MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Sabtu, 17 Maret 2018 07:33
Dewan Sesalkan Sikap Empat Dokter Spesialis

POLEMIK

-

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Sikap empat dokter spesialis yang memilih hengkang dari RSUD Ratu Aji Putri Botung disayangkan Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Syamsudin Alie.

 Dia mengaku, keempat dokter spesialis tersebut memilih hengkang tak lepas dari permasalahan pembagian jasa layanan. Yakni, sistem pembagian pendapatan bersih atau neto yang ditetapkan pemerintah daerah tahun lalu, 60 persen jasa sarana dan 40 persen jasa layanan.

 Sistem pembagian itu mendapat pertentangan dari kalangan dokter spesialis. Karena, tahun sebelumnya sistem pembagian tersebut dalam bentuk bruto atau pendapatan kotor. Semestinya dalam menyikapi permasalahan itu, keempat dokter spesialis tersebut tidak meninggalkan RSUD. Ini lantaran akan memengaruhi layanan kesehatan di rumah sakit pelat merah itu.

 “Tidak boleh langsung mengundurkan diri. Karena tanpa mereka, pelayanan tidak bisa berjalan dengan baik. Masalah ini masih bisa dibicarakan dan diselesaikan. Kalau langsung mengundurkan diri, jelas kami dari komisi II sangat menyayangkan langkah dokter tersebut,” kata Syamsudin Alie, kemarin (16/3).

Menurutnya, pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit telah memberikan kelonggaran kepada seluruh dokter yang bertugas di PPU. Mereka tidak dibatasi untuk membuka praktik meskipun memiliki tugas pokok di RSUD.

 “Hak untuk membuka praktik tidak dipermasalahkan oleh pemerintah meskipun tugas utamanya di rumah sakit. Seharusnya itu yang menjadi pertimbangan mereka, atau pikirkanlah dari sisi kemanusiaannya,” ujarnya.

 Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut mendorong kepada pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit segera menyelesaikan masalah tersebut. Masalah pembagian jasa layanan itu masih bisa diselesaikan. Apalagi, pemerintah daerah telah bersedia mengakomodasi tuntutan dokter spesialis dengan sistem pembagian pendapatan bruto, dengan besaran 56 persen jasa sarana dan 44 persen jasa layanan.

 “Itu hanya masalah teknis saja dan masih bisa dibicarakan bersama untuk mencari solusinya,” terang Syamsudin Alie.

Komisi II mendukung langkah Bupati Yusran Aspar untuk mengeluarkan surat keputusan (SK) pembagian 60 persen jasa sarana dan 44 jasa layanan.

 “Pada dasarnya, kami di DPRD menyetujui upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah, dengan catatan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tapi, saya kira bupati akan menerbitkan SK 2018 terkait dengan perubahan pembagian jasa layanan itu telah melalui kajian secara mendalam,” tandasnya.

Diketahui, RSUD Ratu Aji Putri Botung bakal kehilangan empat tenaga dokter spesialis. Pasalnya, dokter tersebut ada yang mengajukan pensiun dini, pindah, dan berhenti sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada Februari lalu.

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU dr Jansje Grace Makisurat membenarkan, keempat tenaga medisnya itu telah mengajukan permohonan kepada Bupati Yusran Aspar dan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) PPU.

 Keempat dokter spesialis itu, yakni dokter spesialis penyakit dalam Robinson Manurung, dokter spesialis saraf Kristina Dwi Wahyuni, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Manaek Parulian Sihotang, dan dokter spesialis kandungan Ketut Widaya. Seluruh dokter spesialis tersebut berstatus sebagai ASN atau PNS.

“Yang mengajukan pensiun dini dokter Robinson, mengajukan permohonan berhenti dokter Kristina dan dokter Manaek Sihotang. Kalau yang mengajukan pindah ke daerah lain dokter Ketut,” kata Grace Makisurat.

 Grace Makisurat menyatakan, surat yang diajukan tersebut sedang diproses oleh BKPP dan Inspektorat. Namun, Direktur RSUD tidak mengetahui sejauh mana prosesnya.

“Saya tidak tahu hasilnya seperti apa. Karena kurang mendapat kabar terbaru tentang permohonan dokter spesialis ini,” terangnya. (kad/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 09:22

BELUM STERIL

Meski pesisir Teluk Balikpapan terlihat bersih, namun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut…

Senin, 23 April 2018 09:21

Mulai Khawatir TKA Ilegal

BALIKPAPAN   -   Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim mulai khawatir dengan…

Senin, 23 April 2018 09:20

DPT Pilgub Berkurang 100 Ribu Pemilih

BALIKPAPAN   -   KPU Kaltim baru saja merilis penetapan daftar pemilih tetap (DPT)…

Senin, 23 April 2018 09:19

Posko Ditutup, Bantuan Capai Rp 116 Juta

BALIKPAPAN  -  Kesedihan warga RT 22, Kelurahan Sepinggan Raya, Kecamatan Balikpapan Selatan,…

Senin, 23 April 2018 09:16

Indahnya Pesona Alam Puncak Bukit Doa Tomohon

Ratusan media massa se-Kalimantan dan Sulawesi mengikuti acara Temu Media & Forum Kehumasan yang…

Senin, 23 April 2018 09:12

Pemuda Milenial Jangan Alergi Politik

BALIKPAPAN   -  Tak jarang pemuda alergi dengan dunia politik. Politik dipandang wadah menyalurkan…

Senin, 23 April 2018 09:10

PDAM Disuntik Modal Rp 10,3 Miliar

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengucurkan anggaran penyertaan…

Minggu, 22 April 2018 09:30

Pilkada, Kaltim Berpotensi Rawan

BALIKPAPAN - Dari sejumlah provinsi yang menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Kalimantan…

Minggu, 22 April 2018 09:26

KPU Siapkan 2.592 Desain Surat Suara

JUMLAH daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2019 mendatang akan semakin banyak. Total akan ada 2.592…

Minggu, 22 April 2018 09:23

Kartini Dulu, Kini, dan Nanti

JAKARTA -“Orang mencoba membohongi kami, bahwa tidak kawin itu bukan hanya aib, melainkan dosa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .