MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 08:41

Jago Merah Ratakan Bengkel Sepeda Motor

TANA PASER  –  Sebuah bengkel sepeda motor yang terletak di RT 5 Jalan Yos Sudarso,…

Jumat, 20 Juli 2018 08:40

MAU DIAPAKAN...? Tim BNPB Sambangi Lokasi Longsor di Telemow

PENAJAM  -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan tim untuk mengecek lokasi…

Jumat, 20 Juli 2018 08:38

Loading Ramp Wajib Urus Perijinan

TANA PASER  –  Pengusaha loading ramp yang beroperasi di Kabupaten Paser wajib mengurus…

Jumat, 20 Juli 2018 08:36

Proyek Jargas Sedang Dikerjakan

PENAJAM  -  Proyek jaringan gas (jargas) telah berjalan. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)…

Jumat, 20 Juli 2018 08:34

DPRD Gunung Kidul Studi Banding Soal Perizinan

PENAJAM -  Komisi I , DPRD Penajam Paser Utara (PPU)menerima kunjungan kerja dari DPRD Gunung Kidul,…

Kamis, 19 Juli 2018 08:59

Polres PPU Kehabisan Material SIM

PENAJAM  -  Satlantas Polres Penajam Paser Utara (PPU) kehabisan stok material surat izin…

Kamis, 19 Juli 2018 08:57

Wawasan Kebangsaan Penting bagi Pelajar

TANA PASER  –  Wawasan kebangsaan sangat penting terutama bagi pelajar, karena sebagai…

Kamis, 19 Juli 2018 08:56

Mustaqim Ucapkan Permohonan Maaf ke Warga

PENAJAM   -   Di penghujung masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU)…

Kamis, 19 Juli 2018 08:56

Polres Paser Mapping Sebaran Loading Ramp

TANA PASER  –   Banyaknya loading ramp yang beroperasi membeli buah petani menjadi salah…

Kamis, 19 Juli 2018 08:55

PKPI dan Partai Garuda Tidak Serahkan Berkas Caleg

TANA PASER  –   Mayoritas partai politik peserta Pemilu 2019 di berbagai daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .