MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Jumat, 16 Maret 2018 08:49
Kasasi Hukuman Mati Bang Toyib Ditolak MA
TERDAKWA: Arman Suyuti alias Bang Toyib saat digiring aparat untuk menjalani persidangan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  –  Masih ingat dengan perkara Arman Suyuti alias Bang Toyib yang merupakan terdakwa kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram yang diamankan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu 29 Agustus 2015 silam.

Senin (6/3) pekan lalu, Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Tanjung Selor menerima putusan dari Mahkamah Agung (MA) atas penolakan upaya hukum kasasi yang diajukan terdakwa. Pada perkara tersebut, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda yang menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa.

 Wakil Ketua PN Kelas II Tanjung Selor, Ahmad Syarif mengatakan, keputusan itu diturunkan berdasarkan hasil rapat permusyawaratan MA yang selanjutnya diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada Rabu 12 Februari 2017 lalu.

 “Putusan itu dibacakan dengan tidak dihadiri oleh penuntut umum dan pemohon kasasi atau terdakwa,” katanya kepada Radar Kaltara saat ditemui di Kantor PN Kelas II Tanjung Selor kemarin (15/3).

 Bersama dengan keputusan tersebut, Bang Toyib si pemilik sabu yang ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari seorang kurir bernama Nur Salam alias Allang (44) yang ditangkap di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Kamis 15 Januari 2015 lalu juga dibebankan biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp 2,5 juta.

 Dalam hal ini, Bang Toyib masih diberikan kesempatan untuk melakukan upaya hukum berupa Peninjauan Kembali (PK) serta pengajuan grasi ke Presiden. Namun, untuk melakukan PK itu tentu ada prosedur yang harus dipatuhi. “Paling tidak ada bukti baru yang harus disertakan oleh terdakwa. Jika tidak ada pasti PK-nya akan ditolak,” sebutnya.

 Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Denny Iswanto juga mengatakan, bahwa sudah ada putusan dari MA atas perkara tersebut. Artinya, sudah inkrah dan tinggal menunggu waktu eksekusi.

 Namun, karena divonis hukuman mati, maka untuk eksekusinya secara otomatis diambil alih Kejaksaan Agung (Kejagung). Jadi, untuk kapan dilakukan eksekusi tersebut, tergantung dari Kejagung. “Kami (Kejari, Red) hanya melaporkan bahwa perkara ini sudah inkrah berdasarkan putusan Mahkamah Agung,” sebutnya.

 Pastinya, semua itu akan ditetapkan terlebih dahulu tempatnya dan harus berkoordinasi dengan kepolisian sebagai eksekutor. Termasuk juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggarannya. “Jika semuannya sudah lengkap, baru dijadwalkan eksekusinya,” kata dia.

 Namun demikian, hal yang sama juga dikatakannya bahwa terdakwa masih bisa melakukan upaya hukum PK, karena itu merupakan hak dari setiap terdakwa yang sudah divonis. Apakah ditempuh atau tidak urusan terdakwa tersebut.

 “Tapi untuk pengajuan PK, terpidana harus menyertakan bukti baru. Jika memenuhi syarat untuk dilakukan PK baru diuji atau disidangkan kembali di PN Tanjung Selor dan hasilnya kembali diteruskan ke MA,” jelasnya.

 Sejauh ini, dirinya mengaku belum ada menerima informasi terkait adanya upaya hukum PK yang dilakukan oleh pihak terpidana. Sebab, jika ada pasti penyampaian akan diteruskan kepada pihaknya. “Tapi biasanya itu terpidana baru akan melakukan PK menjelang dilakukannya eksekusi,” sebutnya.

 Karena, lanjuut dia, sebelum dieksekusi terdakwa pasti ditanya terlebih dahulu apakan akan melakukan PK atau tidak. Jika melakukan PK, maka akan ditunggu hingga keluar hasil PK-nya dari MA.

 Adapun untuk PK itu sebenarnya dalam undang-undang tidak dibatasi, tapi pihaknya membatasi hanya dua kali untuk satu perkara. Artinya, ketika dua kali PK yang dilakukan ditolak, maka akan dilanjutkan dengan eksekusi. (iwk/eza/jpnn)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:18

Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp 3,3 Miliar

JAKARTA   -  Mantan anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Amin Santono didakwa menerima…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Bos Abu Tours Cuci Uang Jemaah Rp 1,2 T

MAKASAR   -   Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa bos Abu Tours, Hamzah Mamba menggunakan uang…

Kamis, 20 September 2018 08:02

Polisi Bongkar Penjualan Obat Ilegal

JAKARTA   -   Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap…

Kamis, 20 September 2018 08:01

Patah AS, Bahu ANS Nyungsep

INDERALAYA  -  Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ANS jurusan Jakarta-Padang Bukti…

Kamis, 20 September 2018 08:00

Kolor Ijo Teror Warga Sidrap

SIDRAP  --  Isu kolor ijo masih menghantui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe,…

Kamis, 20 September 2018 07:58

Bocah Perempuan Nyaris Diculik Pria Bermotor

Bandung   -  Bocah perempuan berusia 10 tahun nyaris diculik dua pria bermotor di Kota Bandung.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .