MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 14 Maret 2018 09:27
PNI-Yayasan Marhaenis Berebut Sekretariat

Saling Klaim Kepemilikan, Pengajuan IMTN Ditangguhkan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Polemik antara Partai Nasional Indonesia (PNI) Front Marhaenis dengan Yayasan Marhaenis tak kunjung reda. Saling klaim kepemilikan sekretariat bernama Yayasan Marhaenis Balikpapan (YMB), terus saja terjadi. Termasuk saat proses pembuatan surat IMTN.

 Pada tahun 2008 lalu, almarhum Abdul Ja’far atas nama organisasi PNI Front Marhaenis mengurus legalitas sekretariat untuk pertama kali, namun gagal. Itu setelah Laode atas nama Yayasan Marhaenis melakukan sanggahan.

 Kemudian tahun 2014, ada laporan dari Abdul Ja’far kepada pihak kepolisian bahwa surat-surat aslinya hilang. Nah, pada tahun 2016 giliran pihak Laode yang mengajukan IMTN. Namun, gantian disanggah oleh pihak almarhum Abdul Ja’far.

 Kini, permohonan IMTN kembali masuk ke Kecamatan Balikpapan Kota. Permohonan ini diajukan Laode. Namun, lagi-lagi disanggah pihak almarhum Abdul Ja’far.

 Saat dikonfirmasi, Camat Balikpapan Kota (Balkot) Aspiansyah membenarkan, ada salah satu pihak yang mengajukan izin memanfaatkan tanah negara (IMTN) ke Kecamatan Balikpapan Kota. 

 “Iya, ada pengajuan IMTN. Namun, saat ini kami pending (tunda, Red) karena banyak masalah,” ungkap Aspiansyah, kemarin (13/3).

 Dasar penangguhan pengajuan IMTN itu, Aspianyah melanjutkan, berkas persyaratan yang diajukan tidak lengkap. Sedangkan lahan kesekretariatan itu adalah aset yang diketahuinya milik Partai Nasional Indonesia (PNI) Front Marhaenis dan dibeli sekira tahun 1968 silam.

 “Jadi, nanti kami menyusun dulu kronologis kepemilikan aset itu,” ucapnya. 

 Mantan Sekretaris Disnaker Balikpapan itu menjelaskan, pihaknya pernah memfasilitasi untuk mediasi kedua belah pihak. Namun tidak ada titik temu. Kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan.

 PNI Front Marhaenis yang diketahui sebagai pemilik aset, pecah dengan Yayasan Marhaenis selaku pihak klaim.

 “Yayasan Marhaenis dan PNI Front Marhaenis ini terpisah. Makanya kalau mau mengklaim, ingin membuat IMTN, harus disertakan akta hibah. Dan itu belum dimiliki oleh pengurus Yayasan Marhaenis selaku pihak klaim,” ungkapnya.

 Pihaknya memaklumi jika terjadi saling klaim kepemilikan aset selama belum memiliki akta hibah kepemilikan sah. Sementara akta hibah itu harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

 “Akta hibah bisa diurus melalui Yayasan Marhaenis dan harus berhubungan dengan PNI Front Marhaenis. Tapi, saat ini belum ada akta hibahnya. Yayasan Marhaenis hanya membuat pernyataan penyerahan aset aja, itu pun dibuat sendiri oleh pihaknya,” paparnya.

 Usut demi usut, salah satu pengurus PNI Front Marhaenis atas nama almarhum Abdul Ja’far. Dia juga pernah mengurus IMTN beberapa tahun silam untuk menguasai aset yang sama. Saat pengumuman IMTN yang diajukan itu, ternyata ada pihaknya yang menyanggah, yaitu pengurus Yayasan Marhaenis bernama Laode.

 “Sekarang Pak Laode mengurus IMTN disanggah lagi oleh pihak Pak Ja’far. Jadi memang harus dilengkapi dulu persyaratan-persyaratan, misalnya pengalihan aset itu ke yayasan,” tegasnya.

 Lebih jauh dia menjelaskan, berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Yayasan Marhaenis menyatakan bahwa PNI Front Marhaenis itu sudah tidak aktif dan bubar. Namun, pernyataan yayasan itu tidak ada bukti kuat. Pembubaran harus didapat dari Kementerian Kehakiman. 

 “Karena enggak ada bukti pembubaran, saat ini kami tahan dulu,” tandasnya.

 Untuk diketahui, IMTN itu pertama kali diusulkan almarhum Abdul Ja’far pada 2008 silam atas nama PNI Front Marhaenis. Lalu, usulan itu disanggah Laode atas nama Yayasan Marhaenis.

 Kemudian pada tahun 2014, ada laporan dari Abdul Ja’far di kepolisian bahwa surat-surat aslinya hilang. Lalu tahun 2016, Laode kembali mengajukan IMTN dan lagi-lagi disanggah oleh pihak almarhum Abdul Ja’far.

 “Jadi, prosesnya gitu-gitu aja. Tapi, sejak itu tidak ada lagi tindak lanjutnya, sama-sama bertahan. Saya sudah buatkan kronologisnya. Jadi, harus dilengkapi dulu persyaratan-persyaratan kalau mau diproses IMTN. Nanti kami coba fasilitasi lagi, dipanggil pihak-pihak terkait. Kalau tetap enggak ketemu, maka harus lewat pengadilan, siapa pemilik yang sah,” tegasnya.

 Diketahui, PNI Front Marhaenis pada tahun 1978 membuat Yayasan Marhaenis di Jakarta. Kemudian, pada tahun 2008 yayasan itu berdiri di Balikpapan oleh Laode dkk.

 Pantauan Balikpapan Pos di sekretariat Yayasan Marhaenis Balikpapan, terpampang spanduk berlogo Pemkot Balikpapan bertuliskan “Tanah ini sedang diproses IMTN, an Yayasan Marhaenis Balikpapan dengan luas lahan 670 meter persegi”.

 “Soal adanya spanduk itu, mereka sendiri yang masang. Nanti akan kami cabut,” janji Aspiansyah. (tur/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 09:05

Perumahan Banjir Lumpur, Proyek Jalan Tol Dikeluhkan

BALIKPAPAN  -   Hujan yang masih mengguyur Kota Balikpapan akhir-akhir…

Selasa, 18 Desember 2018 09:04

32 Ribu E-KTP Bakal Dibakar

BALIKPAPAN   -  Sebanyak 32.627 KTP elektronik (e-KTP) yang tak lagi…

Selasa, 18 Desember 2018 09:03

Pemkot-Investor Beda Keinginan

BALIKPAPAN   -  Keinginan masyarakat agar Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah…

Selasa, 18 Desember 2018 09:03

Gratis dan Dioperasikan di Baltim

BALIKPAPAN  -  Jelang tutup tahun 2018, Pemkot Balikpapan mendapat bantuan…

Selasa, 18 Desember 2018 09:00

Tiga Kecamatan Kesulitan Lahan Makam

BALIKPAPAN  -  Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman…

Selasa, 18 Desember 2018 09:00

Satu UPT Idealnya Empat Unit Damkar

BALIKPAPAN   -  Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi…

Selasa, 18 Desember 2018 08:59

Tunggu Studi Kelayakan RSUD

BALIKPAPAN  -  Pemkot Balikpapan berencana membangun rumah sakit umum daerah (RSUD)…

Selasa, 18 Desember 2018 08:59

2019, Pendampingan Hukum Perempuan dan Anak di DP3AKB

Pelayanan dan bantuan hukum terus diberikan Pos Bantuan Hukum Advokat…

Senin, 17 Desember 2018 08:44

MEGAPROYEK

Jalan tol sepanjang 99,35 km yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda ini ditargetkan…

Senin, 17 Desember 2018 08:42

Diduga Tak Sesuai Mekanisme

BALIKPAPAN  -  Pembongkaran Kantor Kecamatan Balikpapan Tengah (Balteng) dan Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .