MANAGED BY:
SENIN
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Senin, 19 Maret 2018 08:51
LPI Sebut Kapolri Beri Atensi

Jika Bersalah, Pandu Pantas Dihukum Berat

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meyakini Polda Kaltim akan mampu menuntaskan proses hukum terhadap Pandu Dharma Wicaksono yang telah menghirup udara bebas setelah masa penahanannya berakhir.

 “Atensi kapolri semakin menguatkan kinerja Polda Kaltim. Karena masyarakat sudah menunggu untuk segera dituntaskan. Bahkan di media sosial sudah menjadi pembicaraan,” ungkap Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI Reza Indragiri saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin (18/3).

Bila memang Pandu benar-benar dinyatakan bersalah, dia menegaskan, hukuman seberat-beratnya pantas diterimanya. Tidak hanya pidana, pelaku bakal menerima sanksi sosial, di antaranya berupa pencabutan semua penghargaan yang disandang.

“Dia publik figur dan mendapat berbagai penghargaan serta prestasi di dunia anak, bahkan sosoknya dekat dengan anak. Sangat memalukan, bisa dibilang pengkhianat,” tegasnya.

“Skandal yang sangat memalukan dan menjijikkan bila benar adanya. Memberikan penghargaan kepada pelaku pedofil. Menjadi pekerjaan rumah bersama, memberikan penghargaan terhadap aktivis masyarakat yang menyimpang,” sambungnya.

Hingga kini, kasus Pandu memang terbilang berbelit-belit. Imbasnya, tersangka bebas menghirup udara bebas. Berkas mengambang, terus-menerus P-19. Dia pun meminta agar gelar perkara dilakukan secara terbuka. Artinya melibatkan lembaga pemasyarakatan. Sehingga ada kejelasan kasus ini. Tidak ada kekhawatiran perihal intervensi dari oknum yang menyebabkan mengambang.

“Jika kemudian kejaksaan dengan segala hormat bertentangan dengan kaidah, pastinya bisa dikontrol. Itulah pentingnya gelar perkara terbuka,” ujarnya.

Perihal lie detector yang diminta jaksa penuntut umum (JPU), namun ditolak oleh tersangka. Menurut Reza, negara maju sekalipun tidak menggunakan lie detector. Tidak ada kaidah keilmuan lie detector bisa dijadikan dasar hukum. Alat tersebut hanya mendeteksi perubahan psikologis. Konteks psikologis tentu bias. Nah, tugas bagi pusat untuk bergerak melakukan kajian dalam hal forensik. Di LPAI, sudah melakukan itu.

“Sekali lagi perlu gelar perkara terbuka dan melakukan forensik secara spesifik. Jika keduanya bisa berjalan, semua bisa teratasi dan tidak ada lagi intervensi internal atau berusaha menghambat. Termasuk pemenuhan hak para korban bisa terpenuhi dengan aman,” terangnya.  (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Gunakan Modus Pindah KK

BALIKPAPAN  -   Kecurangan akan adanya siswa titipan selalu menghantui setiap musim penerimaan…

Senin, 16 Juli 2018 08:41

Palsukan Kartu Keluarga, Diganjar Hukuman Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  -  Ini peringatan bagi yang berani memalsukan kartu keluarga (KK) supaya tempat…

Senin, 16 Juli 2018 08:38

INI DIA..!! Berbagai Kecurangan PPDB 2018

PENERIMAAN   peserta didik baru (PPDB) tahun ini diwarnai aksi tidak terpuji orangtua maupun oknum…

Senin, 16 Juli 2018 08:36

ORI Kaltim: Rombel Tidak Transparan

BALIKPAPAN  -  Selain permasalahan sistem pendaftaran melalui online yang sempat bermasalah…

Senin, 16 Juli 2018 08:35

Terpaksa Masuk Sekolah Swasta

BALIKPAPAN  -  Penerapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi benar-benar…

Senin, 16 Juli 2018 08:35

Stabil: Sistem Zonasi Tanpa Kajian Akademik

BALIKPAPAN  -  Permasalahan PPDB yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat terus disoroti.…

Minggu, 15 Juli 2018 09:24

Adu Cerdik Strategi Kembar

MOSKOW - Kroasia memiliki urusan yang belum selesai dengan Prancis. Pada Piala Dunia 1998, Vatreni -julukan…

Minggu, 15 Juli 2018 09:07

HABISI..!! Spesialis Begal Diringkus

BALIKPAPAN - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus menodongkan senjata tajam, akhirnya…

Minggu, 15 Juli 2018 09:03

Keinginan Orangtua Ditolak, ISL Tetap Diproses Hukum

BALIKPAPAN - Keinginan ayah dari ISL agar anaknya bebas, ditolak kepolisian. Walhasil, pelaku pembuang…

Minggu, 15 Juli 2018 09:02

Korban Kedua Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

BALIKPPAN - Setelah melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan terhadap korban tenggelam yang mengalami…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .