MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 13 Maret 2018 09:16
Lagi, Mahasiswa Demo DPRD

Tuntut Dewan, Petisi Revisi UU MD3 Disampaikan ke Pusat

PROTES MD3: Ketua DPRD didampingi para wakil ketua dan kapolres berdialog bersama mahasiswa terkait tuntunan revisi UU MD3. Usai berorasi, mahasiswa melakukan salat jenazah sebagai bentuk telah matinya dsemokrasi di Indonesia.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Aspirasi Rakyat (Gempar) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, sekira pukul 10.00 Wita, kemarin (12/3). Aksi sebelumnya juga sudah dilakukan sepekan lalu.

 Mereka menuntut dihapusnya tiga pasal dalam revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang baru disahkan tanggal 12 Februari 2018 lalu.

Mahasiswa menyebut, tiga yakni pasal 73, pasal 122 huruf k dan pasal 245 dinilai sangat kontroversi, dan mengancam nilai-nilai kehidupan demokrasi.

 "Pasal 122 huruf k dinilai paling mencolok, dimana disebutkan dalam pasal itu, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dapat menempuh langkah hukum bagi setiap orang yang dianggap merendahkan kehormatan DPR dan atau anggota DPR," ungkap Humas Aksi Demo, Alfha Diva Favian.

Selain menolak pasal yang disebutkan, para mahasiswa juga menuntut pemerintah pusat untuk menyelesaikan polemik UU ini. Meski belum disetujui Presiden RI, mahasiswa berpendapat UU tersebut tetap berlaku setelah disahkan DPR selama 30 hari.

"Kami minta ketegasan Pak Presiden untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk meniadakan UU MD3 hasil revisi tersebut," imbuhnya.

 Setelah beberapa jam orasi dilakukan, hingga akhirnya mahasiswa melakukan salat jenazah di depan Gedung DPRD. Salat jenazah sebagai bentuk matinya demokrasi.

Kira-kira setelah dua jam berorasi, sejumlah perwakilan DPRD diantaranya Wakil Ketua DPRD Thohari Aziz dan Sabaruddin Panrecalle, bersama Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, juga beberapa anggota DPRD dan Polres Balikpapan lain duduk bersama membahas tuntutan para mahasiswa yang melakukan aksi.

Setelah beberapa lama melakukan dialog, Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, akhirnya tiba dan bergabung. Mahasiswa meminta DPRD menandatangani petisi mengenai penolakan atas revisi UU MD3 tersebut. Menyangkut hal ini, Abdulloh menyatakan siap meneruskan aspirasi mahasiswa tersebut. "Akan kami sampaikan ke pusat, kami hanya memfasilitasi aspirasi," ungkapnya.

Abdulloh juga menyatakan bahwa tidak ada larangan menyampaikan aspirasi dan unek-unek. Pihak DPRD Balikpapan yang akan menyampaikan ke pusat, ke DPR RI.

 Menurutnya, segala putusan ada di pusat karena pembuat UU adalah pusat dan bukan DPRD Balikpapan.  "Kami tidak ada kapasitas menolak atau menunda dan sebagainya, kami tidak ada kewenangan. Jadi kalau memang mau mendampingi saya, bersama mengantar surat itu ke DPR RI. Yang membuat, merancang, menetapkan dan sebagainya kan DPR RI, kami pun tidak tahu substansi sesungguhnya mereka menciptakan UU itu," terangnya.

Abdulloh pun meminta tiga orang perwakilan mahasiswa agar bisa ikut berangkat ke DPR RI agar bisa langsung menyampaikam tuntutan mereka. "Silakan dampingi saya berangkat, kalau perlu saya yang biayai, agar puas. Jangan DPRD Balikpapan yang selalu dikambinghitamkan untuk masalah ini. Ini kan seluruh Indonesia berlaku," kata Abdulloh.

Sementara berkaitan dengan ajakan Abdulloh mahasiswa mengaku masih belum mengambil sikap. Alfa mengatakan akan membahas dalam evaluasi bersama aliansi para mahasiswa tersebut. Kendati begitu, dia mengaku akan secepatnya menyatakan sikap perihal tawaran ketua DPRD.

"Masih menunggu, akan kami bahas. Karena banyak info bahwa di sana tidak menghasilkan apa-apa. Kami, yang jelas akan tetap desak DPRD kirimkan petisi kami," tandasnya.

 Lepas adzan zuhur, mahasiswa masih berada di depan Gedung DPRD Balikpapan hingga akhirnya DPRD bersedia menandatangani petisi. (cha/rus)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

Pemkot Tunggu Kepastian Gubernur

BALIKPAPAN-Pemanfaatan lahan eks Puskib di Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah,…

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

KPU Buka Posko hingga Malam Hari

BALIKPAPAN-Untuk melayani pemilih tambahan agar terdaftar pada daftar pemilih tambahan…

Rabu, 20 Februari 2019 14:42

Umat Konghucu Doakan Balikpapan Tetap Kondusif

BALIKPAPAN-Mengakhiri Imlek 2570, umat Konghucu Balikpapan merayakan Cap Go Meh…

Rabu, 20 Februari 2019 14:40

28 Februari, Wali Kota Tetapkan Direktur Operasional Perusda

BALIKPAPAN-Seleksi untuk mengisi jabatan direktur operasional Perusahaan Daerah (Perusda) Kota…

Rabu, 20 Februari 2019 14:39

Dewan Warning Kontraktor Proyek Jembatan Kembar

SAMARINDA-Pembangunan Jembatan Kembar harus rampung akhir Februari ini. Pasalnya, selain…

Rabu, 20 Februari 2019 14:38

Penerapan UMK 2019 Berjalan Mulus

BALIKPAPAN-Upah minimum kota (UMK) tahun 2019 ditetapkan Gubernur Isran Noor…

Rabu, 20 Februari 2019 14:22

Dewan Minta Pelayanan Puskesmas Dimaksimalkan

BALIKPAPAN-Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pinggiran seperti…

Selasa, 19 Februari 2019 15:30

Genjot PAD, Komisi II Usulkan Adopsi Laskar Pajak

BALIKPAPAN-Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Ketua Komisi II DPRD…

Selasa, 19 Februari 2019 15:29

Wali Kota Koordinasi dengan Instansi Terkait

BALIKPAPAN-Wali Kota Rizal Effendi angkat bicara soal aktivitas pembangunan ruko…

Selasa, 19 Februari 2019 15:28

Lahan Milik Pertamina, Warga Gunung Teknik Sulit Difasilitasi Pemkot

BALIKPAPAN-Aliran listrik dan air bersih di kawasan Gunung Teknik, Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*