MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 23 Maret 2018 08:48
Jembatan Kayu Putus, 26 KK Terisolir

Bukit Subur dan Riko Terdampak Banjir

BENCANA: Puluhan rumah warga tergenang banjir di Desa Bukit Subur dan Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam. Bahkan jembatan kayu putus di RT 4 Riko, mengakibatkan 26 KK terisolir.

PROKAL.CO, PENAJAM   -  Dua kelurahan/desa di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terdampak banjir, Kamis (22/3). Hujan deras dengan durasi yang cukup lama menyebabkan puluhan rumah warga rendam banjir di Kelurahan Riko dan Desa Bukti Subur. Sekira pukul 02.00 Wita, banjir mulai mengenangi pemukiman warga di dua kelurahan/desa ini. Di Desa Bukit Subur terdapat enam RT yang terdampak. Yakni RT 1, RT 2, RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 10. Sementara di Kelurahan Riko hanya RT 4 yang terdampak banjir.

Ketinggian banjir antara 60-110 centimeter (Cm). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polsek Penajam dan Koramil Penajam langsung terjun ke lokasi bencana untuk memantau dan mengevakuasi korban banjir. BPBD dan pihak kepolisian pun mengevakuasi warga menggunakan perahu milik kepolisian. Selain itu membantu anak sekolah melintasi banjir menuju sekolah mereka.

Tim dari BPBD, Polsek dan Koramil sempat mengalami kendala. Karena jalan poros di dua daerah ini sulit dilintasi karena ketinggian air 110 Cm. Sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

Kamis sore, ketinggian banjir perlahat menyusut. Tetapi, warga pun belum bisa beraktivitas seperti biasanya. Karena genangan air masih tergolong tinggi. “Banjir di Bukit Subur dan Riko sudah mulai surut,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila pada media ini.

Meskipun banjir di Riko hanya mengenangi satu RT. Namun, bajir yang terjadi di Riko ini tergolong cukup parah. Karena arus banjir cukup deras dan mengakibatkan jembatan kayu sepanjang 15 meter di RT 4, putus. Robohnya jembatan yang melintasi Sungai Riko ini membuat aktivitas warga lumpuh. Ada satu kepala keluarga (KK) tidak bisa dievakuasi karena jempatan tersebut putus.

Sebagian warga yang tidak kena dampak banjir pun terganggu. Karena jembatan yang dugunakan sehari-hari untuk melintasi Sungai Riko itu tergerus banjir. Bahkan anak-anak pun tidak bisa pergi ke sekolah akibat jembatan putus. “Banjir di Bukti Subur itu cukup tenang. Kalau di Riko arunya sangat deras. Dampak jembatan putus ini ada 26 KK (kepala keluarga,Red.) yang terisolir,” ungkap Nurlaila.

Selain jembatan, satu unit rumah warga di RT 4 Kelurahan Riko terancam roboh. Tiang rumah yang bermaterial kayu itu, koyak. Bahkan ada yang patah karena hantaman arus banjir yang deras. Padah rumah yang terancam ambruk ini tergolong jauh dari bibir sungai. “Memang arus banjir di Riko sangat deras. Satu rumah yang terancam roboh itu, penghuninya sudah dievakuasi,” tuturnya.

BPBD bersama kepolisian dan TNI terus melakukan pemantauan kondisi banjir. Seluruh korban bajir telah diberi bantuan kebutuhan pokok. Terutama makanan siap saji dan air minum.

“Kita menurunkan 15 personel BPBD dan dibagi dalam dua tim. Ada yang di Riko dan Bukit Subur. Kondisi banjir ini masih terus kita pantau di lapangan. Mudah-mudahan banjir cepat surut sehingga warga bisa kembali beraktivitas,” tandasnya. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .