MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 20 Maret 2018 09:22
Jam Edar Kendaraan Besar Butuh Perda

Berikan Efek Jera bagi Pelanggar

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sejumlah kendaraan berukuran besar masih saja melanggar Perwali Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jam Operasional Kendaraan Angkutan Alat Berat. Kendaraan itu kerap lalu-lalang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza di luar aturan jam edar.

 Yakni, kendaraan dengan panjang 20 feet dilarang melintas di jalan protokol pada pukul 06.30-09.00 Wita dan 15.00-18.00 Wita. Sedangkan kendaraan dengan panjang 40 feet tak boleh melintas di jalan protokol pada pukul 06.00-21.00 Wita.

 Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Kadarsyah, Perwali Jam Edar Kendaraan Besar sudah saatnya ditingkatkan menjadi peraturan daerah (perda). Ini guna mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza.

 Tak bisa dipungkiri, menurut mantan kadishub Pemkot Balikpapan tersebut, kemacetan juga tak lepas dari jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Sehingga dibutuhkan regulasi yang lebih kuat untuk memberikan sanksi atau efek jera.

“Kalau berbicara padatnya lalu lintas, pasti bersamaan dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang ada. Sementara infrastruktur gitu-gitu aja, perubahan juga tidak ada. Lalu kita mau membuat apa sekarang, aturan yang juga dibuat terkadang dilanggar,” ujar Kadarsyah, kemarin.

 Dirinya menilai Perwali Jam Edar Kendaraan Besar tidak efektif. Sebab, aturan tersebut tidak memuat sanksi yang lebih tegas.

 “Kenapa enggak ditingkatkan saja perwali itu menjadi perda, sehingga sanksi hukumnya lebih kena. Uniba tidak akan tutup mata dalam hal ini, kami siap bantu,” terangnya.

 Bagaimana jika diterapkan sistem ganjil dan genap seperti di Jakarta? Ditanya seperti itu, menurut dia, itu bukan solusi tepat dalam mengurai kemacetan di Balikpapan. Volume capacity ratio (VCR) kendaraan di Balikpapan masih jauh dibanding Jakarta. Sehingga tidak tepat jika diterapkan sistem ganjil dan genap.

 “Balikpapan belum waktunya diterapkan sistem seperti di Jakarta. VCR Balikpapan masih di bawah Jakarta. Jadi kemacetan itu enggak ada sebenarnya. Cuma terlambat datang aja,” katanya.

 Dilanjutkan, VCR Kota Jakarta sudah mendekati satu. Artinya, kemacetan di Jakarta sudah sangat parah. Ini dibuktikan dengan antrean panjang di setiap persimpangan lampu merah.

 “Kalau di Balikpapan ‘kan masih di jam tertentu saja. Palingan pada pagi, siang, dan sore hari. Jadi untuk mengurai kemacetan itu, tinggal pengawasan saja yang diperketat,” katanya.

 Sistem ganjil dan genap yang dilakukan dengan penilangan kendaraan, kata dia, tidak akan memberikan solusi. Justru lebih baik jika menggunakan pendekatan persuasif.

 “Kecuali betul-betul parah sekali, baru ditilang. Ditegur saja diajak bicara baik-baik, ‘kan lebih malu ditegur dari pada ditilang. Kalau ditegur orang malu, kalau ditilang orang malah ngolok-ngolok,” katanya.

 Lebih jauh dia menjelaskan, penerapan jam edar kendaraan besar harus dibarengi dengan fasilitas penunjang. Dia menyarankan agar pemkot segera merampungkan rencana pembangunan terminal di Km 13 Karang Joang sebagai tempat tampung kendaraan besar.

 “Kita juga tidak punya terminal yang bisa menampung kendaraan besar. Ini menjadi masalah, coba cepat-cepat diselesaikan terminal di Km 13 itu. Selesai itu, masalah di turunan Rapak tuntas. Jadi nanti ‘kan connect. Kontainer dimasukkan semua ke sana (Km 13), jadi kendaraan kecil semua yang masuk ke kota. Kita ini terlambat terus mikirnya. Dua saja masalah di Balikpapan, yaitu banjir dan macet. Kemacetan ya di Rapak itu,” tandas Kadarsyah. (tur/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 08:31

Harga Tiket Pesawat Jadi Liar

BALIKPAPAN - Jelang Lebaran, bukan hanya harga sejumlah komoditas yang meroket. Harga tiket pesawat…

Minggu, 27 Mei 2018 08:24

Jangan Sampai Naik Melampaui Batas

BALIKPAPAN - Seperti sudah jadi tradisi, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok terjadi saat Ramadan…

Minggu, 27 Mei 2018 08:18

Geber Sepuluh Titik Pasar Murah

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah…

Minggu, 27 Mei 2018 08:16

Intens Pendampingan, Bantu Teknologi Irigasi Kabut

BALIKPAPAN - Pendampingan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan terhadap kluster bawang…

Minggu, 27 Mei 2018 08:11

Maksimal Serapan, Dewan Panggil TAPD

BALIKPAPAN - Minimnya serapan anggaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) membuat DPRD Balikpapan…

Minggu, 27 Mei 2018 08:08

158 Calhaj Meninggal Diganti Ahli Waris

JAKARTA - Mulai musim haji tahun ini, calon jemaah haji (calhaj) yang meninggal bisa digantikan oleh…

Minggu, 27 Mei 2018 08:06

THR Tenaga Honor Rp 440 M

JAKARTA - Bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta pensiunan bisa tenang karena sudah ada…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:05

DERITA RAMADAN

Warga yang tinggal di Jalan Beller diuji kesabarannya. Banjir kembali melanda permukiman mereka. Seperti…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:04

Purnomo Bakal Diperiksa Inspektorat

BALIKPAPAN  -  Pengganti Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan, Purnomo yang mengundurkan…

Sabtu, 26 Mei 2018 02:03

Perusahaan Diminta Sukseskan Pilgub Kaltim

SAMARINDA  -  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Muhammad Taufik mengimbau agar perusahaan-perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .