MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 20 Maret 2018 09:22
Jam Edar Kendaraan Besar Butuh Perda

Berikan Efek Jera bagi Pelanggar

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sejumlah kendaraan berukuran besar masih saja melanggar Perwali Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jam Operasional Kendaraan Angkutan Alat Berat. Kendaraan itu kerap lalu-lalang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza di luar aturan jam edar.

 Yakni, kendaraan dengan panjang 20 feet dilarang melintas di jalan protokol pada pukul 06.30-09.00 Wita dan 15.00-18.00 Wita. Sedangkan kendaraan dengan panjang 40 feet tak boleh melintas di jalan protokol pada pukul 06.00-21.00 Wita.

 Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Kadarsyah, Perwali Jam Edar Kendaraan Besar sudah saatnya ditingkatkan menjadi peraturan daerah (perda). Ini guna mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza.

 Tak bisa dipungkiri, menurut mantan kadishub Pemkot Balikpapan tersebut, kemacetan juga tak lepas dari jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Sehingga dibutuhkan regulasi yang lebih kuat untuk memberikan sanksi atau efek jera.

“Kalau berbicara padatnya lalu lintas, pasti bersamaan dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang ada. Sementara infrastruktur gitu-gitu aja, perubahan juga tidak ada. Lalu kita mau membuat apa sekarang, aturan yang juga dibuat terkadang dilanggar,” ujar Kadarsyah, kemarin.

 Dirinya menilai Perwali Jam Edar Kendaraan Besar tidak efektif. Sebab, aturan tersebut tidak memuat sanksi yang lebih tegas.

 “Kenapa enggak ditingkatkan saja perwali itu menjadi perda, sehingga sanksi hukumnya lebih kena. Uniba tidak akan tutup mata dalam hal ini, kami siap bantu,” terangnya.

 Bagaimana jika diterapkan sistem ganjil dan genap seperti di Jakarta? Ditanya seperti itu, menurut dia, itu bukan solusi tepat dalam mengurai kemacetan di Balikpapan. Volume capacity ratio (VCR) kendaraan di Balikpapan masih jauh dibanding Jakarta. Sehingga tidak tepat jika diterapkan sistem ganjil dan genap.

 “Balikpapan belum waktunya diterapkan sistem seperti di Jakarta. VCR Balikpapan masih di bawah Jakarta. Jadi kemacetan itu enggak ada sebenarnya. Cuma terlambat datang aja,” katanya.

 Dilanjutkan, VCR Kota Jakarta sudah mendekati satu. Artinya, kemacetan di Jakarta sudah sangat parah. Ini dibuktikan dengan antrean panjang di setiap persimpangan lampu merah.

 “Kalau di Balikpapan ‘kan masih di jam tertentu saja. Palingan pada pagi, siang, dan sore hari. Jadi untuk mengurai kemacetan itu, tinggal pengawasan saja yang diperketat,” katanya.

 Sistem ganjil dan genap yang dilakukan dengan penilangan kendaraan, kata dia, tidak akan memberikan solusi. Justru lebih baik jika menggunakan pendekatan persuasif.

 “Kecuali betul-betul parah sekali, baru ditilang. Ditegur saja diajak bicara baik-baik, ‘kan lebih malu ditegur dari pada ditilang. Kalau ditegur orang malu, kalau ditilang orang malah ngolok-ngolok,” katanya.

 Lebih jauh dia menjelaskan, penerapan jam edar kendaraan besar harus dibarengi dengan fasilitas penunjang. Dia menyarankan agar pemkot segera merampungkan rencana pembangunan terminal di Km 13 Karang Joang sebagai tempat tampung kendaraan besar.

 “Kita juga tidak punya terminal yang bisa menampung kendaraan besar. Ini menjadi masalah, coba cepat-cepat diselesaikan terminal di Km 13 itu. Selesai itu, masalah di turunan Rapak tuntas. Jadi nanti ‘kan connect. Kontainer dimasukkan semua ke sana (Km 13), jadi kendaraan kecil semua yang masuk ke kota. Kita ini terlambat terus mikirnya. Dua saja masalah di Balikpapan, yaitu banjir dan macet. Kemacetan ya di Rapak itu,” tandas Kadarsyah. (tur/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:54

AYO BELANJA MURAH

Suasana Natal kian terasa di sejumlah perbelanjaan di Kota Minyak.…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:53

Selama 2018, Kebakaran di Kota Ini Merenggut Enam Jiwa

BALIKPAPAN  -  Musibah kebakaran yang terjadi selama tahun 2018 mendapat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:52

WADUH..!! Ada 84 Orang Gila Bebas Berkeliaran di Tengah Kota

BALIKPAPAN  -  Orang gila (orgil) atau bahasa medisnya orang dengan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:51

PHKT Beri Edukasi dan Kampanye HIV/AIDS ke Pelajar

BALIKPAPAN  -   Memperingati Hari AIDS Sedunia, PT Pertamina Hulu Kalimantan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

LVRI Balikpapan Butuh Kantor Baru

BALIKPAPAN  -  Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

Menag Dukung Putusan MK, Usia Nikah Minimal 19 Tahun

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:49

Kemendagri Instruksikan E-KTP Rusak Dibakar

KEMENTERIAN  Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan agar e-KTP yang rusak…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:48

PLN UP3 Balikpapan Siap Siaga Bencana

BALIKPAPAN  -  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan menggelar…

Jumat, 14 Desember 2018 08:35

Gang Api Bakal Disulap Menjadi Permukiman Modern

BALIKPAPAN   -  Permukiman atas air di kawasan Gang Api,…

Jumat, 14 Desember 2018 08:33

2019, Dewan dan Pemkot Bahas 48 Raperda

BALIKPAPAN   -  Sebanyak 47 raperda disepakati dalam rapat sinkronisasi fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .