MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Selasa, 20 Maret 2018 09:22
Jam Edar Kendaraan Besar Butuh Perda

Berikan Efek Jera bagi Pelanggar

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sejumlah kendaraan berukuran besar masih saja melanggar Perwali Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jam Operasional Kendaraan Angkutan Alat Berat. Kendaraan itu kerap lalu-lalang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza di luar aturan jam edar.

 Yakni, kendaraan dengan panjang 20 feet dilarang melintas di jalan protokol pada pukul 06.30-09.00 Wita dan 15.00-18.00 Wita. Sedangkan kendaraan dengan panjang 40 feet tak boleh melintas di jalan protokol pada pukul 06.00-21.00 Wita.

 Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan (Uniba) Kadarsyah, Perwali Jam Edar Kendaraan Besar sudah saatnya ditingkatkan menjadi peraturan daerah (perda). Ini guna mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Km 5 hingga turunan Rapak Plaza.

 Tak bisa dipungkiri, menurut mantan kadishub Pemkot Balikpapan tersebut, kemacetan juga tak lepas dari jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Sehingga dibutuhkan regulasi yang lebih kuat untuk memberikan sanksi atau efek jera.

“Kalau berbicara padatnya lalu lintas, pasti bersamaan dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang ada. Sementara infrastruktur gitu-gitu aja, perubahan juga tidak ada. Lalu kita mau membuat apa sekarang, aturan yang juga dibuat terkadang dilanggar,” ujar Kadarsyah, kemarin.

 Dirinya menilai Perwali Jam Edar Kendaraan Besar tidak efektif. Sebab, aturan tersebut tidak memuat sanksi yang lebih tegas.

 “Kenapa enggak ditingkatkan saja perwali itu menjadi perda, sehingga sanksi hukumnya lebih kena. Uniba tidak akan tutup mata dalam hal ini, kami siap bantu,” terangnya.

 Bagaimana jika diterapkan sistem ganjil dan genap seperti di Jakarta? Ditanya seperti itu, menurut dia, itu bukan solusi tepat dalam mengurai kemacetan di Balikpapan. Volume capacity ratio (VCR) kendaraan di Balikpapan masih jauh dibanding Jakarta. Sehingga tidak tepat jika diterapkan sistem ganjil dan genap.

 “Balikpapan belum waktunya diterapkan sistem seperti di Jakarta. VCR Balikpapan masih di bawah Jakarta. Jadi kemacetan itu enggak ada sebenarnya. Cuma terlambat datang aja,” katanya.

 Dilanjutkan, VCR Kota Jakarta sudah mendekati satu. Artinya, kemacetan di Jakarta sudah sangat parah. Ini dibuktikan dengan antrean panjang di setiap persimpangan lampu merah.

 “Kalau di Balikpapan ‘kan masih di jam tertentu saja. Palingan pada pagi, siang, dan sore hari. Jadi untuk mengurai kemacetan itu, tinggal pengawasan saja yang diperketat,” katanya.

 Sistem ganjil dan genap yang dilakukan dengan penilangan kendaraan, kata dia, tidak akan memberikan solusi. Justru lebih baik jika menggunakan pendekatan persuasif.

 “Kecuali betul-betul parah sekali, baru ditilang. Ditegur saja diajak bicara baik-baik, ‘kan lebih malu ditegur dari pada ditilang. Kalau ditegur orang malu, kalau ditilang orang malah ngolok-ngolok,” katanya.

 Lebih jauh dia menjelaskan, penerapan jam edar kendaraan besar harus dibarengi dengan fasilitas penunjang. Dia menyarankan agar pemkot segera merampungkan rencana pembangunan terminal di Km 13 Karang Joang sebagai tempat tampung kendaraan besar.

 “Kita juga tidak punya terminal yang bisa menampung kendaraan besar. Ini menjadi masalah, coba cepat-cepat diselesaikan terminal di Km 13 itu. Selesai itu, masalah di turunan Rapak tuntas. Jadi nanti ‘kan connect. Kontainer dimasukkan semua ke sana (Km 13), jadi kendaraan kecil semua yang masuk ke kota. Kita ini terlambat terus mikirnya. Dua saja masalah di Balikpapan, yaitu banjir dan macet. Kemacetan ya di Rapak itu,” tandas Kadarsyah. (tur/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 10:46

Wagub Kecewa Produksi Batu Bara Dibatasi

BALIKPAPAN-Pemprov Kaltim melakukan sejumlah upaya untuk merevisi aturan pemerintah pusat terkait…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Noor Thoha Kembali Pimpin KPU Balikpapan

BALIKPAPAN-Noor Thoha terpilih kembali untuk menduduki jabatan ketua Komisi Pemilihan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:41

Balikpapan Butuh Ekskavator Amfibi

BALIKPAPAN-Tak bisa dipungkiri, sejumlah bendungan pengendali (bendali) banjir di Balikpapan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:40

DLH Siap Terapkan OTT

BALIKPAPAN-Volume sampah masyarakat kian meningkat. Untuk itu, perlu inovasi guna…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Pemkot Kaji Pemisahan BPBD dan Damkar

BALIKPAPAN-Rencana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memisahkan institusi Pemadam Kebakaran (Damkar)…

Senin, 18 Maret 2019 10:36

Lahan Eks Puskib Akan Diserahkan ke Pemkot

BALIKPAPAN-Lahan eks Puskib di Kelurahan Mekarsari, Balikpapan Tengah, yang rencananya…

Senin, 18 Maret 2019 10:35

Duta Wisata Diajari Buat Ketupat

SAMARINDA-Pemkot Samarinda tengah menyeleksi para finalis Duta Wisata dan Putri…

Senin, 18 Maret 2019 10:34

Dewan Agendakan Sidak ke Gunung Teknik

BALIKPAPAN-Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Rustam Jasli meminta kepada masyarakat…

Senin, 18 Maret 2019 10:30

DLH Kelola Sampah Pasar Menjadi Kompos

BALIKPAPAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan akan mengolah sampah organik di…

Senin, 18 Maret 2019 10:27

RKP 2020, Dinas Pemdes Usulkan Empat Program

SAMARINDA-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim telah mengusulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*