MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 14 April 2018 07:13
Polda Amankan Penjual Elpiji “Nakal”

Diduga Jadi Penyebab Kelangkaan Gas Bersubsidi

PROKAL.CO, PALU  –   Sulitnya masyarakat mendapatkan gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram akhir-akhir ini, ternyata disebabkan ulah nakal sejumlah oknum yang ingin meraup banyak keuntungan. Hal ini terbongkar, setelah polisi berhasil mengamankan sebuah mobil pikap yang memuat ratusan tabung elpiji 3 kilogram, yang sedang terisi gas.

 Pengungkapan yang dilakukan Subdit Industri dan Perdaganhan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), juga mengamankan MT (24) supir mobil pikap bernomor polisi DN 8093 VF. Penangkapan sendiri dipimpin oleh PS Kanit 1 Indag Dit Reskrimsus Polda Sulteng, AKP Dirham Salama.

 Dijelaskan Dirham, bahwa pengungkapan kasus ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Berdasarkan informasi itu, Dirham langsung memimpin penelusuran di lapangan. Hasil penelusuran menyebutkan bahwa distribusi dari agen ke pangkalan tidak ada kendala dan berjalan lancar.

 Penelusuran pun di lakukan di sejumlah pangkalan, hingga petugas menemukan sebuah pikap yang tidak berlogo agen mengangkut sekitar 150 tabung gas elpiji 3 kilogram yang seluruhnya dalam keadaan berisi gas. Petugas pun menghentikan mobil itu, Kamis (12/4) sore, di Jalan Kemiri, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. “Supir yang merupakan warga Baliase ini pun, mengakui bahwa pihaknya bukan agen, dan ingin menjual kembali gas subsidi tersebut ke kios-kios yang ada di Kota Palu dan Sigi. HET-nya kan Rp16.000, tapi dia mengaku jual hingga Rp18.000,” terang Dirham.

 Dugaan tindak pidana penyalahgunaan gas bersubsidi ini pun, sudah sangat jelas dilakukan MT. Petugas pun membawa MT berikut barang bukti mobil dan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram ke Mapolda Sulteng. Dari hasil interogasi, MT mengaku, bahwa memang gas bersubsidi itu dibelinya dari pangkalan resmi yang berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo. “Katanya dibeli di pangkalan resmi, dengan harga Rp17.000,” ujarnya.

 MT sendiri, kemarin, langsung ditetapkan sebagai tersangka setelah petugas menaikan kasus ini ke penyidikan. Dirham mengaku, tidak menutup kemungkinan, ada tersangka lain dalam kasus ini. Salah satu yang juga terancam dijadikan tersangka yakni pemilik pangkalan resmi. Namun demikian, penyidik masih akan meminta keterangan sejumlah saksi. “Dalam waktu dekat kita akan minta keterangan dari Sales Executive LPG Pertamina Sulawesi Tengah dan PT Firmada Akui Utama sebagai agen yang ada kontrak kerja dengan pangkalan Lucky Cell, termasuk pemilik pangkalan yang juga menjual gas elpiji dengan jumlah banyak kepada MT dengan harga di atas HET,” tuturnya.

 Dalam kasus ini, tersangka MT dijerat dengan pasal 53 huruf B dan D undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp40 miliar. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono mengimbau, jika masyarakat mendapati ada pihak yang kembali menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET segera laporkan ke kepolisian terdekat. “Kepada masyarakat Kota Palu, jika ada yang melihat orang menimbun ataupun sengaja menjual kembali gas subsidi diatas HET tolong dilaporkan ke kami, tidak perlu takut, akan kami tindak tegas,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng. (agg/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:09

Baby Lobster Dilepas di Perairan Lembar

GIRI MENANG  -  Penyelundupan benih lobster asal Lombok ternyata masih menggiurkan. Terbukti,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:08

Imam Langgar Hamili Bocah

PANGKALAN BUN  -  Seorang imam langgar berbuat tak senonoh. GA tega meniduri bocah perempuan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:07

Mengamuk Bawa Sajam, Diamankan

KANDANGAN –  Seorang pria berinisial MD (45), terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:07

Tujuh WTS dan Seorang Muncikari Diciduk

PANGKALAN BUN  - Praktik prostitusi di Kotawaringin Barat masih saja terjadi. Padahal penerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:06

Petani Curi Aset Obvitnas

BONTANG –  Pencurian aset milik objek vital nasional (obvitnas) PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:00

Pengedar Narkoba Ditembak

BATANGHARI  –  Seorang pengedar narkoba di Kabupaten Batanghari ditembak anggota Badan…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:58

Guru Silat, Diduga Sodomi Delapan Muridnya

BANYUASIN  –  Petani sekaligus guru silat, M Indra Wahyudi alias Wayan (45), ditangkap…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:57

Ibunya Asyik Main HP, Ngga Tau Kalau Anaknya Dicabuli Tetangga

SURABAYA  -  Suradi harus berurusan dengan polisi. Lelaki 57 tahun itu telah mencabuli Welas…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:56

Toko Aki Dibobol, Rp 31 Juta Raib

MADIUN  –  Keputusan Alfian membuka cabang di Desa Tiron, Madiun, mendapat cobaan. Toko…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:36

Kawasan Jalan Pipa Abepura Tegang

JAYAPUR A  -  Diawali karena sengketa tanah, situasi keamanan di Jalan Pipa Abepura, sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .