MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Rabu, 11 April 2018 09:17
Lebih Sepekan Nelayan Kariangau Tak Melaut
TIDAK MENGHASILKAN: Sejumlah belat atau alat perangkap ikan di kawasan pesisir Kariangau, Balikpapan Barat ini sudah tidak berisi ikan lagi lantaran kondisi belat menghitam setelah dipenuhi ceceran minyak milik Pertamina.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan pesisir Kariangau, Balikpapan Barat sudah lebih satu minggu tidak melaut, lantaran laut terkontaminasi tumpahan minyak dari pipa Pertamina yang patah di Teluk Balikpapan.

Akibatnya, sebagian nelayan harus memutar otak untuk tetap membuat dapur mengepul, dengan cara bekerja serabutan. Hal ini yang seharusnya cepat menjadi perhatian agar para nelayan ini tetap bisa menghidupi keluarganya. 

Nelayan yang masih nekat turun ke laut pun harus mengalami pendapatan yang menurun drastis. Lantaran susahnya menangkap ikan di laut yang sudah tercemar limbah minyak.

"Sudah ada seminggu ini saya tidak melaut, kaya apa kalo laut berminyak gitu yang ada peralatan tangkap kita rusak. Ya, beberapa hari ini kerja serabutan saja, kadang mengojek, kadang merintis lahan orang, yang penting bisa dapat uang," ujar salah satu nelayan, Idris.

Tak jarang alat tangkap berupa jaring seperti renggek dan jala hitam dan berminyak ketika nelayan tetap mencoba melakukan penangkapan ikan. Sejumlah belat di pesisir Kariangau juga terlihat hitam-hitam dan dipastikan ikan dan biota laut lainnya seperti udang dan cumi-cumi tidak akan maauk ke dalamnya.

Selain nelayan ikan, nelayan kepiting juga terpaksa tidak melakukan pencarian kepiting, dikarenakan pembudidaya kepiting yang berlokasi di RT 3 Kariangau, stop menerima hasil tangkapan nelayan. Dikarenakan kepiting yang ada saja tidak dapat dijual karena telah terkontaminasi minyak.

"Sudah seminggu ini kita tidak turun ke laut mencari kepiting, karena percuma saja kondisi air laut maaih berminyak, terpaksa kita berhenti dulu, tidak tau sampai kapan," kata Ketua RT 3 Kariangau, Rusli, yang juga berprofesi sebagai nelayan penangkap kepiting.

Warga berharap, segera adanya solusi untuk mengatasi perekonomian warga yang keseharian berharap dari hasil laut. "Kami berharap adanya solusi cepat agar kami sebagai nelayan ini bisa terus berpenghasilan," ungkapnya.

Para nelayan juga mengeluhkan kapal mereka yang menjadi hitam akibat terkena minyak tersebut. Mereka mengatakan untuk mengembalikan ke warna awalnya butuh kerja keras dengan menggosok menggunakan deterjen. "Kalo tidak pake deterjen mana bisa hilang itu hitam-hitam di kapal," keluh nelayan lainnya, Raup.

Pihak yang bertanggungjawab seharusnya segera mengambil langkah, agar nelayan yang menjadi korban akibat ceceran minyak ini tidak bertanya-tanya lagi terkait nasib mereka yang tidak bisa mencari penghasilan sementara waktu ini.(pri/san)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 08:35

Warga Harus Rela Antre Mendapatkan Gas Elpiji

BALIKPAPAN   –   Susahnya gas elpiji didapat belakangan ini,…

Rabu, 19 Desember 2018 08:33

Rutin Monitoring Keberadaan Parkir Liar

BALIKPAPAN   -  Masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, terutama untuk…

Rabu, 19 Desember 2018 08:33

Warga Minta Pengukuran IMTN secara Reguler

BALIKPAPAN  -  Program pembuatan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN)…

Rabu, 19 Desember 2018 08:32

Cegah Penyakit Difteri, DKK Gelar Imunisasi di Balikpapan Utara

BALIKPAPAN  -  Untuk mencegah penyakit difteri, Dinas Kesehatan Kota (DKK)…

Rabu, 19 Desember 2018 08:31

Fasilitas Pantai Segara Sari Ditambah

BALIKPAPAN   -  Para pengunjung Pantai Segara Sari Manggar bakal dimanjakan…

Rabu, 19 Desember 2018 08:29

Rambu Tertutup Dahan Segera Ditangani

BALIKPAPAN   -  Rambu lalu lintas yang terpasang di pinggir…

Rabu, 19 Desember 2018 08:27

Pelayanan Tetap Seperti Biasa

BALIKPAPAN   -  Proses renovasi pengerjaan proyek Puskesmas Lamaru hingga saat…

Rabu, 19 Desember 2018 08:26

Manfaatkan Botol Plastik Bekas untuk Gapura

BALIKPAPAN   - Barang bekas atau sampah plastik dari kemasan…

Selasa, 18 Desember 2018 09:13

Teritip Peduli Bedah Rumah Warga

BALIKPAPAN   -   Kepedulian warga Teritip terhadap sesama patut diberi…

Selasa, 18 Desember 2018 09:11

Belajar Pemanfaatan Pupuk Organik

BALIKPAPAN   -   Belajar dengan orang yang telah berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .