MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 12 April 2018 08:24
Berani Tuntut Ipong Mundur

AMPT Hadiahi Bupati Pakaian Dalam Wanita

AKSI 114: Massa AMPT menyampaikan tuntutannya di depan gedung DPRD dan kantor bupati Ponorogo, kemarin (11/4). Mereka membakar gerobak, keranda, dan replika bentor untuk memprotes kebijakan pemkab.

PROKAL.CO, PONOROGO  –  Ada yang berani menggoyang kursi Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Kemarin (11/4) massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Ponorogo Tertindas (AMPT) menuntut Ipong mundur dari jabatannya. Massa juga mendesak DPRD Ponorogo menggunakan hak interpelasinya untuk menurunkan bupati yang dinilai tidak amanah.

Ada beberapa tuntutan massa dalam aksi 114 Rabu siang kemarin (11/4). Paling utama, kebijakan bupati dinilai tidak prorakyat. Seperti penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sultan Agung, penanganan dampak proyek pembangunan Waduk Bendo, rencana pembangunan pabrik pengolahan gamping di Sampung, serta kebijakan perbaikan jalan rusak di Ponorogo.

Sayang, aksi massa di depan kantor bupati dan gedung DPRD tersebut tidak mendapat respons. Karena Ipong dinas luar kota, perwakilan massa hanya ditemui Asisten Administrasi Pemerintahan Syaifur Rachman dan beberapa pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Ruang Bantarangin.

Namun, tidak ada hal teknis yang disampaikan perwakilan AMPT dalam pertemuan tersebut. Mereka ngotot hanya mau menyampaikan tuntutannya kepada bupati. ‘’Kami hanya ingin bertemu dengan bupati selaku pengambil kebijakan,’’ kata Didik Hariyanto, koordinator kapangan AMPT, kepada wartawan, usai pertemuan itu.

Sebagai bentuk kekecewaan, massa kemudian memberi hadiah pakaian dalam dan pembalut wanita kepada bupati melalui Syaifur. Hadiah itu untuk menyindir Ipong yang sering berhalangan ketika diajak berdialog dengan warga untuk menyelesaikan masalah.

Sebelumnya, massa yang terdiri dari perwakilan pengemudi becak motor (bentor), PKL, warga terdampak pembangunan Waduk Bendo, serta pengolahan gamping Sampung juga sempat kesal. Sebab, kedatangan mereka ke DPRD tidak ditemui satu pun anggota dewan. Bahkan, perwakilan massa sempat men-sweeping satu per satu ruangan komisi dan pimpinan DPRD, tapi semua kosong melompong.

Didik memastikan aksi serupa bakal kembali digelar Senin mendatang (16/4) dengan jumlah massa lebih banyak. Tuntutannya sama, meminta Ipong mempertanggungjawabkan semua kebijakan yang sudah diterapkannya selama dua tahun menjabat bupati Ponorogo. ‘’Kami ingin ketemu bupati langsung atau bupati turun dari jabatannya,’’ tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menampilkan teatrikal penertiban PKL di Jalan Sultan Agung oleh satpol PP beberapa waktu lalu. Aksi ditutup dengan membakar keranda jenazah, gerobak PKL, dan replika bentor di depan kantor bupati.

Dikonfirmasi terpisah, Syaifur Rachman mengatakan bakal menyampaikan tuntutan AMPT ke bupati. Dia tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil kebijakan secara sepihak. ‘’Biar nanti bupati yang akan menjawabnya,’’ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ipong mempertanyakan tuntutan massa yang mendesaknya mundur dari jabatannya. Dia mengklaim sudah bekerja sesuai peraturan yang jelas. ‘’Apa hak mereka meminta saya mundur. Siapa mereka. Apa karena keinginannya ditolak, terus berhak meminta seorang bupati mundur. Pemerintah menolak karena pasti ada dasarnya,’’ katanya melalui pesan WhatsApp.

Pada kasus penertiban PKL, misalnya, pemkab menjalankan kebijakan itu karena keberadaan PKL dianggap melanggar Perda 5/2011 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. ‘’Kebijakan tidak populis itu bukan berarti salah,’’ ujarnya. (her/c1/sat/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 April 2018 08:26

PT WIN di Kutim Bermasalah dengan Buruhnya

SANGATTA  -   Sejumlah buruh PT Wira Inova Nusantara (WIN) yang tergabung di dalam Serikat…

Kamis, 19 April 2018 08:24

Dua Pelajar Diciduk Transaksi Sabu-Sabu

SURABAYA   -  Penasaran dengan sensasi menikmati sabu-sabu (SS), membuat dua pelajar…

Kamis, 19 April 2018 08:22

Bos Pabrik Miras Pembunuh 51 Orang Dibekuk

JAKARTA  —   Polda Jawa Barat yang bertekad untuk membongkar habis pabrik miras…

Rabu, 18 April 2018 08:38

Kecelakaan Karambol Terjadi

NGAWI  –  Kurun dua minggu ini, sudah dua insiden kecelakaan terjadi di Ngawi. Dimulai…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Sabu Senilai Rp7,5 Miliar Diamankan

PEKANBARU  -   Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau kembali berhasil…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Tiga Budak Sabu Digerebek di Kantor Ekspedisi

SURABAYA  -  Tiga budak sabu-sabu (SS) harus berurusan dengan Polsek Wiyung. Sebab, mereka…

Rabu, 18 April 2018 08:35

Berusaha Kabur, Maling Dihadiahi Timah Panas

TARAKAN   –  Seorang pria berinisial HM tidak hanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya…

Selasa, 17 April 2018 08:35

Lima Perampok Sekap Tiga Korban

NGAWI  –  Aksi perampokan terjadi di Desa Kawu, Kedunggalar, Ngawi, kemarin dini hari…

Selasa, 17 April 2018 08:33

Polda Kaltara Intensifkan Patroli di Perairan

TANJUNG SELOR   -   Wilayah perairan Kaltara yang luas dan kerap dimanfaatkan untuk menyelundupkan…

Selasa, 17 April 2018 08:29

Oknum Mahasiswa Nyambi Bisnis Sabu

SANGATTA   -   Bukannya menjadi contoh,  namun mahasiswa di salah satu perguruan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .