MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 12 April 2018 08:38
Dana Bantuan Korban Tak Sebanding

TELUK BALIKPAPAN

HANYA BISA IKHLAS: Rohani Baso duduk di tempat usaha bordir peninggalan almarhum suaminya, Imam Nurrohman yang menjadi korban kebakaran di Teluk Balikpapan, beberapa hari lalu.

PROKAL.CO,
BALIKPAPAN  -  Pertamina memang telah tanggung jawab kepada para korban keganasan api yang berkobar di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) lalu, imbas dari ceceran minyak akibat putusnya pipa penghubung Lawe-Lawe ke Balikpapan. Nilai kompensasi yang diberikan para korban sebesar Rp 200 juta. Diperkirakan dalam satu minggu ke depan akan terealisasi. Sementara santunan dana dukacita sudah diberikan Pertamina kepada kelima korban tewas sebesar Rp 12,5 juta.


Meski begitu, dana itu dirasa tidak cukup oleh keluarga korban. Salah satunya, Rohani Baso (42), istri korban Imam Nurrohman. Warga Gang Sampoerna, RT 7, Nomor 5, Kelurahan Baru Ilir, itu menilai dana tersebut kurang sebanding dengan penghasilan sang suami semasa hidup. Ketika masih bekerja di usaha bordir miliknya, per bulannya saja bisa mendapatkan Rp 5-10 juta. Sementara ketika sepi orderan berkisar Rp 3 juta.

“Tentu tidak sesuai dengan apa yang didapat semasa hidup. Karena kehidupan untuk jangka panjang. Tapi mau diapakan lagi, pasrah saja. Setidaknya ada pertanggungjawaban dari Pertamina. Menurut Pertamina, tunjangan Rp 200 juta sesuai dengan UU Perairan,” ujarnya.


Dari hati yang paling dalam, dia mengaku terpukul dengan kejadian ini. Sebab, ceceran minyak tersebut sudah diketahui beberapa jam sebelum kejadian. Pihak bersangkutan, dalam hal ini Pertamina, semestinya memberikan imbauan agar tidak ada aktivitas di perairan Teluk Balikpapan.

“Kalau saya pribadi, jujur, tidak bisa terima. Tapi ini musibah, semua tidak ada yang tahu. Yang ada hanya mengikhlaskan saja. Bahkan, persoalan nyawa sebenarnya tidak bisa dibeli dengan uang,” jelasnya.

Meski begitu, dia meminta agar pihak Pertamina kembali mengabulkan permintaannya, memperkerjakan tiga anak korban Imam Nurrohman, yang membantu pekerjaan sang suami semasa hidupnya. Namun, untuk mendesain logo, memang hanya sang suami yang memiliki skill.

“Semoga Pertamina mau merealisasikan,” jelasnya.

Tak hanya santunan, dikatakan Rohani, anak angkatnya bernama Dwi Apriyanti (13) yang tercatat sebagai siswa kelas VII SMPN 4 juga akan ditanggung biaya sekolahnya hingga lulus SMA.

Kini, Rohani harus menjadi tulang punggung keluarga. Namun, yang menjadi permasalahan, dirinya belum memiliki skill dalam mendesain logo ketika ada pesanan bordir. Dia hanya memiliki keahlian menjahit. “Ini sambil berjalan melanjutkan usaha bordir. Karena masih ada file logo yang sudah tersimpan di laptop,” katanya.


Sementara korban lainnya, istri Suyono (55), Rati menuturkan bahwa dana yang diberikan oleh Pertamina berusaha dicukup-cukupkan. Apalagi, pasca kepergian sang suami, dia kebingungan untuk menghidupkan kedua anaknya. Diakui warga RT 40, Jalan Gunung Empat, Kelurahan Margomulyo ini, uang tidak bisa menggantikan nyawa yang sudah hilang.

Pasca sang suami meninggal dunia, dua anaknya juga memutuskan berhenti bekerja di luar daerah. Baik Muhammad Abdul Muhyi (22) ataupun Dwi Susanto (18) berniat mencari pekerjaan di Balikpapan agar dekat dengan ibunya.

“Maunya kerja di Balikpapan sambil jaga saya. Dan Pertamina juga sudah mau membantu dengan memberikan pekerjaan bagi keduanya. Lamaran pekerjaan juga sudah diterima. Semoga secepatnya mendapatkan panggilan,” jelasnya. (ham/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 08:33

Pemerkosa Pembuang Bayi Hapus Akun FB

BALIKPAPAN  -   Sepertinya ISL harus mempertanggungjawabkan sendiri hasil perbuatannya membuang…

Jumat, 20 Juli 2018 08:30

Sama-Sama Terpuruk

BALIKPAPAN   -   Dua tim alumni kasta tertinggi kembali bertemu pada pekan ke-9 Liga…

Jumat, 20 Juli 2018 08:28

Awas! Video Uang “PKI” Beredar

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan menyebarkan berita bohong, apalagi melalui media sosial…

Jumat, 20 Juli 2018 08:26

Gereja Jadi Sasaran, Teroris Ditangkap di Balikpapan

MASYARAKAT tak takut dengan aksi teror dan siap membantu aparat untuk melawan para teroris. Pesan itulah…

Jumat, 20 Juli 2018 08:23

Uang Curian Dipakai Nyabu dan Judi Online

BALIKPAPAN  -  Hati-hati meletakkan barang berharga karena bisa menjadi incaran para penjahat.…

Jumat, 20 Juli 2018 08:21

Berkat Baca Doa

Suatu malam, tepatnya malam Jumat kliwon, di mana menurut orangtua saat itu banyak hantu berkeliaran,…

Jumat, 20 Juli 2018 08:20

KPK Cium Dugaan Gratifikasi

BALIKPAPAN  -  Penipuan yang dilakukan PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) terhadap ribuan jemaah…

Kamis, 19 Juli 2018 08:41

Gadis ABG Dicokok Polisi

PENAJAM  -  Seorang gadis yang masih berusia 16 tahun berinisial CAQ, pada Selasa (17/7) lalu…

Kamis, 19 Juli 2018 08:37
Kasus Dugaan Sodomi yang Dilakukan Pandu Dharma Wicaksono

Pengacara Bilang Ada Kepentingan Politik, LHAAA POLITIK APA???

BALIKPAPAN  -  Pernyataan kuasa hukum Pandu Dharma Wicaksono, Agus Ambri perihal kasus kliennya…

Kamis, 19 Juli 2018 08:31

Blangko SIM Kosong

BALIKPAPAN  -  Seminggu lebih Satlantas Polres Balikpapan mengalami kekosongan material pad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .