MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 13 April 2018 08:22
Akrab dengan Digital

Bisa Akses Modal Perbankan lewat Platform

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Tidak saja menjadi sektor alternatif di tengah ketergantungan sumber daya alam, ekonomi kreatif juga salah satu sektor usaha yang diyakini tidak menuntut dukungan infrastruktur. Era digital diyakini memberi banyak kemudahan.

"Contoh di daerah selama ini ada persoalan logistik. Sekarang itu bisa teratasi lewat pemanfaatkan digital, khususnya untuk sub sektor delivery yang tidak memerlukan bentuk fisik, ini peluang di era keterbukaan informasi," kata Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo saat memberi motivasi 200 pelaku UMKM berpacu di ajang penjaringan talenta ekonomi kreatif bertajuk Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham) di Swiss Belhotel, kemarin.

Meski terus tumbuh didukung potensi masing-masing daerah, dia tidak menampik, hingga kini tidak banyak pelaku ekonomi kreatif yang memperoleh akses permodalan di lembaga keuangan perbankan. Maklum saja mayoritas aset pelaku ekonomi kreatif tidak berwujud melainkan karya cipta. "Bank juga tidak salah karena memang jaminan untuk memperoleh kredit rata-rata aset yang tidak bergerak," paparnya ramah.

Terkait itu dia menegaskan, lagi-lagi dunia digital mampu memberikan jawaban.

"Ini yang sedang kami dorong agar pelaku UMKM membangun kredibilitas lewat digital ekonomi. Caranya, masuk ke platform digital, kuliner bisa masuk ke platform seperti Go Food begitu juga untuk produk kerajinan dan fesyen bisa masuk ke platform lain," ulasnya.

Dari sana, transaksi akan terekam dengan baik sehigga memudahkan perbankan memperoleh informasi calon debitur termasuk acuan memberi pembiayaan.

Hanya saja ia menilai, tngkat kepemilikan kekayaan intelektual UMKM masih rendah. Ini juga yang terus digenjotnya. "Artis aja melirik daerah lewat produk kue, kenapa pelaku di daerah tidak bisa menangkap peluang lain," jabarnya.

Sementara ada lima segmen yang dilombakan dalam ajang garapan Bekraf dan  BNI Syariah. Masing-masing kuliner, fesyen, kerajinan, aplikasi digital dan fotografi. Adapun Balikpapan dipilih bersama empat kota lainnya karena dianggap mewakili pulau di Indonesia. (dra/san)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Nikmati Liburan Akhir Tahun Lebih Hemat

BALIKPAPAN   -  Semakin dekat ke penghujung tahun 2018, ajakan liburan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:35

Tingkatkan Literasi Keuangan sejak Dini

BALIKPAPAN  -  Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan dan…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:34

Taati Peraturan, Sayangi Nyawa Bersama Bastian Steel

BALIKPAPAN  -  Untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, Balai Pengelola Transportasi…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Pacu Daya Saing lewat Pendidikan Vokasi Industri

TANJUNG SELOR   -  PT Astra Honda Motor (AHM) selaku…

Jumat, 14 Desember 2018 07:47

Aturan Baru Taksi Online Segera Terbit

JAKARTA   -  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sudah meneken…

Jumat, 14 Desember 2018 07:46

Triwulan III, Transaksi Tunai Menurun

SAMARINDA   -   Transaksi uang tunai di Kaltim pada triwulan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:45

Dolar Menguat, Bahan Pokok Stabil

BALIKPAPAN  -   Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Kamis, 13 Desember 2018 07:51

New CBR150R Ditanami Teknologi ABS dan ESS

BALIKPAPAN   -  Astra Motor Honda Balikpapan resmi meluncurkan CBR150R…

Kamis, 13 Desember 2018 07:49

Alquran Literasi di TB Hanifa

PUSAT   perbelanjaan Rapak Plaza Balikpapan selain menjual pakaian dan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:47

2019, Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,2 Persen

JAKARTA    -  Bank Mandiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .