MANAGED BY:
JUMAT
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

PPU-PASER

Kamis, 12 April 2018 09:16
Bangun Balai Adat untuk Warga Berkumpul
SEDERHANA: Balai adat yang dibangun warga Pegunungan Meratus, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, sebagai tempat berkumpulnya warga di kawasan itu. Serta sebagian warga Pegunungan Meratus berfoto bersama lurah Samuel Reza dan wartawan Balikpapan Pos.

PROKAL.CO, TANA PASER  –  Warga Desa Muara Andeh yang tinggal di kaki Gunung Meratus memanfaatkan kekayaan alam yang ada di kawasan itu untuk bertahan hidup, seperti mencari rotan yang diolah menjadi kerajinan tangan lanjung, lampit, dan mencari madu untuk dijual ke daerah tetangga, Sengayam, Kalimantan Selatan.

Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza berkomitmen mempertahankan dan melestarikan kelestarian alam di Pegunungan Meratus. Untuk menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya warga Dayak Gunung Meratus, Samuel bersama warga membangun sebuah rumah (balai) adat khas Dayak Meratus. Meski sangat sederhana, balai adat itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bermusyawarah dan tempat belajar anak-anak di Pegunungan Meratus.

“Dengan adanya balai adat ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Muara Andeh, di tengah keasrian alam pegunungan. Sehingga masyarakat dari luar Muara Andeh bisa menikmati keindahan alam dan adat istiadat warga Pegunungan Meratus, seperti keindahan air terjun dengan air yang jernih,” ujar Samuel Reza, Kamis (11/4).

Samuel mengungkapkan, selama ini warga Pegunungan Meratus tinggal terpisah dan tidak mau berkelompok. Pembangunan  tempat berkumpul atau balai adat, diharapkan bisa dijadikan warga untuk berkumpul dan memudahkan pendataan untuk administrasi kependudukan, serta dan berdiskusi mengutarakan aspirasi warga kepada pemerintahan desa.

Menurutnya Samuel, selama ini pihaknya agak kesulitan mengumpulkan warga Pegunungan Meratus karena tidak adanya wadah untuk berkumpul. Dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mereka bisa berkumpul, karena jauhnya jarak rumah kepala keluarga (KK) yang satu dengan KK lainnya, ditambah akses jalan yang belum memadai. (ian/cal)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 25 April 2019 12:08

Tingkatkan Kedisiplinan Pengendara Berlalu Lintas

TANA PASER – Operasi simpatik akan digelar serentak mulai 29…

Kamis, 25 April 2019 12:06

WEEEWW..!! Bangun Rumah Jabatan Bupati, Pembebasan Lahan Rp 5 M, Fisik Rp 10 M

PENAJAM- Anggaran pembangunan rumah jabatan (rumjab) Bupati dan Wakil Bupati…

Kamis, 25 April 2019 12:04

Disdukcapil Maksimalkan Pelayanan Adminduk Pasca Pemilu

TANA PASER – Pasca pemilu serentak, Dinas Kependudukan dan Catatan…

Rabu, 24 April 2019 11:21

MANTAP..!! SK Penlok Jembatan Tol Penajam-Balikpapan Telah Diteken Gubernur

PENAJAM - Surat keputusan (SK) penetapan lokasi (Penlok) Jembatan Tol…

Rabu, 24 April 2019 11:19

Satpol PP Harus Jadi Garda Terdepan Penegak Perda

TANA PASER – Sekda Paser Katsul Wijaya meminta Satpol PP…

Rabu, 24 April 2019 11:16

Antisipasi Kebakaran, Pemadam Disiagakan di Gudang Kotak Suara

PENAJAM- Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser…

Selasa, 23 April 2019 11:48

Barang Bukti 42 Perkara Dimusnahkan

TANA PASER –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser memusnahkan barang bukti…

Selasa, 23 April 2019 11:47

Empat Sekolah UNBK Offline

TANA PASER – Dengan upaya maksimal dari Dinas Pendidikan dan…

Selasa, 23 April 2019 11:46

Jembatan Nenang Dilanjutkan Tahun Depan

PENAJAM- DPRD Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemerintah daerah untuk…

Senin, 22 April 2019 11:55

Warga Jangan Euforia Berlebihan

TANA PASER – Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putrameminta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*