MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 14 Maret 2018 08:30
Berantas Akun Hoax di Medsos

Polri dan Kominfo Diminta Aktif

STOP HOAX: Kapolda Kaltim, Priyo Widyanto (paling kanan) didampingi dan Wakapolres Yolanda Sebayang (paling kiri), ikut serta dalam Deklarasi Kaltim Cinta Damai dan Anti Hoax yang digelar para jurnalis dan warganet di arena CFD Lapangan Merdeka, Minggu (11/3) pagi.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Pelaku penyebar hoax atau berita palsu dan ujaran kebencian dinilai makin marak di Indonesia. Polri dan Kominfo diminta aktif melakukan penindakan dan pemberantasan terhadap pelaku dan akun-akun media sosial yang melanggar.

Ketua Presidium Jaringan Wartawan Anti-hoax Pusat Agus Sudibyo menilai, saat ini Indonesia sudah layak dikategirikan darurat hoax. Karena itu Polri dan Kominfo perlu bersinergi melakukan penindakan.

"Dalam darurat hoax ini cukup menjadi alasan bagi pemerintah, Polri dan Kominfo melakukan tindakan tegas menangkap orang-orang yang duduga menyebar hoax dengan men-take down akun-akun yang dianggap menyebarkan hoax," kata Agus.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus dalam dskusi yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/3). Diskusi ini bertema 'Pemberantasan Hoax, Kepentingan Nasional dan Demokrasi Kita'.

Agus mengistilahkan darurat hoax ini dengan rezim darurat karena saat ini hoax marak bertebaran. Karena itu, Polri dan Kominfo harus bisa bertindak cepat mengubah rezim darurat menjadi rezim demokrasi.

"Jadi kita harus beralih dari rezim darurat menuju rezim demokrasi," imbuh sosok yang juga Direktur Indonesia New Media Watch ini.

Meski perang terhadap hoax harus digencarkan, menurut Agus kebebasan berdemokrasi tidak boleh dibatasi pemerintah. Misalnya, jika ada akun medsos yang ditutup, pemerintah juga perlu mempersiapkan mekanisme agar pemilik akun tersebut dapat membela diri.

"Bagaimana rezim demokrasi menangani hoax? Dalam konteks inilah ada hal yang perlu disiapkan oleh pemerintah seperti sekarang yang sedang dilakukan oleh Uni Eropa dan facebook Eropa yaitu membuat mekanisme yang memungkinkan orang-orang yang akunnya di-take down itu membela diri," ucap dia.

"Jadi menurut saya mekanisme itu yang perlu dipikirkan yaitu hak pemilik akun untuk membela diri, yang di take down itu akunnya atau statusnya saja," lanjutnya.(dtc/vie)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 08:05

Modus Order Fiktif, Gelapkan 88 Handphone

SURABAYA    -   Ahmad Faisol Dardiri, 25, terpaksa merayakan…

Senin, 17 Desember 2018 08:04

Dendam, Pisau Bersarang ke Dada

JAMBI  –   Masih ingat kejadian penusukan terhadap Agus Tomi…

Senin, 17 Desember 2018 08:03

Tewas Ketika Panen Sawit

SAMPIT   -   Nasib malang dialami Darmoko. Pria 34…

Senin, 17 Desember 2018 08:03

Warga Kecewa PT Mega Mix Belum Disegel

KUBU RAYA   -  Adu mulut pun tak terhindarkan saat…

Senin, 17 Desember 2018 08:01

Bocah Nyemplung ke Sungai

TANJUNG   -  Warga Desa Sei Buluh, Kecamatan Kelua, Kabupaten…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:39

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA   -   Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .