MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Rabu, 14 Maret 2018 09:27
PNI-Yayasan Marhaenis Berebut Sekretariat

Saling Klaim Kepemilikan, Pengajuan IMTN Ditangguhkan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Polemik antara Partai Nasional Indonesia (PNI) Front Marhaenis dengan Yayasan Marhaenis tak kunjung reda. Saling klaim kepemilikan sekretariat bernama Yayasan Marhaenis Balikpapan (YMB), terus saja terjadi. Termasuk saat proses pembuatan surat IMTN.

 Pada tahun 2008 lalu, almarhum Abdul Ja’far atas nama organisasi PNI Front Marhaenis mengurus legalitas sekretariat untuk pertama kali, namun gagal. Itu setelah Laode atas nama Yayasan Marhaenis melakukan sanggahan.

 Kemudian tahun 2014, ada laporan dari Abdul Ja’far kepada pihak kepolisian bahwa surat-surat aslinya hilang. Nah, pada tahun 2016 giliran pihak Laode yang mengajukan IMTN. Namun, gantian disanggah oleh pihak almarhum Abdul Ja’far.

 Kini, permohonan IMTN kembali masuk ke Kecamatan Balikpapan Kota. Permohonan ini diajukan Laode. Namun, lagi-lagi disanggah pihak almarhum Abdul Ja’far.

 Saat dikonfirmasi, Camat Balikpapan Kota (Balkot) Aspiansyah membenarkan, ada salah satu pihak yang mengajukan izin memanfaatkan tanah negara (IMTN) ke Kecamatan Balikpapan Kota. 

 “Iya, ada pengajuan IMTN. Namun, saat ini kami pending (tunda, Red) karena banyak masalah,” ungkap Aspiansyah, kemarin (13/3).

 Dasar penangguhan pengajuan IMTN itu, Aspianyah melanjutkan, berkas persyaratan yang diajukan tidak lengkap. Sedangkan lahan kesekretariatan itu adalah aset yang diketahuinya milik Partai Nasional Indonesia (PNI) Front Marhaenis dan dibeli sekira tahun 1968 silam.

 “Jadi, nanti kami menyusun dulu kronologis kepemilikan aset itu,” ucapnya. 

 Mantan Sekretaris Disnaker Balikpapan itu menjelaskan, pihaknya pernah memfasilitasi untuk mediasi kedua belah pihak. Namun tidak ada titik temu. Kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan.

 PNI Front Marhaenis yang diketahui sebagai pemilik aset, pecah dengan Yayasan Marhaenis selaku pihak klaim.

 “Yayasan Marhaenis dan PNI Front Marhaenis ini terpisah. Makanya kalau mau mengklaim, ingin membuat IMTN, harus disertakan akta hibah. Dan itu belum dimiliki oleh pengurus Yayasan Marhaenis selaku pihak klaim,” ungkapnya.

 Pihaknya memaklumi jika terjadi saling klaim kepemilikan aset selama belum memiliki akta hibah kepemilikan sah. Sementara akta hibah itu harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

 “Akta hibah bisa diurus melalui Yayasan Marhaenis dan harus berhubungan dengan PNI Front Marhaenis. Tapi, saat ini belum ada akta hibahnya. Yayasan Marhaenis hanya membuat pernyataan penyerahan aset aja, itu pun dibuat sendiri oleh pihaknya,” paparnya.

 Usut demi usut, salah satu pengurus PNI Front Marhaenis atas nama almarhum Abdul Ja’far. Dia juga pernah mengurus IMTN beberapa tahun silam untuk menguasai aset yang sama. Saat pengumuman IMTN yang diajukan itu, ternyata ada pihaknya yang menyanggah, yaitu pengurus Yayasan Marhaenis bernama Laode.

 “Sekarang Pak Laode mengurus IMTN disanggah lagi oleh pihak Pak Ja’far. Jadi memang harus dilengkapi dulu persyaratan-persyaratan, misalnya pengalihan aset itu ke yayasan,” tegasnya.

 Lebih jauh dia menjelaskan, berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Yayasan Marhaenis menyatakan bahwa PNI Front Marhaenis itu sudah tidak aktif dan bubar. Namun, pernyataan yayasan itu tidak ada bukti kuat. Pembubaran harus didapat dari Kementerian Kehakiman. 

 “Karena enggak ada bukti pembubaran, saat ini kami tahan dulu,” tandasnya.

 Untuk diketahui, IMTN itu pertama kali diusulkan almarhum Abdul Ja’far pada 2008 silam atas nama PNI Front Marhaenis. Lalu, usulan itu disanggah Laode atas nama Yayasan Marhaenis.

 Kemudian pada tahun 2014, ada laporan dari Abdul Ja’far di kepolisian bahwa surat-surat aslinya hilang. Lalu tahun 2016, Laode kembali mengajukan IMTN dan lagi-lagi disanggah oleh pihak almarhum Abdul Ja’far.

 “Jadi, prosesnya gitu-gitu aja. Tapi, sejak itu tidak ada lagi tindak lanjutnya, sama-sama bertahan. Saya sudah buatkan kronologisnya. Jadi, harus dilengkapi dulu persyaratan-persyaratan kalau mau diproses IMTN. Nanti kami coba fasilitasi lagi, dipanggil pihak-pihak terkait. Kalau tetap enggak ketemu, maka harus lewat pengadilan, siapa pemilik yang sah,” tegasnya.

 Diketahui, PNI Front Marhaenis pada tahun 1978 membuat Yayasan Marhaenis di Jakarta. Kemudian, pada tahun 2008 yayasan itu berdiri di Balikpapan oleh Laode dkk.

 Pantauan Balikpapan Pos di sekretariat Yayasan Marhaenis Balikpapan, terpampang spanduk berlogo Pemkot Balikpapan bertuliskan “Tanah ini sedang diproses IMTN, an Yayasan Marhaenis Balikpapan dengan luas lahan 670 meter persegi”.

 “Soal adanya spanduk itu, mereka sendiri yang masang. Nanti akan kami cabut,” janji Aspiansyah. (tur/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:23

Proyek Ini Terkendala Pembebasan Lahan

BALIKPAPAN  -   Persoalan pembebasan lahan di Bendali V, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan…

Rabu, 19 September 2018 08:21

Dewan Usulkan Stadion Mewah Ini Dikelola Swasta

BALIKPAPAN  -  Banyaknya bangunan milik Pemkot Balikpapan yang tidak terawat disayangkan Ketua…

Rabu, 19 September 2018 08:19

JANJI LAGI..!! Juni 2019, Pembangunan Transmart Rampung

SAMARINDA  -  Manajer proyek pembangunan Transmart Samarinda, Ratna Indriati mengungkapkan,…

Rabu, 19 September 2018 08:19

Subardiyono Bikin Gebrakan, Aksi Selasa Bersih TPS

BALIKPAPAN  -  Meskipun baru dua minggu menjabat, namun Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan…

Rabu, 19 September 2018 08:17

Usulkan Benahi Pasar Klandasan

BALIKPAPAN  -  Rustam Jasli yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Balikpapan menggantikan…

Rabu, 19 September 2018 08:16

146 Peserta Lolos TPP

SAMARINDA  -  Rekrutmen tenaga pendamping profesional (TPP) Provinsi Kaltim untuk tahun anggaran…

Rabu, 19 September 2018 08:15

Rustam Resmi Jadi Anggota Legislatif

Politikus Partai Demokrat, Rustam Jasli akhirnya resmi menjadi anggota DPRD Balikpapan periode 2014-2019.…

Selasa, 18 September 2018 07:59

ASRI

Pemerintah kota terus membenahi taman-taman kota di Kota Minyak. Salah satunya, taman kota di samping…

Selasa, 18 September 2018 07:57

ASEEEKK..!! Selama Tujuh Bulan, 640 Pasangan Jadi “Papa-Mama”

BALIKPAPAN  -  Warga Kota Minyak yang menikah selama periode Januari-Juli 2018 mencapai 640…

Selasa, 18 September 2018 07:55

Pelaksanaan Vaksinasi MR Lamban

BALIKPAPAN  -  Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengaku, kampanye vaksinasi measles dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .