MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Kamis, 12 April 2018 23:10
Hukuman Bersifat Kekerasan Bukan Solusi

DP3AKB Gelar Sosialisasi Perlindungan di SMK Panca Dharma

PEMAHAMAN: Narasumber dari DP3AKB saat memberikan sosialisasi kepada pelajar SMK Panca Dharma.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan kembali melanjutkan kegiatan sosialisasi kali ini di SMK Panca Dharma, Kamis (12/4) dengan mengangkat pembahasan terkait perlindungan anak dan aturan-aturan hukumnya. Kegiatan sosialiasi ini merupakan agenda kunjungan dari 12 sekolah yang akan dikunjungi DP3AKB  di tahun 2018 ini.

Untuk sosialisasi di SMK Panca Dhama ini dibagi menjadi dua kelas, kelas pertama berisikan 25 guru dan kelas kedua berisikan 75 siswa. Meraka dibekali informasi bagaimana mewujudkan sekolah yang ramah anak.

Kali ini Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Balikpapan, Mulyono dan Kabid Perlindungan DP3AKB Muhammad Kosim menjadi narasumber. Dalam pemaparannya, Mulyono menyampaikan masalah perlindungan anak bahwa tiap guru harusnya peka terhadap hal terkecil sekalipun yang dilakukan muridnya, misalnya makanan. Guru juga merupakan role model yang dalam penerapannya harus bertindak sebagai pemberi contoh, bukannya menyuruh tanpa melakukan sendiri.

“Ada kasus anak keracunan makanan. Ini harus jadi perhatian guru, bagaimana anak tersebut saat jajan, apa yang mereka konsumsi. Ada baiknya guru bertanya, murid beli jajan dimana. Ini akan lebih mendekatkan juga dengan mereka,” katanya dalam sosialisasi.

Sementara itu, terkait perilaku anak yang seringkali tidak sesuai, ada baiknya guru memperlakukan tidak dengan emosi atau pun melarang anak. Pada usia SMP dan SMA anak berada dalam masa dimana memiliki keingintahuan besar.

Mulyono menekankan agar guru menjadi sosok yang dicontoh murid dan memperlakukan mereka secara sama. Maksudnya, anak bukanlah objek yang disuruh dan diperintah. Saat pelajaran, guru memberikan tugas pada murid, lalu ia malah bermain ponsel bukan merupakan contoh yang baik. Kebiasaan membaca anak juga harus jadi perhatian guru. Namun, guru harus juga terbiasa membaca.

“Kalau masih merasa pusing saat membaca dalam mobil, artinya kurang membaca. Jadilah guru abad 21, jangan guru abad 20. Banyak membaca, literasi, tiap bulan harus ada target buku yang dibaca,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Muhammad Kosim membahas terkait aturan-aturan hukuman yang diberikan dalam menghadapi perilaku buruk murid, menurutnya, hukuman yang mengarah pada kekerasan tidak akan menjadi solusi. Sebelumnya, ada baiknya membuat aturan dengan murid, dan apa hukuman yang disepakati bagi pelanggar.

“Saat tahun ajaran baru, wali kelas bisa membuat aturan besama muridnya. Aturan ini dibuat bersama dan disepakati bersama. Buat aturan dengan masukan dari anak-anak. Tandatangani, juga suruh anak tandatangan. Lalu beritahu orangtua,” ujar Muhammad Kosim.

Kosim menambahkan, selain itu semua bentuk hukuman yang diberikan guru dilakukan lantaran kurangnya pemahaman terhadap UU Perlindungan Anak. Juga tidak ada kejelasan mengenai larangan, pencegahan, dan mengatasi kekerasan di sekolah.

 “Anak yang dihukum akan memiliki sifat pendendam pada guru tersebut. Lalu setelah itu, hubungan harmonis antara guru dan siswa jadi terganggu, juga hubungan guru dan orangtua. Itu akan berdampak bagi murid, mereka jadi menyimpan sakit hati atas kekerasan,” paparnya.

 “Kalau seperti itu anak jadi jera, namun tetap bermanfaat untuk mereka. Kalau memang kenakalan anak berlebihan, baiknya guru berkonsultasi pada ahli, jangan sampai ada kekerasan fisik. Biasanya kenakalan diluar batas berkaitan dengan pengalaman anak, misal yang mereka alami di luar sekolah,” tutup Muhammad Kosim. (**dan/han)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*