MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 01:52

Mobil Dinas vs Mobil Box, 4 Orang Terluka

TANA PASER –  Mobil dinas dengan nomor polisi KT 1861 E milik salah satu pemerintahan desa…

Sabtu, 26 Mei 2018 01:52

Pasar Tani untuk Serap Beras Petani

TANA PASER  –  Upaya menampung hasil pertanian para petani di Kabupaten Paser, membuat…

Sabtu, 26 Mei 2018 01:51

KPU Terima Logistik Surat Suara

TANA PASER  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Paser pada Kamis (24/5) sekitar pukul 03.53…

Sabtu, 26 Mei 2018 01:50

Empat Paket Sabu Dibuang ke Parit

PENAJAM  -  Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) meringkus pelaku penyalahgunan dan…

Sabtu, 26 Mei 2018 01:48

Warga Masih Andalkan Tabung Melon

TANA PASER  –  Rata-rata masyarakat Kabupaten Paser masih ketergantungan elpiji bersubsidi…

Jumat, 25 Mei 2018 09:02

Isu Daging Babi Merebak, Ini Kata Disperindagkop UKM

TANA PASER  –  Pada bulan Ramadan1439H, warga Tanah Grogot dan sekitarnya digegerkan…

Jumat, 25 Mei 2018 09:00

Bukan Larangan, Hanya Imbauan

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser belum menerapkan larangan pemakaian gas elpiji bersubsidi…

Jumat, 25 Mei 2018 08:59

121.709 Surat Suara Pilgub Tiba di PPU

PENAJAM    -   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) telah menerima surat…

Jumat, 25 Mei 2018 08:58

Direncanakan 2017, Mutasi Tak Kunjung Terealisasi

PENAJAM  -  Direncanakan sejak Oktober 2017, mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Jumat, 25 Mei 2018 08:57

Bupati Beri Bantuan Korban Kebakaran

TANA PASER  -   Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi memberikan bantuan kepada korban kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .