MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 11 April 2018 08:28
Terdakwa Pembunuhan Bantah Keterangan Saksi
PEMERIKSAAN SAKSI: Preggo saat digiring ke meja hijau untuk menjalani persidangan lanjutan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  -  Terdakwa kasus pembunuhan AM (17), Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor Kelas II, Selasa (10/4).

Dari pantau JPNN, sidang kali kedua ini JPU menghadirkan empat orang saksi, tiga di antaranya saksi verbalisan, di luar dari berkas perkara, mereka merupakan personel kepolisian yang melakukan penyidikan terhadap NV (15) yang merupakan saksi anak dari kasus tersebut. Sementara seorangnya lagi yaitu NV yang dimintai keterangan di ruang terpisah dari ruang sidang, karena masih di bawah umur.

 NV sempat menangis, saat nama AM yang merupakan korban tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa Supringgo disebutkan oleh majelis hakim, dari monitor teleconference, NV yang didampingi TP2TP, Dinsos Bulungan dan JPU itu beberapa kali terlihat mengusapkan air matanya. Isak tangis NV terdengar di ruangan sidang. Sehingga persidangan sempat diskors selama kurang lebih 40 menit, menunggu NV merasa lebih tenang. Sekira pukul 16.00 wita, sidang kembali dilanjutkan.

 Majelis Hakim yang diketuai Imelda Herawati Dewi Prihatin, mengatakan dikarenakan yang bersangkutan merasa berat untuk menceritakan kembali kejadian yang sebenarnya, mengingat AM merupakan pacarnya, akhirnya majelis hakim memutuskan agar NV diperiksa sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) yang pada sidang pertama dibeberkan. BAP kembali dibacakan oleh JPU, NV hanya perlu mendengarkan dengan seksama dan menjawab benar atau tidak mengenai seluruh BAP yang dibacakan tanpa ada paksaan sama sekali.

 “Pada dasarnya apa yang sudah dibacakan sudah dibenarkan oleh saksi, tidak ada sanggahan satupun,” ucapnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

 Selain itu kata dia, di dalam persidangan juga ada beberapa pertanyaan dari pihak penasihat hukum (PH) terdakwa Supringgo dia ntaranya mengapa NV tidak melaporkan kejadian yang ia ketahui ke pihak kepolisian.

 “NV kemudian menjawab bahwa ia sempat diancam Supringgo dan juga merasa tidak enak, mengingat Supringgo merupakan kakeknya yang sudah membesarkannya,” ucapnya.

 Sementara tiga saksi lainnya, juga dilempari beberapa pertanyaan dari JPU maupun terdakwa, terkait penyidikan yang sudah dilakukan, apakah ada tekanan atau tidak.

 “Ketiga saksi menyebutkan bahwa pada saat penyidikan tidak ada tekanan terhadap NV. Dalam penyidikan NV sendirilah yang menceritakan kejadiannya sejak awal hingga akhir, sehingga apa yang mereka laporkan sesuai dengan keterangan yang diberikan NV,” sebutnya.

 Lebih lanjut dia mengatakan, dengan keterangan yang diberikan oleh NV, terdakwa Supringgo membantah bahwa keterangan yang diberikan NV tidak benar dan menyebutkan dia tidak mengerti apa-apa dalam perkara tersebut.

 “Namun NV Tetap pada keterangan yang ia berikan, demikian juga dengan tiga orang saksi lainnya. Dikarenakan terdakwa juga memiliki hak untuk membantah, maka akan ada kesempatan baginya untuk menceritakan kejadian menurut terdakwa itu sendiri,” ungkap Imelda.

 “Bantahan itu bisa dilakukan pada saat sidang selanjutnya nanti, dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Namun  sebelumnya kami akan kembali mendengarkan keterangan dari beberapa saksi JPU lagi, agendanya akan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2018 ini,” sebutnya.

 Terpisah, Kasi Intelejen Denny Iswanto mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menghadirkan saksi pada persidangan berikutnya, mengenai berapa saksi yang akan dipanggil, jika memungkinkan puluhan saksi akan dihadirkan.

 “Tentu kami memaksimalkan saksi yang akan dipanggil, namun pada saat hari H, kami tidak tahu apakah mereka bisa hadir atau tidak mengingat lokasinya yang jauh,” singkat Denny meneruskan arahan Kejari Bulungan Erich Folanda.

 Untuk diketahui, perkara ini bermula dari kejadian pembunuhan pada 27 Juli 2017 lalu, berawal dari Nv (14) yang sepulangnya sekolah pamit dengan Supringgo yang merupakan kakeknya dan mengatakan kembali lagi ke sekolah, akan tetapi NV nyatanya pergi dengan korban ke rumah jaga bendungan Batu Tumpuk, Desa Panca Agung.

 Tak lama kemudian Supringgo memergoki keduanya di tempat tersebut dan langsung menimpas AM dengan menggunakan sebilah parang menyebabkan luka berat hingga akhirnya tewas. Motif dari tindakan kriminal ini adalah tersangka tidak suka melihat cucunya menjalin hubungan dengan korban. (sny/nri/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 11:20

Saksi Tak Hadir, Sidang Lanjutan Ditunda

BALIKPAPAN-Sidang dengan terdakwa Juangga Aditya kembali digelar di ruang sidang…

Kamis, 23 Mei 2019 11:11

Klaim Membunuh karena Membela Diri, Kuasa Hukum Berharap Vonis Bebas

BALIKPAPAN-Setelah dituntut jaksa 20 tahun penjara, sidang dengan terdakwa Udin…

Rabu, 22 Mei 2019 11:25

Berkas Kasus Tabrak Pengguna Jalan Sudah P21

BALIKPAPAN- Masih ingat kasus tabrakan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta…

Senin, 20 Mei 2019 11:06

Dua Ton Bandeng Digasak Maling

PENAJAM- Pembudidaya  Desa Babulu Laut diresahkan dengan kasus pencurian ikan…

Senin, 20 Mei 2019 11:05

BPJS dan RSKD Sudah Sepakat, Pelayanan Kembali Normal

BALIKPAPAN - Permasalahan antara RSKD dengan BPJS Kesehatan berakhir sudah.…

Kamis, 16 Mei 2019 10:59

Kantor Kormi Istiqomah Disatroni Maling, Pelaku ke Gep CCTV

BALIKPAPAN-Di bulan suci Ramadan, Masjid Istiqomah tak luput dari sasaran…

Kamis, 16 Mei 2019 10:58

Aksi Mesum Dilakukan saat Mabuk

BALIKPAPAN-Kasus video mesum pelajar SMP viral di facebook dan menggemparkan…

Rabu, 15 Mei 2019 10:30

Hakim Berhalangan, Dokter Forensik Batal Beri Kesaksian

BALIKPAPAN-Sidang kasus dengan tiga terdakwa yakni Hardjito, Adi Supriyatna, dan…

Senin, 13 Mei 2019 11:48

2.383 Pengendara Dapat Teguran

BALIKPAPAN-Operasi Keselamatan Mahakam 2019 resmi ditutup kemarin (12/5). Dari data…

Senin, 13 Mei 2019 11:46

Perampok Sadis Segera Disidang

BALIKPAPAN-Berkas kasus perampokan sadis yang terjadi di Jalan Martadinata, Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*