MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Sabtu, 10 Maret 2018 09:03
70 Hektare Padi Diserang Hama Wereng
WASPADA: Petani PPU wajib waspada terhadap serangan hama wereng.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Puluhan hektare tanaman padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diserang hama wereng. Hama ini menyebabkan hasil panen mengalami penurunan cukup drastis jika tidak cepat ditanggulangi. Tanaman yang diserang wereng, rata-rata berusia 40 hari bahkan ada yang memasuki masa panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU Bambang Marjuki mengungkapkan, pada musim tanam Oktober-Maret (Obmar) ini, sebanyak 70 hektare tanaman padi terkena serangan hama wereng. Serangan hama berbahaya ini tersebar di seluruh kecamatan. Namun, wilayah yang banyak terserang hama adalah Kecamatan Babulu.

“Ada 70 hektare tanaman padi yang kena hama wereng. Tapi, yang terserang hama itu hanya spot-spot. Tapi, kalau ditotal sekira 70 hektare itu,” kata Bambang Marjuki pada media ini, kemarin (9/3).

Dinas Pertanian telah melakukan pengendalian dengan menyemprotkan pestisida. Bambang Marjuki menyatakan, bantuan pestisida akan disalurkan jika petani telah melakukan pengendalian, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal.

“Petani juga sudah melakukan penyemprotan. Kita juga telah memberikan bantuan racun itu. Tapi, jumlahnya sangat terbatas, karena tahun ini kita tidak ada pengadaan pestisida. Tapi, ada bantuan penanggulangan hama dari Pemprov Kaltim,” ujar Bambang Marjuki.

Dia menyatakan, hama wereng tersebut bisa dikendalikan dengan menggunakan pestisida tertentu. Namun, selama ini petani dinilai tidak tanggap atas serangan hama tersebut. Petani terkadang baru mendeteksi serangan hama itu ketika tanamannya mulai memerah.

“Petani kadang lalai. Lambat melakukan pengamatan. Nanti telur-telur wereng menetas baru tahu kalau tanamannya diserang. Kalau cepat dideteksi dan dilakukan penanganan, saya kita dampaknya tidak meluas. Karena usia wereng itu hanya 21 hari,” jelasnya.

Serangan hama wereng tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Menurut Bambang Marjuki, meningkatnya serangan wereng terjadi karena tidak terlepas dari cuara. Curah hujan yang cukup tinggi membuat kondisi kelembaban semakin tinggi sehingga memudahkan wereng berkembang biak.

“Tahun ini memang agak banyak. Kalau tahun lalu, tanaman padi yang diserang wereng di bawah 40 hektare,” terangnya.

Selain hama wereng, kata Bambang Marjuki, tanaman padi juga diserang hama tikus. Tetapi, tidak terlalu parah. “Serangan tikus juga ada, tapi hanya sedikit. Serangan werenga paling banyak,” tuturnya.

Pada musim tanam obmar, sawah yang ditanami padi seluas 11.412 hektare. Luasan sawah yang tergarap ini melebihi target pemerintah yang hanya 10.702 hektare. “Kalau cuaca baik, curah hujan cukup tinggi pasti sawah garap petani. Karena kita tahu di PPU ini cuma mengandalkan tadah hujan,” pungkas Bambang. (kad/rus/k1)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Balikpapan Hanya Rp 90 M, Paser Rp 340 M

BALIKPAPAN –Pemerintah Kota Balikpapan melaksanakan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:30

Dewan Usul Pajak THM Gunakan Sistem Lump Sum

BALIKPAPAN–Pihak legislatif mendorong pemerintah kota agar menggunakan sistem lump sum…

Rabu, 20 Maret 2019 10:29

Bawaslu Kaltim Gandeng Fakultas Hukum Uniba

BALIKPAPAN-Untuk meningkatkan proses pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:27

BPPDRD Akui PAD Menurun

BALIKPAPAN-Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:46

Wagub Kecewa Produksi Batu Bara Dibatasi

BALIKPAPAN-Pemprov Kaltim melakukan sejumlah upaya untuk merevisi aturan pemerintah pusat terkait…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Noor Thoha Kembali Pimpin KPU Balikpapan

BALIKPAPAN-Noor Thoha terpilih kembali untuk menduduki jabatan ketua Komisi Pemilihan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:41

Balikpapan Butuh Ekskavator Amfibi

BALIKPAPAN-Tak bisa dipungkiri, sejumlah bendungan pengendali (bendali) banjir di Balikpapan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:40

DLH Siap Terapkan OTT

BALIKPAPAN-Volume sampah masyarakat kian meningkat. Untuk itu, perlu inovasi guna…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Pemkot Kaji Pemisahan BPBD dan Damkar

BALIKPAPAN-Rencana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memisahkan institusi Pemadam Kebakaran (Damkar)…

Senin, 18 Maret 2019 10:36

Lahan Eks Puskib Akan Diserahkan ke Pemkot

BALIKPAPAN-Lahan eks Puskib di Kelurahan Mekarsari, Balikpapan Tengah, yang rencananya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*