MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 14 Maret 2018 08:36
Dihamili Pacar, Ortu Lapor Polisi
ASUSILA: Arpani yang enggan bertanggung jawab setelah menghamili pacarnya, dilaporkan ke kepolisian pada Kamis (8/3) lalu.

PROKAL.CO, TANA PASER  -   Belum tuntas menangani kasus Abdul Razak, ayah tiri yang mencabuli anaknya yang masih di bawah umur, Unit PPA Satreskrim Polres Paser dihadapkan pada laporan yang hampir sama.

Kali ini, korbannya -sebut saja Mawar (15) - sedang hamil sembilan bulan. Mawar dihamili pacarnya, Arpani (23), warga Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang.

 “Pelaku diamankan pada Kamis (8/3) lalu sekira pukul 12.00 Wita di rumahnya. Pelaku dibekuk dua jam setelah Mawar dan orangtuanya melaporkan kejadian ini ke Polres Paser,” ujar Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Bambang Hardiyanto SH didampingi Kanit PPA Bripka Suryaning.

 Bambang membeberkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Mawar mengaku telah lama berpacaran dengan pelaku. Perbuatan intim itu pertama kali dilakukan pelaku pada akhir Juni 2017 di rumah pelaku.

 Saat itu, Mawar mengaku berada di bawah tekanan pelaku. Sepanjang Juni 2017 hingga Januari 2018, sedikitnya sembilan kali Mawar dan pelaku melakukan hubungan intim.

 Mawar juga mengungkapkan, selain melakukan hubungan intim di rumah, hal itu juga dilakukan di salah satu pondok di Desa Batu Kajang. Namun, korban tidak bisa mengingat pasti di mana saja melakukan hubungan intim dengan pelaku.

 “Sebenarnya orangtua korban sudah curiga terhadap perubahan fisik anaknya pada November 2017. Tapi, korban saat ditanya mengaku tidak terjadi apa-apa. Baru saat kandungan Mawar makin membesar, Mawar tidak bisa mengelak lagi dan mengakui kalau dia sedang hamil. Kemudian mengungkapkan kalau selama ini telah melakukan hubungan intim berkali-kali dengan pelaku,” jelas Bambang, Selasa (13/3).

 Sementara Bripka Suryaning menuturkan, pelaku dilaporkan ke polisi karena selalu mengelak saat dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya. Karena perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

 “Berdasarkan data yang ada, kasus pencabulan yang ditangani Unit PPA Satreskrim dalam dua bulan terakhir (Februari-Maret 2018) ada lima kasus,” pungkasnya. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 08:13

Longsor, Dua Rumah Nyaris Ambruk

BALIKPAPAN   -   Dua rumah yang berada di Gang Abadi perbatasan…

Rabu, 19 Desember 2018 08:09

Sales Dijebloskan ke Penjara

BALIKPAPAN   -  Seorang pemuda berinisial EP (34) warga Jalan…

Rabu, 19 Desember 2018 08:05

Sopir Ngebut, Mobil Nyebur Drainase Sedalam Tiga Meter

BALIKPAPAN  -   Baru saja sejumlah spanduk peringatan agar pengendara…

Rabu, 19 Desember 2018 08:02

Resep Anti Beruban

Bahan: 1. 10 lembar daun sirsak 2. 5 cm jahe…

Rabu, 19 Desember 2018 08:01

BIKIN HEBOH..!! Emak-Emak Teriak “Tolooong! Anakku…Tolooong”, Ternyata Anaknya....

BALIKPAPAN   -   Suasana kedatangan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad…

Rabu, 19 Desember 2018 07:59

Terjebak Api, Tujuh Orang Tewas Terbakar

SAMARINDA  -  Sekira delapan bulan lalu atau tepatnya 17 April…

Selasa, 18 Desember 2018 08:35

Gara-Gara Ini, Pasutri Diganjar Setahun Penjara

DUA   kasus fidusia yang berlanjut hingga meja hijau dalam tahun…

Selasa, 18 Desember 2018 08:34

Lebih 30 Kasus Fidusia Ditangani Tipiter

BALIKPAPAN  -   Jangan sembarangan melakukan takeover kendaraan bermotor hanya…

Selasa, 18 Desember 2018 08:32

Jalur Tengkorak, Jalur Kariangau Dipasangi Spanduk

BALIKPAPAN   -  Sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) kerap…

Selasa, 18 Desember 2018 08:28

Dicokok Polisi, ABG Pengedar Sabu Mewek

BALIKPAPAN   -  Seorang pemuda, Rois Gimnyastiar (18) hanya bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .