MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:29

144 Personel Satpol PP Jalani Tes Urine

PENAJAM  -   Sebanyak 144 anggota Satuan Polisi Pamong Praja…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:28

Lelang Jembatan Tol Tetap Jalan

PENAJAM  - Kabag Pembangunan Setkab Penajam Paser Utara (PPU) Nicko…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:27

Ribuan Botol Miras Berhasil Diamankan dalam Operasi KYD

TANA PASER  –   Dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:27

Penghapusan Data Ranmor Butuh Kajian dan Sosialisasi

TANA PASER  –  Kabar bahwa pemilik kendaraan bermotor yang tidak…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:26

Disdukcapil Kerja Sama Kemenag dan PA

PENAJAM  -  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:25

BPN Akui Terbitkan Sertifikat di Areal Cagar Alam

TANA PASER  –  Pemerintah Kabupaten Paser mengaku saat ini status…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

Tinggal Tunggu Pengumuman dari Pusat

PENAJAM  -   Pelaksanaan ujian seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS…

Jumat, 14 Desember 2018 07:36

Dishub Kaji Penambahan Trayek Angkutan Umum

PENAJAM   -   Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 14 Desember 2018 07:35

Jelang Tahun Baru, Dishub Geber Pemeliharaan PJU

TANA PASER  –  Sebagai upaya pencegahan terhadap peningkatan angka laka…

Jumat, 14 Desember 2018 07:34

Ribuan Sertifikat Warga Masuk Cagar Alam

TANA PASER –  Sebanyak 8.142 sertifikat yang dikantongi masyarakat Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .