MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Sabtu, 17 Maret 2018 07:27
Cegah Penyebaran Penyakit DBD

Petani Buah Naga Diminta Lubangi Ban Bekas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pemanfaatan ban bekas sebagai media budi daya perkebunan buah naga mendapat sorotan pihak Kelurahan Teritip. Kepada para petani, pihak kelurahan melakukan sosialisasi agar melubangi ban-ban bekas yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya buah naga. Hal itu dilakukan untuk mencegah berkembangbiaknya  nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

“Banyak yang harus dibenahi di wilayah Teritip ini, mulai dari perkebunan buah naga, penampungan ban hingga lokasi saluran drainase mampet yang airnya meluber imbas hujan yang mengguyur,” kat Lurah Teritip Andi Arief Hidayatullah kepada Balikpapan Pos, Jumat (16/3).

Untuk itu dirinya berharap para petani buah naga bisa bekerja untuk membantu membasmi jentik nyamuk yang ada di tempat-tempat penampungan air.

“Kader-kader jumantik dan ketua RT sudah kami informasikan untuk segera melapor ke Puskesmas jika ada warga yang terindikasi terkena DBD,” serunya.

Saat ini, ia mengutarakan, berbagai upaya dilakukan pihak kelurahan dan puskesmas untuk mengantisipasi adanya korban DBD, mulain dari rutin melakukan pemberantasan jentik nyamuk hingga pengawasan ke petani buah naga.

“Lebih baik kita mencegah dari pada harus mengobati,” pintanya.

Sementara itu terkait hasil pertanian buah naga di kota Balikpapan, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Yosmianto mengatakan, produksi buah naga di Balikpapan tidak sampai 500 ton per bulan dari 50 total umlah petani buah naga di Kota Minyak.

“Untuk  buah naga sekitar dua bulan baru bisa dipanen, itu pun dengan usia tanaman sudah mencapai 2 tahun,” sebut dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, produksi 500 ton buah naga itu tergolong cukup bagus. Namun, hingga kini belum ada lembaga atau organisasi yang menaungi buah naga ini. Para petani masih berjalan sendiri-sendiri. Pengiriman saat ini cenderung mengarah ke pulau Jawa karena harga di sana cukup tinggi sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram.

“Para petani melakukan pengiriman ke berbagai daerah masih suka-suka mereka, tak teroganisasi dengan baik. Sebagai contoh salah satu petani sudah setuju melakukan kerja sama dengan pihak luar dengan jumlah pengiriman sekitar 1 ton per bulan. Namun, mereka akhirnya tidak dapat memenuhinya karena tidak ada yang mengatur,” bebernya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkomunikasi dengan beberapa instansi dan perusahaan yang ada Balikpapan untuk  mengumpulkan para petani agar membuat sebuah lembaga atau organisasi, agar mampu memenuhi permintaan dengan jumlah besar. (dan/vie)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 09:31

Pangkas Dahan Pohon Berisiko Tumbang

BALIKPAPAN  -  Hujan disertai angin  kencang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.…

Senin, 23 April 2018 09:28

Padukan Pramuka dan Adiwiyata

BALIKPAPAN –  Banyak cara bisa dilakukan dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22…

Senin, 23 April 2018 09:27

Rumah Kompos Prapatan Tutup

BALIKPAPAN  –  Kondisi pusat pengolahan sampah menjadi pupuk (rumah kompos) di RT 35…

Senin, 23 April 2018 09:26

KBM Warga Lamaru Sasar Saluran Drainase

BALIKPAPAN  –  Banyak cara dilakukan warga untuk menciptakan suasana tempat tinggal…

Senin, 23 April 2018 09:26

Polisi Bongkar Penjualan Miras Tradisional

BALIKPAPAN  -  Banyaknya laporan masyarakat yang masuk terkait penjualan minuman keras (miras)…

Senin, 23 April 2018 09:24

Empat RT di Kariangau Serentak Gelar Semenisasi

BALIKPAPAN   -   Meski sempat dihantam hujan, tak menyurutkan semangat warga Kariangau, Balikpapan…

Senin, 23 April 2018 09:24

Ajak Warga Hidup Sehat, Germas Digelar di Graha Indah

BALIKPAPAN   -  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) digelar oleh Puskesmas Graha Indah,…

Senin, 23 April 2018 09:23

Drainase Cucian Motor dan Mobil Buntu

BALIKPAPAN   -  Sejumlah warga mengeluhkan kondisi sedimen dan sampah yang menutupi drainase…

Sabtu, 21 April 2018 08:40

Abrasi Pantai Manggar Semakin Parah

BALIKPAPAN  –  Kondisi abrasi di Pantai Segara Sari Manggar perlu mendapat perhatian…

Sabtu, 21 April 2018 08:38

Lama Tumbang, Sampai Saat Ini Monpera Belum Ada Patungnya

BALIKPAPAN  –  Dua tahun sudah,  robohnya patung pahlawan yang berada di Monumen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .