MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Minggu, 11 Maret 2018 09:06
Museum Keluarga dengan 9 Ribu Koleksi Kuno

Galeri Wessaury di Jalan Kecapi, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara

KOLEKSI RATUSAN TAHUN: Galeri Wessaury yang mengoleksi barang peninggalan keluarga sejak 300-an tahun lalu.

PROKAL.CO, Benda-benda bersejarah ternyata tidak hanya dimiliki pemerintah. Tetapi, juga ada yang dimilikisecara pribadi. Seperti Galeri Wessaury di Jalan Kecapi, RT 41, Nomor 132, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

 

ESA FATMAWATI

 

SEBUAH  rumah dijadikan museum. Didirikan secara pribadi, berisikan barang-barang antik dan lukisan-lukisan tentang Kota Balikpapan. Ada sekira 9 ribu barang antik yang disimpan di galeri ini.


Wessaury berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa jawa berarti wis urip atau sudah hidup. Galeri ini mengambil nama itu untuk menegaskan kembali bahwa keluarga Ibramsyah sudah hidup. Barang-barang itu adalah peninggalan keluarga yang berasal dari koleksi kakek buyut hingga kakek canggah.

 
Galeri ini adalah inisiatif dari Ibramsyah, generasi keempat yang menjaga peninggalan keluarga sejak 300-an tahun lalu. Abi Ramadan Noor, salah seorang anak dari Ibramsyah mengaku, galeri tersebut sebagai bentuk dukungan atas semangat ayahnya untuk merawat barang-barang kuno tersebut.

 

“Ini adalah harta karun. Mungkin yang paling lengkap di Balikpapan, yang pernah dimiliki oleh perorangan,” ungkap Abi.


Namun, lantaran keterbatasan literatur, banyak dari koleksi Galeri Wessaury yang belum diketahui asal-usul dan kapan pembuatannya.

Abi yang juga seorang pelukis dan ketua Forum Kreatif Usaha Sama-Sama (Fokus) Kota Balikpapan ini berharap, para ahli dapat membantu untuk menggali koleksi-koleksi itu.


Abi yang ingin mengimplementasikan semangat sang ayahmeyakini, warisan-warisan tersebut harus dijaga, dirawat, dan disayangi. “Wessaury bisa dimaknai sebagai simbol kehidupan,” katanya.


Galeri itu dibangun dengan tujuan agar masyarakat Balikpapan semakin mengenal benda-benda masa lalu yang memiliki nilai seni dan sejarah. “Kita, terutama generasi muda bisa menempatkan galeri ini sebagai kawan belajar,” sebut Abi.


Ibramsyah hanya ingin menyimpan barang-barang kuno tersebut karena amanah dari kakeknya. Dia tak berpikiran untuk menjualnya.

“Kakek dari ayah saya, Haji Abdul Rahman pernah menyampaikan bahwa beliau (Haji Abdul Rahman) mewarisi koleksi-koleksi ini dari kakeknya. Ini berarti kakek buyut ayah saya, Ibramsyah. Artinya pula, ayah adalah generasi keempat yang ditugasi merawat dan menjaga koleksi-koleksi itu,” urainya.


Kemarin (10/3), Galeri Wessaury ini resmi dibuka. Akan dibuka untuk umum hingga 17 Maret 2018, dari pukul 10.00 sampai 22.00 Wita. Di galeri ini, pengunjung dapat melihat aneka koleksi kuno, mulai dari keramik, piring emas, piring perak, parang batu, keris, koin, naskah daun lontar, uang kertas, katana, mandau, foto-foto Soekarno dan Soeharto, dan barang-barang peninggalan Belanda. Bahkan beberapa di antaranya adalah peninggalan VOC.

 Galeri Wessaury menyimpan sekira 90 dengan ragam bentuk, dari piring, guci, hingga botol minuman Cina, Belanda dan Korea. Untuk naskah kuno, ditulis di atas permukaan daun lontar dengan bahasa Sansekerta. Naskah yang dibuat sekira abad 17 ini bercerita tentang sejarah alam dan Brunei.

 Selain itu, ada majalah Tempo sejak tahun 1971-2001 dan pelat bundar zaman penjajahan. Ada juga uang kertas bergambar Soekarno yang dapat melengkung jika ditaruh di telapak tangan. Juga bisa melebar apabila direndam di dalam air dan dikeringkan. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 08:59

Gubernur Apresiasi Kinerja Aparat

SAMARINDA   -   Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi atas kinerja…

Kamis, 21 Juni 2018 08:56

Warga Banyak Lapor Masalah THR dan Macet

JAKARTA  -  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengungkapkan,…

Kamis, 21 Juni 2018 08:56

Pegawai Tambah Libur Dipotong Insentif

SAMARINDA  -  Peringatan keras diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:54

Polres: Tiga Kelurahan Rawan Kecurangan

PENAJAM   -  Polres Penajam Paser Utara (PPU) memberikan perhatian khusus untuk pengamanan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:53

Harga Ayam Ras Masih Tinggi

BALIKPAPAN   -   Pasca Lebaran, harga daging ayam ras di Pasar Klandasan masih tinggi.…

Kamis, 21 Juni 2018 08:53

Juli, Dewan Bahas APBD Perubahan

BALIKPAPAN  -  DPRD mengagendakan pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) pada Juli mendatang.…

Kamis, 21 Juni 2018 08:52

Arus Balik, Perhatikan Tiga Siap

BALIKPAPAN  -  Penumpang arus balik Lebaran mulai terlihat di sejumlah lokasi, seperti jalan…

Rabu, 20 Juni 2018 08:59

Pelabuhan Somber Bakal Difungsikan Lagi

BALIKPAPAN   -   Pemkot Balikpapan sudah menyelesaikan pembayaran dermaga Pelabuhan…

Rabu, 20 Juni 2018 08:57

2019, Wajib Kantongi Sertifikat Halal

BALIKPAPAN   -   Masyarakat, khususnya umat Islam, dituntut selektif memilih rumah…

Rabu, 20 Juni 2018 08:55

Desak TPID dan Disdag Sidak Pasar

BALIKPAPAN  -  Masih tingginya harga komoditas kebutuhan pokok, seperti daging sapi maupun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .