MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 11 April 2018 08:28
Terdakwa Pembunuhan Bantah Keterangan Saksi
PEMERIKSAAN SAKSI: Preggo saat digiring ke meja hijau untuk menjalani persidangan lanjutan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  -  Terdakwa kasus pembunuhan AM (17), Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor Kelas II, Selasa (10/4).

Dari pantau JPNN, sidang kali kedua ini JPU menghadirkan empat orang saksi, tiga di antaranya saksi verbalisan, di luar dari berkas perkara, mereka merupakan personel kepolisian yang melakukan penyidikan terhadap NV (15) yang merupakan saksi anak dari kasus tersebut. Sementara seorangnya lagi yaitu NV yang dimintai keterangan di ruang terpisah dari ruang sidang, karena masih di bawah umur.

 NV sempat menangis, saat nama AM yang merupakan korban tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa Supringgo disebutkan oleh majelis hakim, dari monitor teleconference, NV yang didampingi TP2TP, Dinsos Bulungan dan JPU itu beberapa kali terlihat mengusapkan air matanya. Isak tangis NV terdengar di ruangan sidang. Sehingga persidangan sempat diskors selama kurang lebih 40 menit, menunggu NV merasa lebih tenang. Sekira pukul 16.00 wita, sidang kembali dilanjutkan.

 Majelis Hakim yang diketuai Imelda Herawati Dewi Prihatin, mengatakan dikarenakan yang bersangkutan merasa berat untuk menceritakan kembali kejadian yang sebenarnya, mengingat AM merupakan pacarnya, akhirnya majelis hakim memutuskan agar NV diperiksa sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) yang pada sidang pertama dibeberkan. BAP kembali dibacakan oleh JPU, NV hanya perlu mendengarkan dengan seksama dan menjawab benar atau tidak mengenai seluruh BAP yang dibacakan tanpa ada paksaan sama sekali.

 “Pada dasarnya apa yang sudah dibacakan sudah dibenarkan oleh saksi, tidak ada sanggahan satupun,” ucapnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

 Selain itu kata dia, di dalam persidangan juga ada beberapa pertanyaan dari pihak penasihat hukum (PH) terdakwa Supringgo dia ntaranya mengapa NV tidak melaporkan kejadian yang ia ketahui ke pihak kepolisian.

 “NV kemudian menjawab bahwa ia sempat diancam Supringgo dan juga merasa tidak enak, mengingat Supringgo merupakan kakeknya yang sudah membesarkannya,” ucapnya.

 Sementara tiga saksi lainnya, juga dilempari beberapa pertanyaan dari JPU maupun terdakwa, terkait penyidikan yang sudah dilakukan, apakah ada tekanan atau tidak.

 “Ketiga saksi menyebutkan bahwa pada saat penyidikan tidak ada tekanan terhadap NV. Dalam penyidikan NV sendirilah yang menceritakan kejadiannya sejak awal hingga akhir, sehingga apa yang mereka laporkan sesuai dengan keterangan yang diberikan NV,” sebutnya.

 Lebih lanjut dia mengatakan, dengan keterangan yang diberikan oleh NV, terdakwa Supringgo membantah bahwa keterangan yang diberikan NV tidak benar dan menyebutkan dia tidak mengerti apa-apa dalam perkara tersebut.

 “Namun NV Tetap pada keterangan yang ia berikan, demikian juga dengan tiga orang saksi lainnya. Dikarenakan terdakwa juga memiliki hak untuk membantah, maka akan ada kesempatan baginya untuk menceritakan kejadian menurut terdakwa itu sendiri,” ungkap Imelda.

 “Bantahan itu bisa dilakukan pada saat sidang selanjutnya nanti, dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Namun  sebelumnya kami akan kembali mendengarkan keterangan dari beberapa saksi JPU lagi, agendanya akan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2018 ini,” sebutnya.

 Terpisah, Kasi Intelejen Denny Iswanto mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menghadirkan saksi pada persidangan berikutnya, mengenai berapa saksi yang akan dipanggil, jika memungkinkan puluhan saksi akan dihadirkan.

 “Tentu kami memaksimalkan saksi yang akan dipanggil, namun pada saat hari H, kami tidak tahu apakah mereka bisa hadir atau tidak mengingat lokasinya yang jauh,” singkat Denny meneruskan arahan Kejari Bulungan Erich Folanda.

 Untuk diketahui, perkara ini bermula dari kejadian pembunuhan pada 27 Juli 2017 lalu, berawal dari Nv (14) yang sepulangnya sekolah pamit dengan Supringgo yang merupakan kakeknya dan mengatakan kembali lagi ke sekolah, akan tetapi NV nyatanya pergi dengan korban ke rumah jaga bendungan Batu Tumpuk, Desa Panca Agung.

 Tak lama kemudian Supringgo memergoki keduanya di tempat tersebut dan langsung menimpas AM dengan menggunakan sebilah parang menyebabkan luka berat hingga akhirnya tewas. Motif dari tindakan kriminal ini adalah tersangka tidak suka melihat cucunya menjalin hubungan dengan korban. (sny/nri/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 08:09

Sabu Dongkrak Keberanian Penjahat

Narkotika dan penjahat jalanan semakin berkawan erat. Dari pengungkapan sejumlah kasus, polisi tidak…

Senin, 15 Oktober 2018 08:07

Bupati Malang Siap Datangi KPK

JAKARTA  –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Bupati Malang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:06

Polres Kutim Ringkus Dua Pengedar Narkoba

SANGATTA  – Polres Kutai Timur (Kutim) kembali mengamankan pengedar narkoba. Kali ini dua…

Senin, 15 Oktober 2018 08:05

Bareskrim Musnahkan Ladang Ganja Tak Bertuan

Aceh Besar  -  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim bersama Direktorat Reserse Narkoba…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:07

KPK Tak Mau Gegabah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak mau gegabah mengusut dugaan aliran uang pengusaha impor…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:06

Dana Jadup Bisa Jadi Bumerang

TANJUNG  -  Dana Jaminan Hidup (Jadup) untuk korban gempa memang masih menjadi pembahasan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:06

Guru Nelty Diperiksa Disdik

Jakarta  - Proses penyelidikan terhadap Guru Nelty yang dituduh menyebarkan doktrin anti-Jokowi…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:05

Dendam, Dibunuh di Café Eks Lokalisasi

PALEMBANG  -  Diduga memiliki dendam pribadi, Wawan Kurniawan (31) tewas dibunuh di eks lokalisasi…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:59

Fahri Pastikan Amien Tidak Tahu

JAKARTA  -   Polda Metro Jaya memeriksa politikus senior Amien Rais sebagai saksi kasus…

Jumat, 12 Oktober 2018 07:57

Sewakan Motor Malah Dibawa Kabur

BALIKPAPAN   -   Apes bagi Yudi, seorang pemilik jasa rental motor di kawasan Pasar Baru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .