MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Kamis, 12 April 2018 07:51
Antisipasi Isu SARA, Panwaslu Awasi Medsos

PROKAL.CO, SANGATTA   -  Menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, politik uang dan politisasi isu SARA rentan terjadi. Tidak terkecuali di wilayah Kutim. Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan antar Lembaga, Panwaslu Kutim, Muhammad Idris mengatakan hingga saat ini semua daerah di Kutim dikategorikan terpantau aman. Pasalnya belum ditemukannya Paslon maupun tim sukses yang melakukan politik uang maupun penyebaran isu SARA.

"Hingga saat ini kami belum menemukan informasi mengenai kecurangan yang dilakukan paslon. Baik dari pantauan kami sendiri maupun hasil pengamatan teman-teman di kecamatan," ungkapnya saat diwawancarai usai melaksanakan kegiatan Deklarasi Tolak dan Lawan Money Politik & Politisasi Isu Sara dalam Pilkada Kaltim 2018 Berintegritas di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, belum lama ini.

Dirinya meminta kepada setiap Paslon beserta tim pemenangan untuk tidak melakukan isu Sara sebagai bahan kampanye. Selain itu, diharapkan pula agar tidak memberikan uang kepada siapapun dalam pelaksanaan kampanye dimanapun

"Kami meminta jangan sampai ada paslon yang menyebarkan isu sara dan melakukan politik uang dalam kampanye," imbaunya.

Menurutnya, penyebaran isu sara sangat mudah terjadi. Tidak hanya pada kampanye, melainkan promosi di media sosialpun dapat menjadi sarana termudah untuk menghasut. Hal tersebut menjadi alasan, dirinya giat melakukan patroli. "Kami sangat ketat dalam mengawasi media sosial paslon.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tertangkapnya beberapa ASN yang me 'like' status paslon. Kemudian hal seperti itu langsung kami lakukan tindakkan tegas," tandasnya.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Kutim, Sayuti Ibrahim mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memposting di medsos. Hal tersebut berguna agar tidak menimbulkan masalah.

"Kami meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menyebarluaskan informasi. Jangan sampai menimbulkan perpecahan atau masalah karena postingan yang tidak dipertanggungjawabkan," tutupnya. (*/la/kpg/rus)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:29

Terkesan seperti Cerdas Cermat

DEBAT perdana capres-cawapres sudah berlangsung Kamis (17/1) malam lalu. Sayangnya…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27

Bawaslu Kaji Keterlibatan Kades

SURABAYA  -  Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Pengawas Pemilihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:27

Pengamat: Lebih Baik Biayai Infrastruktur

JAKARTA  - Wacana Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Ketua DPRD Kota Blitar Meninggal, saat Berangkat Nobar Debat Capres

BLITAR   -   Sekretaris DPC PDIP Kota Blitar Glebot Catur…

Jumat, 18 Januari 2019 07:59

Pak SBY Absen di Debat Perdana

JAKARTA   -  Mantan anggota DPR RI Ruhut Sitompul turut…

Jumat, 18 Januari 2019 07:58

Kredibilitas Hary Tanoe Sukses Angkat Elektabilitas Perindo

JAKARTA    -  Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai tren…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Giring Ganesha: Debat Capres Tak akan Mengubah Pilihan

JAKARTA   -   Giring Ganesha memberikan pandangan soal debat…

Jumat, 18 Januari 2019 07:56

Delapan Faktor Menentukan Skor Debat Capres

JAKARTA   -   Publik akan memberikan penilaian kepada peserta debat…

Kamis, 17 Januari 2019 07:54

KPU Larang Capres-Cawapres Persoalkan Pancasila hingga UUD 1945 saat Debat

JAKARTA   -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang pasangan capres-cawapres…

Kamis, 17 Januari 2019 07:52

Charta Politika: #2019GantiPresiden Lebih Populer dari #01JokowiLagi

JAKARTA   - Lembaga survei Charta Politika melakukan survei soal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*