sekarang sangat mudah melakukan ekspor barang konsumsi. Apalagi di luar negeri, produk-produk handmade memiliki nilai tawar lebih besar," gebunya. Dari situ, barulah produktivitas dipacu. "Kalau permintaan tinggi, pelaku UMKM akan tumbuh, home industri akan menjamur. Di situlah dunia usaha akan bergairah," pukau Yaser, lekat ia disapa. (dra)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:56

Bekraf Dorong Investasi Film Nasional

JAKARTA   -  Mendorong investasi perfilman yang positif merupakan salah satu upaya menciptakan…

Kamis, 20 September 2018 07:53

Pastikan Harga Kedelai Tak Naik

JAKARTA  -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi pesan pada para pengusaha tahu…

Kamis, 20 September 2018 07:53

Pastikan Harga Kedelai Tak Naik

JAKARTA  -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi pesan pada para pengusaha tahu…

Kamis, 20 September 2018 07:52

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Kamis, 20 September 2018 07:51

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Kamis, 20 September 2018 07:51

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Rabu, 19 September 2018 07:37

Wawali Promosikan Peluang Investasi di KIK

BALIKPAPAN  -   Wakil Wali Kota H Rahmad Mas'ud memanfaatkan kunjungan Pemerintah Provinsi…

Rabu, 19 September 2018 07:35

Kerajinan Limbah Batok Kelapa

KUDUS  -  Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bernilai rupiah tinggi. Bagi…

Rabu, 19 September 2018 07:34

Dolar AS Tinggi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Harga Bahan Baku

BANDUNG  -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pusat tekstil Majalaya,…

Rabu, 19 September 2018 07:33

Januari-Agustus, Bulog Impor 1,4 Juta Ton Beras

JAKARTA  -  Pemerintah memberi kuota impor beras untuk Perum Bulog 2 juta ton. Dari Januari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .