MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 22 Maret 2018 08:35
Polisi Lamban, Lapor ke Dewan

Korban Sodomi di Asrama Kampus Tuntut Keadilan

TUNTUT KEADILAN: Kuasa hukum AA usai pertemuan secara tertutup dengan Komisi IV DPRD Balikpapan di gedung parlemen, kemarin (21/3).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -   Setelah mantan Ketua Green Generation, Pandu Dharma Wicaksono yang dilaporkan melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur menghirup udara bebas, kecemasan dari berbagai pihak muncul. Benarkah penegakan hukum terhadap predator anak di Kota Beriman begitu lemah?

 Kecemasan itu sepertinya tak berlebihan. Buktinya, kasus pelecehan seksual lain yang dialami AA (16) juga tak kunjung tuntas. AA melaporkan VM, oknum mahasiswa jurusan pendidikan ilmu keagamaan ke polisi atas perbuatan pencabulan. Korba mengaku diminta untuk melakukan oral seks serta disodomi oleh VM.

 Selain itu, AA mengatakan, dirinya mendapatkan kekerasan yang dilakukan dua orang pegawai yayasan pengelola kampus di mana VM menimba ilmu. Sayangnya, proses hukum di tangan polisi itu dinilai lamban sehingga AA melalui kuasa hukumnya, Tri Hendarto memilih mendatangi komisi IV guna meminta legislatif mengawal kasus yang dialami kliennya.

 “Kepada siapa lagi saya meminta keadilan? Kami berharap lewat pertemuan ini, kasus bisa tuntas dan pelaku dijerat hukum seberat-beratnya,” tegas Tri Hendarto.

 Kemarin (21/3), Tri Hendarto yang akrab disapa Tri diterima Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Mieke Henny. Pertemuan pun berlangsung secara tertutup.

Usai pertemuan, Tri mengatakan kepada dewan, dirinya menyampaikan penyesalan karena pelaku tak kunjung ditahan polisi dengan alasan tak ada bukti kuat. Padahal, VM sebelumnya sudah dimintai keterangan, termasuk keterangan dari AA.

 Belum lagi, hasil visum yang sudah dilakukan jajaran polres terhadap kliennya tak kunjung diterima hasilnya.

 “Kami belum mendapat hasil visum dari pihak kepolisian. Itu yang menjadi persoalan kami. Padahal menjadi bukti kuat. Di samping bukti kuat lainnya dari pengakuan korban,” ujarnya.


“Makanya kami meminta agar hasil visum bisa segera keluar. Dalam minggu ini akan ke polres untuk meminta hasil tersebut,” kata Tri.


Tak hanya itu, dua oknum yang diduga melakukan kekerasan berinisial S dan R juga tidak dapat memenuhi pemanggilan. Menurutnya, penganiayaan itu dilakukan akibat korban melaporkan pelecehan seksual yang dialami.

 “Dia hanya dimintai keterangan by phone dan tak memenuhi panggilan,” imbuh dia.

Dia berharap, Polres Balikpapan lebih memfokuskan penyelesaian kasus yang dialami kliennya karena menyangkut masa depan seorang anak. Jangan sampai kinerja kepolisian dipertanyakan.

 “Minimal dua minggu sekali pihak kepolisian melaporkan proses tersebut. Tapi terlepas itu, kami menghormati tugas kepolisian,” seloroh Tri Hendarto.

Sementara itu, Mieke berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Dia meminta korban dan saksi yang terindikasi untuk segera dipanggil, sehingga proses hukumnya bisa lebih cepat.

 “Semua mesti terbuka dan tuntaskan kasus ini. Agar ke depannya tidak ada lagi kasus serupa terjadi. Beri efek jera kepada pelaku,” tandasnya.

Sebagai wakil rakyat, Mieke mengutarakan, tentu akan mengawal laporan yang masuk ini. Apalagi menyangkut masa depan korban. Maka dari itu, laporan korban langsung difasilitasi dan dimediasi kepada pihak korban, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Balikpapan, dan P2PT2A.

 “Laporan dari korban sudah ada. Saya meyakini dengan kerja sama yang baik antara semua stakeholder, kasus ini bisa berjalan dengan baik sehingga bisa terselesaikan,” jelasnya.


Perwakilan Unit PPA Polres yang hadir saat ingin dimintai keterangan enggan untuk menjawab. Dia langsung meninggalkan ruangan komisi IV. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 08:33

Pemerkosa Pembuang Bayi Hapus Akun FB

BALIKPAPAN  -   Sepertinya ISL harus mempertanggungjawabkan sendiri hasil perbuatannya membuang…

Jumat, 20 Juli 2018 08:30

Sama-Sama Terpuruk

BALIKPAPAN   -   Dua tim alumni kasta tertinggi kembali bertemu pada pekan ke-9 Liga…

Jumat, 20 Juli 2018 08:28

Awas! Video Uang “PKI” Beredar

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan menyebarkan berita bohong, apalagi melalui media sosial…

Jumat, 20 Juli 2018 08:26

Gereja Jadi Sasaran, Teroris Ditangkap di Balikpapan

MASYARAKAT tak takut dengan aksi teror dan siap membantu aparat untuk melawan para teroris. Pesan itulah…

Jumat, 20 Juli 2018 08:23

Uang Curian Dipakai Nyabu dan Judi Online

BALIKPAPAN  -  Hati-hati meletakkan barang berharga karena bisa menjadi incaran para penjahat.…

Jumat, 20 Juli 2018 08:21

Berkat Baca Doa

Suatu malam, tepatnya malam Jumat kliwon, di mana menurut orangtua saat itu banyak hantu berkeliaran,…

Jumat, 20 Juli 2018 08:20

KPK Cium Dugaan Gratifikasi

BALIKPAPAN  -  Penipuan yang dilakukan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) terhadap ribuan jemaah…

Kamis, 19 Juli 2018 08:41

Gadis ABG Dicokok Polisi

PENAJAM  -  Seorang gadis yang masih berusia 16 tahun berinisial CAQ, pada Selasa (17/7) lalu…

Kamis, 19 Juli 2018 08:37
Kasus Dugaan Sodomi yang Dilakukan Pandu Dharma Wicaksono

Pengacara Bilang Ada Kepentingan Politik, LHAAA POLITIK APA???

BALIKPAPAN  -  Pernyataan kuasa hukum Pandu Dharma Wicaksono, Agus Ambri perihal kasus kliennya…

Kamis, 19 Juli 2018 08:31

Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Seminggu lebih Satlantas Polres Balikpapan mengalami kekosongan material pad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .