MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Rabu, 14 Maret 2018 08:36
Dihamili Pacar, Ortu Lapor Polisi
ASUSILA: Arpani yang enggan bertanggung jawab setelah menghamili pacarnya, dilaporkan ke kepolisian pada Kamis (8/3) lalu.

PROKAL.CO, TANA PASER  -   Belum tuntas menangani kasus Abdul Razak, ayah tiri yang mencabuli anaknya yang masih di bawah umur, Unit PPA Satreskrim Polres Paser dihadapkan pada laporan yang hampir sama.

Kali ini, korbannya -sebut saja Mawar (15) - sedang hamil sembilan bulan. Mawar dihamili pacarnya, Arpani (23), warga Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang.

 “Pelaku diamankan pada Kamis (8/3) lalu sekira pukul 12.00 Wita di rumahnya. Pelaku dibekuk dua jam setelah Mawar dan orangtuanya melaporkan kejadian ini ke Polres Paser,” ujar Kasat Reskrim Polres Paser, AKP Bambang Hardiyanto SH didampingi Kanit PPA Bripka Suryaning.

 Bambang membeberkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Mawar mengaku telah lama berpacaran dengan pelaku. Perbuatan intim itu pertama kali dilakukan pelaku pada akhir Juni 2017 di rumah pelaku.

 Saat itu, Mawar mengaku berada di bawah tekanan pelaku. Sepanjang Juni 2017 hingga Januari 2018, sedikitnya sembilan kali Mawar dan pelaku melakukan hubungan intim.

 Mawar juga mengungkapkan, selain melakukan hubungan intim di rumah, hal itu juga dilakukan di salah satu pondok di Desa Batu Kajang. Namun, korban tidak bisa mengingat pasti di mana saja melakukan hubungan intim dengan pelaku.

 “Sebenarnya orangtua korban sudah curiga terhadap perubahan fisik anaknya pada November 2017. Tapi, korban saat ditanya mengaku tidak terjadi apa-apa. Baru saat kandungan Mawar makin membesar, Mawar tidak bisa mengelak lagi dan mengakui kalau dia sedang hamil. Kemudian mengungkapkan kalau selama ini telah melakukan hubungan intim berkali-kali dengan pelaku,” jelas Bambang, Selasa (13/3).

 Sementara Bripka Suryaning menuturkan, pelaku dilaporkan ke polisi karena selalu mengelak saat dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya. Karena perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

 “Berdasarkan data yang ada, kasus pencabulan yang ditangani Unit PPA Satreskrim dalam dua bulan terakhir (Februari-Maret 2018) ada lima kasus,” pungkasnya. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 08:19

Dua Bulan Kerja di Kebun Sawit Tak Digaji

SUNGGUH   malang nasib ke 18 warga asal Palu, Sulawesi…

Senin, 17 Desember 2018 08:17

30 Penyelam Disiagakan

BALIKPAPAN  -  Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019, jajaran…

Senin, 17 Desember 2018 08:12

Dipulangkan Pakai Dana Orang Terlantar

BALIKPAPAN  -  Menjadi salah satu pintu masuk dan keluar Kalimantan,…

Senin, 17 Desember 2018 08:10

Hindari Motor, Pikap Hajar Truk

BALIKPAPAN  -  Kecelakaan lalu lintas kemarin (16/12) terjadi di Jalan…

Senin, 17 Desember 2018 08:08

Waspada, Curah Hujan Balikpapan Masih Tinggi

BALIKPAPAN  -  Hingga pertengahan Desember 2018 curah hujan yang mengguyur…

Senin, 17 Desember 2018 08:06

Satu Jam Beli Rokok

Sudah satu jam lebih si Iwan, disuruh membeli rokok oleh…

Minggu, 16 Desember 2018 10:15

Jaringan Pengedar Sabu Dicokok

BALIKPAPAN - Jajaran Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Balikpapan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:05

Rudi Embat Ban Truk Nganggur

BALIKPAPAN - Rudi Halili (36) warga Jalan Batu Butok, Kelurahan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:02

Ratusan Miras Siap Dimusnahkan

BALIKPAPAN - Ratusan botol dan kaleng minuman keras (miras) yang…

Minggu, 16 Desember 2018 09:58

Kasus Penikaman Teman, Polres Segera Gelar Rekonstruksi

BALIKPAPAN - Penyidik Polres Balikpapan masih melengkapi berkas tersangka Udin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .