MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 09 Maret 2018 09:02
Pacu Pertumbuhan Bisnis lewat Ekosistem Halal
KUNJUNGAN: Direktur Kepatuhan dan Risiko Tribuana Tunggadewi (berjilbab, kanan) beserta rombongan saat kunjungan ke Gedung Biru Kaltim Post Group, kemarin

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Membangun ekosistem serba halal, cara PT BNI Syariah memacu pertumbuhan bisnisnya tahun ini. Utamanya dalam menggenjot dana simpanan. "Kami ingin mengembangkan industri keuangan syariah yang modern, global dan islamic," kata Direktur Kepatuhan dan Risiko Tribuana Tunggadewi di sela kunjungan ke Gedung Biru Kaltim Post, Kamis (8/3).

Ekosistem yang dimaksud dengan merancang produk khusus yang dapat diakses menggunakan kartu BNI iB Hasanah berlaku di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. Meliputi makanan halal, pariwisata halal serta fesyen halal. Menariknya, kartu secara otomatis tidak berfungsi ketika akan melakukan pembayaran di tempat non halal.

"Kami juga memberi kemudahan bagi nasabah yang ingin melaksanakan umrah melalui kerja sama dengan 20 biro perjalanan yang kami pilihkan dan bisa memberangkatkan nasabah," sambungnya.

Mengawal bagian ekosistem halal lainnya, anak usaha PT BNI (Persero) Tbk ini juga menyediakan layanan infak, sedekah dan wakaf dengan merancang crowdfunding platform untuk para wakif yang ingin berwakaf uang.

"Kalau dulu, kalau punya tanah baru bisa wakaf. Nah kami ingin memudahkan umat muslim yang mau wakaf berapapun dana yang dimiliki melalui kerja sama dengan beberapa nazir yang mengerjakan proyek yang dibiayai wakaf. Seperti rumah sakit, sekolah, officee tower, sumur dan lain-lainnya," serunya.

Pun begitu untuk infaq, bank syariah dengan aset terbesar ketiga setelah Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat ini juga memberi kemudahan melalui aplikasi pembayaran Your All Payment (YAP). Berupa alat pembayaran untuk transaksi nontunai yang dapat dinikmati pengguna smartphone tanpa menunjukkan kartu debit atau kredit, dengan pilihan pembayaran menggunakan Debit Hasanah atau Hasanah Card. "Ini merupakan alat pembayaran jaman Now. Jadi tidak hanya bisa digunakan untuk belanja tapi juga infaq di masjid-masjid yang sudah dilengkapi aplikasi serupa," gebunya kemudian.

Terkait kinerja, Dewi lekat ia disapa menjelaskan, meski hanya ditopang 33 kantor cabang di seluruh Indonesia, BNI Syariah berhasil menghimpun pertumbuhan laba sebesar 10 persen dengan total aset Rp 34 triliun posisi Desember tahun 2017. Perolehan itu mengantarkannya menjadi bank syariah terbesar ketiga di tanah air setelah Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat.

Pertumbuhan gemilang juga dicetak cabang Balikpapan periode tahun 2017. Bahkan melampaui dari target yang dibebankan. Himpunan dana pihak ketiga (DPK) misalnya, mencatatkan pertumbuhan sebesar 54,35 persen mencapai Rp 83,2 miliar. Sektor pembiayaan juga diklaim tumbuh 30 persen mencapai Rp 54,35 miliar. “Aset kami pun juga tumbuh hingga 40 persen,” seru Kepala Cabang Bambang Haryadi.

Dia menerangkan, pembayaran gaji karyawan PT Pertamina (Persero) yang mendongkrak DPK. "Tahun ini PHM melalukan pembayaran gaji lewat BNI Syariah. Dari situ kami optimis target pertumbuhan 30 persen yang dipatok tahun ini akan tercapai," jabarnya kemudian.

Sementara dari sisi pembiayaan, ditopang kredit kepemilikan rumah (KPR). Menurutnya tidak sedikit nasabah konvesional beralih ke syariah.

Namun ia tidak menampik, pangsa perbankan syariah di Kota Minyak belum signifikan. Diperlukan banyak strategi agar tumbuh gemilang.

Keberpihakan pemerintah pun dibutuhkan. Apalagi potensi pengembangan ekonomi syariah cukup besar. Di antaranya jumlah umat muslim yang cukup besar di tanah air dan jumlah usia produktif yang cukup tinggi. (dra)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 07:37

Wawali Promosikan Peluang Investasi di KIK

BALIKPAPAN  -   Wakil Wali Kota H Rahmad Mas'ud memanfaatkan kunjungan Pemerintah Provinsi…

Rabu, 19 September 2018 07:35

Kerajinan Limbah Batok Kelapa

KUDUS  -  Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bernilai rupiah tinggi. Bagi…

Rabu, 19 September 2018 07:34

Dolar AS Tinggi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Harga Bahan Baku

BANDUNG  -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pusat tekstil Majalaya,…

Rabu, 19 September 2018 07:33

Januari-Agustus, Bulog Impor 1,4 Juta Ton Beras

JAKARTA  -  Pemerintah memberi kuota impor beras untuk Perum Bulog 2 juta ton. Dari Januari…

Selasa, 18 September 2018 07:27

Sepeda Paduan Klasik dan Modern Khas Inggris

BALIKPAPAN  -   Tak sekadar sarana untuk berolahraga, bersepeda dapat menjadi sebuah ajang…

Selasa, 18 September 2018 07:25

DPR Restui HK dan PLN Dapat Suntikan Modal Rp 17 T

JAKARTA   -   Komisi VI DPR RI sore ini mengadakan rapat kerja dengan Kementerian BUMN untuk…

Selasa, 18 September 2018 07:25

Berikan Hadiah pada Pemenang Lomba

PANITIA   lomba-lomba Islami dalam rangka memeriahkan HUT ke-15 Rapak Plaza dan Tahun Baru Islam…

Selasa, 18 September 2018 07:24

JALAN SEHAT

 Senam aerobic dan jalan sehat naban bersatu berlangsung meriah pada Minggu (16/9) di halaman Balai…

Senin, 17 September 2018 08:47

Tingkat Kepatuhan Pajak Masyarakat Masih Rendah

JAKARTA   -   Pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tentunya memiliki tujuan yang…

Senin, 17 September 2018 08:45

Paduan Suara Diikuti 1.200 Peserta

BALIKPAPAN  -  Berpotensi besar meningkatkan kunjungan wisata dan memberi efek domino bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .