MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 13 Maret 2018 08:29
Para Santri Dilarang Pegang Handphone

PROKAL.CO, BANYUWANGI   -  Di sela-sela kunjungannya ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5 Darul Muttaqien, Blimbingsari, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Machfud Arifin mengamati langsung banyak aktivitas di pondok yang berpusat di Kabupaten Ponorogo tersebut.

Kedatangan orang nomor satu di Polda Jatim itu ke PMDG kemarin (11/3) semata bertujuan menjalin silaturahmi.

Selain itu, Machfud dan rombongan ingin mengetahui serta melihat langsung kehidupan para santri.

"Tidak ada agenda khusus. Kami hanya silaturahmi. Santri-santrinya sangat modern. Subuh sudah bangun untuk beraktivitas hingga malam. Selama seharian mereka (para santri, Red) melakukan banyak kegiatan dan hal-hal positif," ungkap polisi dengan dua bintang di pundak tersebut.

Kegiatan belajar di PMDG merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa dengan dibekali akhlak yang baik dan pemikiran yang baik pula.

Apalagi, PMDG memiliki moto yang sangat bagus, yakni Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, Berpikiran Bebas.

"Saya melihat sangat bagus. Meski modern, para santrinya tidak boleh pegang handphone (HP). Tentu dunia-dunia hoaks para santri juga tidak tahu. Mereka kerjanya hanya belajar dan belajar di sini," kata Machfud.

Saat ditanya mengenai kerawanan konflik saat pilkada, Machfud menegaskan bahwa sampai saat ini wilayah Jatim masih sejuk, tidak ada konflik, selalu kondusif.

"Masyarakat Jawa Timur sepakat pilkada damai. Masyarakat Jawa Timur guyub rukun, jadi tidak ada konflik apa pun," tegasnya.

Wakil Pengasuh PMDG Kampus 5 Darul Muttaqien Banyuwangi Ustad H Muhammad Syuja'i mengatakan, meski pondoknya modern, para santri tidak diperkenankan memegang HP maupun smartphone.

Selama berada di dalam pondok, hanya disediakan warung telekomunikasi.

"Jangankan pegang HP dan smartphone, untuk menonton televisi saja, santri juga tidak bisa. Santri hanya boleh baca koran. Kebetulan kami berlangganan Jawa Pos Radar Banyuwangi," terang Syuja'i.

Dari PMDG, rombongan Kapolda bertolak menuju Rumah Makan Pondok Indah. Di sana Kapolda disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (ddy/fre/aif/c9/end/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:39

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA   -   Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…

Jumat, 14 Desember 2018 07:51

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

MUARATEBO   -   Setelah dilakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya…

Jumat, 14 Desember 2018 07:50

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA   –   Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Cindi Terbujur Kaku di Sofa Kafe

PALEMBANG   -  Seorang cewek bernama Cindi Sandora (25) ditemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .