MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 12 April 2018 08:38
Dana Bantuan Korban Tak Sebanding

TELUK BALIKPAPAN

HANYA BISA IKHLAS: Rohani Baso duduk di tempat usaha bordir peninggalan almarhum suaminya, Imam Nurrohman yang menjadi korban kebakaran di Teluk Balikpapan, beberapa hari lalu.

PROKAL.CO,
BALIKPAPAN  -  Pertamina memang telah tanggung jawab kepada para korban keganasan api yang berkobar di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) lalu, imbas dari ceceran minyak akibat putusnya pipa penghubung Lawe-Lawe ke Balikpapan. Nilai kompensasi yang diberikan para korban sebesar Rp 200 juta. Diperkirakan dalam satu minggu ke depan akan terealisasi. Sementara santunan dana dukacita sudah diberikan Pertamina kepada kelima korban tewas sebesar Rp 12,5 juta.


Meski begitu, dana itu dirasa tidak cukup oleh keluarga korban. Salah satunya, Rohani Baso (42), istri korban Imam Nurrohman. Warga Gang Sampoerna, RT 7, Nomor 5, Kelurahan Baru Ilir, itu menilai dana tersebut kurang sebanding dengan penghasilan sang suami semasa hidup. Ketika masih bekerja di usaha bordir miliknya, per bulannya saja bisa mendapatkan Rp 5-10 juta. Sementara ketika sepi orderan berkisar Rp 3 juta.

“Tentu tidak sesuai dengan apa yang didapat semasa hidup. Karena kehidupan untuk jangka panjang. Tapi mau diapakan lagi, pasrah saja. Setidaknya ada pertanggungjawaban dari Pertamina. Menurut Pertamina, tunjangan Rp 200 juta sesuai dengan UU Perairan,” ujarnya.


Dari hati yang paling dalam, dia mengaku terpukul dengan kejadian ini. Sebab, ceceran minyak tersebut sudah diketahui beberapa jam sebelum kejadian. Pihak bersangkutan, dalam hal ini Pertamina, semestinya memberikan imbauan agar tidak ada aktivitas di perairan Teluk Balikpapan.

“Kalau saya pribadi, jujur, tidak bisa terima. Tapi ini musibah, semua tidak ada yang tahu. Yang ada hanya mengikhlaskan saja. Bahkan, persoalan nyawa sebenarnya tidak bisa dibeli dengan uang,” jelasnya.

Meski begitu, dia meminta agar pihak Pertamina kembali mengabulkan permintaannya, memperkerjakan tiga anak korban Imam Nurrohman, yang membantu pekerjaan sang suami semasa hidupnya. Namun, untuk mendesain logo, memang hanya sang suami yang memiliki skill.

“Semoga Pertamina mau merealisasikan,” jelasnya.

Tak hanya santunan, dikatakan Rohani, anak angkatnya bernama Dwi Apriyanti (13) yang tercatat sebagai siswa kelas VII SMPN 4 juga akan ditanggung biaya sekolahnya hingga lulus SMA.

Kini, Rohani harus menjadi tulang punggung keluarga. Namun, yang menjadi permasalahan, dirinya belum memiliki skill dalam mendesain logo ketika ada pesanan bordir. Dia hanya memiliki keahlian menjahit. “Ini sambil berjalan melanjutkan usaha bordir. Karena masih ada file logo yang sudah tersimpan di laptop,” katanya.


Sementara korban lainnya, istri Suyono (55), Rati menuturkan bahwa dana yang diberikan oleh Pertamina berusaha dicukup-cukupkan. Apalagi, pasca kepergian sang suami, dia kebingungan untuk menghidupkan kedua anaknya. Diakui warga RT 40, Jalan Gunung Empat, Kelurahan Margomulyo ini, uang tidak bisa menggantikan nyawa yang sudah hilang.

Pasca sang suami meninggal dunia, dua anaknya juga memutuskan berhenti bekerja di luar daerah. Baik Muhammad Abdul Muhyi (22) ataupun Dwi Susanto (18) berniat mencari pekerjaan di Balikpapan agar dekat dengan ibunya.

“Maunya kerja di Balikpapan sambil jaga saya. Dan Pertamina juga sudah mau membantu dengan memberikan pekerjaan bagi keduanya. Lamaran pekerjaan juga sudah diterima. Semoga secepatnya mendapatkan panggilan,” jelasnya. (ham/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 12:25

Pemilu, Wali Kota Soroti Adu Uang di Lapangan

BALIKPAPAN-Pemilu tahun ini memang terasa berat bagi masyarakat maupun penyelenggara.…

Kamis, 25 April 2019 12:24

Bila Tidak Taat Membayar Pajak, Indekos Terancam Ditutup

BALIKPAPAN-Pemkot Balikpapan terus melakukan berbagai cara dalam meningkatkan retribusi daerah.…

Kamis, 25 April 2019 12:22

Barang Bukti Senilai Rp 5,15 Miliar Dimusnahkan

BALIKPAPAN-Pemusnahan barang kena cukai hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol…

Kamis, 25 April 2019 12:20

Beri Klarifikasi, Relawan Datangi KPU

BALIKPAPAN-Masih ingat video viral berjudul “Kotak Suara Diculik di Hotel…

Rabu, 24 April 2019 11:33

Polres dan Stakeholder Nyatakan Sikap

BALIKPAPAN -  Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi terhadap penghitungan suara…

Rabu, 24 April 2019 11:31

Akuntan Leo Membenarkan Ada Audit Investigasi

BALIKPAPAN- Sidang dugaan pidana pasal 263 ayat (2) KUHP juncto…

Rabu, 24 April 2019 11:30

Todong Warga, Dua Pemuda Diciduk

BALIKPAPAN - Aksi nekat memberhentikan paksa warga yang melintas serta…

Rabu, 24 April 2019 11:28

AWAS JAMBRET..!! Jalan Syarifuddin Yoes Tergolong Rawan

BALIKPAPAN - Jalan Syarifuddin Yoes banyak dikhawatirkan warga yang melintas…

Selasa, 23 April 2019 12:01

Turunan Mazda Rawan Laka

BALIKPAPAN-Lagi-lagi, kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di turunan diler Mazda…

Selasa, 23 April 2019 12:00

Sidang Kasus Penipuan ATM, Hamzah Husain Dituntut Empat Tahun Penjara

BALIKPAPAN-Setelah tertunda empat kali lantaran rencana tuntutan (rentut) tak turun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*