MANAGED BY:
RABU
20 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:03

Dua Kepala UPT PU Kecamatan Diganti

PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM)…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Babulu Jadi Tuan Rumah MTQ XV

PENAJAM-Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XV Tingkat Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 19 Maret 2019 10:59

Komitmen Wujudkan Kesehatan Gratis dan Pendidikan Gratis

PENAJAM-Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Hamdam didampingi Asisten…

Selasa, 19 Maret 2019 10:56

Lahan Tahura 2.725 Hektare Telah Dilepas KLHK

PENAJAM- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengembalikan lahan…

Selasa, 19 Maret 2019 10:55

ADA APA INI..?? PLN Pangkas 2.500 Batang Pokok Sawit

TANA PASER – Petugas Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:54

Pengembangan Pariwisata Terkendala Legalitas Lahan

TANA PASER – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi…

Senin, 18 Maret 2019 10:12

Ngga Dianggarkan, Pemilik Lahan Terpaksa Gigit Jari

PENAJAM- Pembebasan lahan coastal road atau jalan pesisir pantai di…

Senin, 18 Maret 2019 10:10

Atasi Triple burden dengan Germas

TANA PASER –  Pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya…

Senin, 18 Maret 2019 10:09

Jelang Pemilu, Polres Siapkan Sispamkota

TANA PASER – Demi peningkatan persiapan Sistem Pengamanan (Sispam) Kota…

Senin, 18 Maret 2019 10:08

Kekurangan Tiga Bulan Dibayar Rapel

PENAJAM- Pemerintah pusat telah menetapkan kenaikan gaji aparatur sipil negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*