MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 09:09

Tukang Service AC Nyambi Jual Sabu

TANA PASER  –   Jajaran Rekrim Polsek Tanah Grogot dan Satreskoba Polres Paser, Rabu…

Jumat, 20 April 2018 09:06

Diimbau Percepat Pendataan Dampak Pipa Bocor

PENAJAM  -  Pasca kejadian pipa lepas milik PT Pertamina (Persero) di Teluk Balikpapan dan…

Jumat, 20 April 2018 09:05

Satgas Pangan Sudah Bergerak

TANA PASER  –  Menjelang datangnya bulan Ramadan,Satgas Pangan Polres yang dibentuk…

Jumat, 20 April 2018 09:04

Tanam Tumbuh Jadi Kendala Perluasan Jaringan Listrik

TANA PASER  –  PLN Rayon Tanah Grogot masih dihadapkan dengan kendala dalam melakukan…

Jumat, 20 April 2018 09:03

Korpri Harus Pilih Pengurus yang Kompeten

PENAJAM  -  Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Penajam Paser Utara (PPU) H Tohar meminta kepada…

Kamis, 19 April 2018 09:13

Hantam Truk Tangki, Pemotor Tewas di Tempat

TANA PASER   -   Ruas Jalan Negara di Kabupaten Paser kembali memakan korban. Kondisi…

Kamis, 19 April 2018 09:12

Mesin Pompa WTP Terkendala Anggaran

PENAJAM  -  Pembangunan water treatment plant (WTP) Lawe-Lawe ditargetkan rampung Juli 2018.…

Kamis, 19 April 2018 09:11

Irigasi Dijadikan Jalur Angkutan Material Jembatan

TANA PASER   –  Ada yang menarik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)…

Kamis, 19 April 2018 09:10

Jalan Rusak Jalur Dua Petung Mulai Dikerjakan

PENAJAM  -   Kerusakan jalan yang terjadi hampir di sepanjang dua jalur Kelurahan Petung,…

Kamis, 19 April 2018 09:08

PDAM Putus 100 Sambungan Air

PENAJAM  -  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .