MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Senin, 09 April 2018 09:14
Terlambat, Insentif Pegawai Dipotong 25 Persen
ilustrasi

PROKAL.CO, PENAJAM   -   Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) perlu meningkatkan kedisiplinannya. Jika terlambat, pulang cepat, dan tidak masuk kerja tanpa keterangan akan dikenakan sanksi pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) atau insentif sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

 “Kalau kita terlambat masuk, itu kena pemotongan 25 persen. Kalau tidak masuk, pemotongannya lebih besar. Kalau tingkat eselon II itu kena pemotongan Rp 75 ribu. Seumpama 10 kali saja terlambat mengisi absen, totalnya Rp 750 ribu,” kata Asisten III Setkab PPU Alimuddin pada media ini, kemarin (8/4).

 Sistem pemotongan ini telah diterapkan. Khusus di sekretariat kabupaten (setkab) telah diberlakukan sejak Januari lalu. Alimuddin mengungkapkan, sudah banyak pegawai yang mengalami pemotongan insentif hingga mencapai Rp 400 ribu. Kebanyakan karena terlambat masuk dan tidak mengisi absen pada saat jam kerja.

 “Kehadiran itu akan direkapitulasi setiap bulan. Jadi akan dihitung terlebih dahulu, sebelum diajukan pencairan insentif ke Badan Keuangan (BK),” terangnya.

 Insentif pegawai yang dipotong akan dimasukkan ke kas daerah. Alimuddin menyatakan, pemotongan dalam sebulan itu mencapai miliaran rupiah.

 “Kalau banyak yang terlambat sidik jari atau tidak masuk kerja tanpa keterangan, total pemotongan dalam sebulan itu bisa miliaran rupiah,” ungkapnya.

 Untuk mendapatkan data akurat terkait absensi pegawai, bulan ini Pemkab PPU telah memberlakukan absensi sidik jari atau fingerprint. Meskipun baru 26 organisasi perangkat daerah (OPD) yang menggunakan fingerprint, namun sistem itu tetap diberlakukan. Sementara bagi OPD yang belum memiliki fingerprint, maka absensi masih menggunakan sistem manual.

 “Mulai dari dinas sampai kantor kelurahan harus punya fingerprint. Tapi, sampai saat ini masih banyak kelurahan belum punya alat itu,” beber Alimuddin.

 OPD yang telah memiliki alat sidik jari pun harus merekap sendiri data kehadiran staf. Karena data itu belum terpusat di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP).

 “Jadi, semua pimpinan OPD harus memberikan surat pernyataan bahwa data kehadiran yang disampaikan itu benar adanya. Sekecil apa pun kebaikan itu untuk mendisiplinkan pegawai harus didorong. Bukan lagi zamannya untuk mencari popularitas sama bawahannya. Jadi, kalau memang ada stafnya terlambat, harus dilaporkan terlambat,” tandasnya. (kad/vie/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 08:53

“Kalau Sudah Dipasang, Bisa Main Bola Dong”

SEPULUH  penyandang cacat kaki putung yang tersebar di wilayah selatan Kaltim merasa lega. Keterbatasan…

Jumat, 20 April 2018 08:51

Proyek Kereta Api Kaltim Aman

SAMARINDA   -  Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim, Tri Murti Rahayu mengklarifikasi…

Jumat, 20 April 2018 08:50

Berpotensi Tunjuk Plt

BALIKPAPAN   -    Pemerintah kota (pemkot) ternyata belum menyiapkan nama-nama…

Jumat, 20 April 2018 08:49

PLN Kaltimra dan 13 Vendor Tanda Tangani Deklarasi Antigratifikasi

BALIKPAPAN  -  PLN Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil Kaltimra)…

Jumat, 20 April 2018 08:48

Kendaraan Sumbang Emisi 36 Persen

BALIKPAPAN   -   Meningkatnya jumlah kendaraan di Balikpapan mengakibatkan menurunnya…

Jumat, 20 April 2018 08:47

Satpol PP Siapkan Kekuatan Penuh

BALIKPAPAN  -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai gerah dengan banyaknya alat peraga…

Jumat, 20 April 2018 08:46

Bupati dan BPOM Teken MoU

TANA PASER   -   Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam mengonsumsi…

Kamis, 19 April 2018 08:59

Listrik Segera Masuk Kampung Pelangi

TANA PASER  –   Ada kabar gembira buat warga yang bermukim di Kampung Pelangi,…

Kamis, 19 April 2018 08:56

Sebaiknya Tunggu Selesai Lelang Investasi

PENAJAM   -   Pemprov Kaltim dan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) sangat bernafsu menggelar…

Kamis, 19 April 2018 08:55

HEHEHE..!! Katanya Sih, Komitmen Cabut Izin Tambang Perusak Lingkungan

 SAMARINDA   –   Untuk kesekian kalinya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .