MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Sabtu, 17 Maret 2018 07:27
Cegah Penyebaran Penyakit DBD

Petani Buah Naga Diminta Lubangi Ban Bekas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pemanfaatan ban bekas sebagai media budi daya perkebunan buah naga mendapat sorotan pihak Kelurahan Teritip. Kepada para petani, pihak kelurahan melakukan sosialisasi agar melubangi ban-ban bekas yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya buah naga. Hal itu dilakukan untuk mencegah berkembangbiaknya  nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

“Banyak yang harus dibenahi di wilayah Teritip ini, mulai dari perkebunan buah naga, penampungan ban hingga lokasi saluran drainase mampet yang airnya meluber imbas hujan yang mengguyur,” kat Lurah Teritip Andi Arief Hidayatullah kepada Balikpapan Pos, Jumat (16/3).

Untuk itu dirinya berharap para petani buah naga bisa bekerja untuk membantu membasmi jentik nyamuk yang ada di tempat-tempat penampungan air.

“Kader-kader jumantik dan ketua RT sudah kami informasikan untuk segera melapor ke Puskesmas jika ada warga yang terindikasi terkena DBD,” serunya.

Saat ini, ia mengutarakan, berbagai upaya dilakukan pihak kelurahan dan puskesmas untuk mengantisipasi adanya korban DBD, mulain dari rutin melakukan pemberantasan jentik nyamuk hingga pengawasan ke petani buah naga.

“Lebih baik kita mencegah dari pada harus mengobati,” pintanya.

Sementara itu terkait hasil pertanian buah naga di kota Balikpapan, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Yosmianto mengatakan, produksi buah naga di Balikpapan tidak sampai 500 ton per bulan dari 50 total umlah petani buah naga di Kota Minyak.

“Untuk  buah naga sekitar dua bulan baru bisa dipanen, itu pun dengan usia tanaman sudah mencapai 2 tahun,” sebut dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, produksi 500 ton buah naga itu tergolong cukup bagus. Namun, hingga kini belum ada lembaga atau organisasi yang menaungi buah naga ini. Para petani masih berjalan sendiri-sendiri. Pengiriman saat ini cenderung mengarah ke pulau Jawa karena harga di sana cukup tinggi sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

“Para petani melakukan pengiriman ke berbagai daerah masih suka-suka mereka, tak teroganisasi dengan baik. Sebagai contoh salah satu petani sudah setuju melakukan kerja sama dengan pihak luar dengan jumlah pengiriman sekitar 1 ton per bulan. Namun, mereka akhirnya tidak dapat memenuhinya karena tidak ada yang mengatur,” bebernya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkomunikasi dengan beberapa instansi dan perusahaan yang ada Balikpapan untuk  mengumpulkan para petani agar membuat sebuah lembaga atau organisasi, agar mampu memenuhi permintaan dengan jumlah besar. (dan/vie)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 11:48

Harga Bawang Putih Tembus Rp 55 Ribu Per Kg

BALIKPAPAN-Usai melakukan operasi pasar beberapa waktu lalu di Pasar Klandasan,…

Kamis, 25 April 2019 11:47

Demi Pelayanan Kesehatan Dasar Bermutu

BALIKPAPAN - UPTD Puskesmas Karang Jati, Balikpapan Tengah (Balteng) merupakan…

Kamis, 25 April 2019 11:45

TP-PKK Baltim Siap ke Tingkat Provinsi

BALIKPAPAN– Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Balikpapan Timur…

Kamis, 25 April 2019 11:43

RT 44 Telaga Sari Akan Dibuatkan Siring

BALIKPAPAN– Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Balikpapan sedang melaksanakan reses…

Rabu, 24 April 2019 11:02

Kreatif, Kelola Sampah dari Pohon Mangrove

BALIKPAPAN - Kota Balikpapan sangat terkenal dengan wisata alamnya seperti…

Rabu, 24 April 2019 11:01

Optimalkan Layanan Kesehatan pada Lansia

BALIKPAPAN -  Puskesmas  selalu mengedepankan upaya promotif dan preventif pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:59

Balkot Raih Juara III Lomba LBS dan IVA Test

BALIKPAPAN- Tim Penggerak PKK Kecamatan Balikpapan Kota berhasil meraih juara…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Manggar Kehilangan Seklur Selamat Riyadi

BALIKPAPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan khususnya Kelurahan Manggar berduka. Salah satu…

Selasa, 23 April 2019 11:34

Warga Abaikan Plang Larangan

BALIKPAPAN– Hamparan sampah masih saja terlihat di Jalan Prona III…

Selasa, 23 April 2019 11:33

Lestarikan Resep Makanan Khas Daerah

BALIKPAPAN- Untuk melestarikan makanan khas daerah maka butuh transfer ilmu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*