MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Rabu, 21 Maret 2018 08:10
NAH..!! Dapat Warning Mendagri, Gubernur Malah Kritik Bawaslu

Awang Kritik Kinerja Bawaslu yang Dinilai Kurang Maksimal

Awang Faroek

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akhirnya mendapat teguran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait dirinya yang menjadi juru kampanye (Jurkam) di luar izin cuti yang diajukan yakni izin hanya di Kota Balikpapan, namun rupanya turut hadir di kampanye Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat di Penajam Paser Utara (PPU).

Teguran itu disampaikan sendiri oleh Awang ketika memberikan sambutan dalam acara penyerahan SK penunjukkan Rahmad Mas'ud sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Balikpapan, Selasa (20/3) di kantor Gubernur. Menurutnya, seharusnya teguran itu tidak harus dilakukan oleh Mendagri, jika Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim tidak langsung lapor ke Mendagri. Padahal faktanya, dirinya hadir saja di PPU itu.

"Saya ingatkan Bawaslu, harusnya tidak perlu lah sampai ke pusat soal beginian. Coba datang saja ke kantor saya, saya tidak akan keberatan apapun ketika ditanyakan terkait kedatangan saya ke PPU itu. Karena langsung ke pusat itu, saya sampai dapat peringatan loh dari Mendagri, kan seharusnya tidak perlu," katanya.

Dijelaskannya, dirinya ke PPU adalah menonton pagelaran wayang kulit saja, dan itupun mendapat undangan resmi dari panitia pewayangan di PPU itu. Dirinya diundang untuk hadir atas nama Gubernur Kaltim.

"Masak masyarakat mengudang gubernurnya untuk hadir di pewayangan itu tidak boleh. Masya Allah. Ini saya dalam waktu dekat ini ada acara ke Samboja dan Anggana, nah saya diundang oleh masyarakat sana yang meminta gubernurnya hadir. Nah nanti saya dikira kampanye lagi, saya pikir harus ditempatkan sesuatu itu ada tempatnya," ujarnya.

Di kesempatan itu, Awang juga mengkritik kinerja Bawaslu Kaltim yang dinilainya kurang adil dan tidak mencerminkan netralitas. Itu terkait masih banyaknya bersebaran baliho-baliho pasangan calon (Paslon) yang bukan di tempat yang telah ditentukan.

"Giliran saya yang kritik, boleh kan? Katanya baliho-baliho paslon yang tidak pada tempatnya akan dicopoti. Nah faktanya, masih banyak kok yang tidak dicopot. Ya harusnya bisa berlaku adil lah dengan paslon lain yang taat akan aturan itu," ujarnya.

Awang juga meminta soal etnis atau kesukuan tidak dijadikan komoditas politik di Pilgub. Dikatakannya dengan tegas, tugas paguyuban adalah untuk mengangkat derajat anggota payubannya bukan untuk dijadikan wadah atau lahan kampanye.

"Ini terus terang saja, ada saja paguyuban yang dimanfaatkan untuk lahan kampanye. Saya minta itu jangan dilakukan," tandasnya. (hai/san)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:00

Demokrat PPU Target Tujuh Kursi

PENAJAM  - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

24 Ribu DPT Dihapus

PALANGKA RAYA  -  Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang semula sebanyak 1.737.267 dikurangi menjadi…

Senin, 15 Oktober 2018 07:58

Politikus Gerindra Sarankan Jokowi Minta Maaf

JAKARTA  - Politikus Partai Gerindra Heri Gunawan melihat ada tiga persoalan akut di internal pemerintah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:01

Jokowi Dinilai Plin Plan

Kabar ditundanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM, setelah sebelumnya mengumumkan kenaikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:59

Polisi Panggil Nanik S Deyang

Jakarta  -  Polda Metro Jaya akan memanggil Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:59

Pidato Terbaik Presiden

Jakarta  -   Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memuji pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi)…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:58

Terharu, Pakde Mau Nangis

SURABAYA –  Ada pemandangan berbeda pada peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinisi Jawa Timur …

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:57

Dana Kampanye Rp 1 Miliar

BANDA ACEH  -   Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh tercatat sebagai calon anggota Dewan…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:47

Mahyudin Ingatkan Pentingnya Moral

PENAJAM  –  Indonesia sedang dilanda degradasi moral. Apalagi di tengah era globalisasi,…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:45

Ekonomi, Isu Oposisi Kritisi Jokowi

JAKARTA  -  Pengamat politik Ujang Komarudin memprediksi kubu pasangan calon presiden Prabowo…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .