MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 07:41

Oprit Jembatan Biu Butuh Penanganan

TANA PASER   –   Oprit atau tanah timbunan yang menghubungkan…

Rabu, 19 Desember 2018 07:40

11 Mahasiswa PTIK Polri Gelar Dianmas di Paser

TANA PASER   –  Dalam rangka pengabdian masyarakat (Dianmas) di…

Rabu, 19 Desember 2018 07:38

Gara-Gara Ini, Izin Usaha PT TMA Terancam Dicabut

TANA PASER  –  Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Perumahan Kawasan…

Rabu, 19 Desember 2018 07:37

Rumjab Bupati dan Wabup Dibangun Tahun Depan

PENAJAM   -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan…

Rabu, 19 Desember 2018 07:36

Program Baznas untuk Kepentingan Umat

PENAJAM   -  Badan Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah Nasional…

Rabu, 19 Desember 2018 07:35

Operasi Lilin Fokus PAM Natal dan Tahun Baru

TANA PASER  –  Operasi Lilin Mahakam 2018 selain difokuskan untuk…

Selasa, 18 Desember 2018 07:50

Harapan 11 ASN Pupus

PENAJAM  -  Pupus sudah harapan 11 aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 18 Desember 2018 07:48

34 Pejabat Eselon II Ikut Uji Kompetensi

PENAJAM   -  Sebanyak 34 pejabat tinggi pratama atau eselon…

Selasa, 18 Desember 2018 07:46

Akhir Desember, Raperda RPJMD Diajukan ke DPRD

PENAJAM  -  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi batas waktu penyusunan…

Selasa, 18 Desember 2018 07:45

Warga Long Pinang Minta Perbaikan Jaringan Listrik

TANA PASER  –    Ketua RT 1 Desa Long Pinang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .