MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Sabtu, 14 April 2018 07:13
Polda Amankan Penjual Elpiji “Nakal”

Diduga Jadi Penyebab Kelangkaan Gas Bersubsidi

PROKAL.CO, PALU  –   Sulitnya masyarakat mendapatkan gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram akhir-akhir ini, ternyata disebabkan ulah nakal sejumlah oknum yang ingin meraup banyak keuntungan. Hal ini terbongkar, setelah polisi berhasil mengamankan sebuah mobil pikap yang memuat ratusan tabung elpiji 3 kilogram, yang sedang terisi gas.

 Pengungkapan yang dilakukan Subdit Industri dan Perdaganhan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), juga mengamankan MT (24) supir mobil pikap bernomor polisi DN 8093 VF. Penangkapan sendiri dipimpin oleh PS Kanit 1 Indag Dit Reskrimsus Polda Sulteng, AKP Dirham Salama.

 Dijelaskan Dirham, bahwa pengungkapan kasus ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Berdasarkan informasi itu, Dirham langsung memimpin penelusuran di lapangan. Hasil penelusuran menyebutkan bahwa distribusi dari agen ke pangkalan tidak ada kendala dan berjalan lancar.

 Penelusuran pun di lakukan di sejumlah pangkalan, hingga petugas menemukan sebuah pikap yang tidak berlogo agen mengangkut sekitar 150 tabung gas elpiji 3 kilogram yang seluruhnya dalam keadaan berisi gas. Petugas pun menghentikan mobil itu, Kamis (12/4) sore, di Jalan Kemiri, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. “Supir yang merupakan warga Baliase ini pun, mengakui bahwa pihaknya bukan agen, dan ingin menjual kembali gas subsidi tersebut ke kios-kios yang ada di Kota Palu dan Sigi. HET-nya kan Rp16.000, tapi dia mengaku jual hingga Rp18.000,” terang Dirham.

 Dugaan tindak pidana penyalahgunaan gas bersubsidi ini pun, sudah sangat jelas dilakukan MT. Petugas pun membawa MT berikut barang bukti mobil dan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram ke Mapolda Sulteng. Dari hasil interogasi, MT mengaku, bahwa memang gas bersubsidi itu dibelinya dari pangkalan resmi yang berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo. “Katanya dibeli di pangkalan resmi, dengan harga Rp17.000,” ujarnya.

 MT sendiri, kemarin, langsung ditetapkan sebagai tersangka setelah petugas menaikan kasus ini ke penyidikan. Dirham mengaku, tidak menutup kemungkinan, ada tersangka lain dalam kasus ini. Salah satu yang juga terancam dijadikan tersangka yakni pemilik pangkalan resmi. Namun demikian, penyidik masih akan meminta keterangan sejumlah saksi. “Dalam waktu dekat kita akan minta keterangan dari Sales Executive LPG Pertamina Sulawesi Tengah dan PT Firmada Akui Utama sebagai agen yang ada kontrak kerja dengan pangkalan Lucky Cell, termasuk pemilik pangkalan yang juga menjual gas elpiji dengan jumlah banyak kepada MT dengan harga di atas HET,” tuturnya.

 Dalam kasus ini, tersangka MT dijerat dengan pasal 53 huruf B dan D undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp40 miliar. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono mengimbau, jika masyarakat mendapati ada pihak yang kembali menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET segera laporkan ke kepolisian terdekat. “Kepada masyarakat Kota Palu, jika ada yang melihat orang menimbun ataupun sengaja menjual kembali gas subsidi diatas HET tolong dilaporkan ke kami, tidak perlu takut, akan kami tindak tegas,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng. (agg/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 08:23

Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Istri

MUARATEBO  –   Masih ingat kasus yang menewaskan seorang perempuan, Sujiati (37) warga…

Jumat, 20 April 2018 08:21

Dua Penjahat Narkoba Dicokok

SANGATTA   -   Dua penjahat narkoba terpaksa ditangkap aparat kepolisian. …

Jumat, 20 April 2018 08:19

Kurir SS, Janda Divonis Lima Tahun

SURABAYA   -  Tertunduk manis. Begitulah ekspresi yang ditunjukkan oleh Dia Lidiawati,24,…

Jumat, 20 April 2018 08:18

Bermodal Dusta, Raup Puluhan Juta

BANJARMASIN  - Bermodalkan akal licik dan dusta,  Sabri (36) warga Jalan Kelayan A No 33 RT…

Kamis, 19 April 2018 08:26

PT WIN di Kutim Bermasalah dengan Buruhnya

SANGATTA  -   Sejumlah buruh PT Wira Inova Nusantara (WIN) yang tergabung di dalam Serikat…

Kamis, 19 April 2018 08:24

Dua Pelajar Diciduk Transaksi Sabu-Sabu

SURABAYA   -  Penasaran dengan sensasi menikmati sabu-sabu (SS), membuat dua pelajar…

Kamis, 19 April 2018 08:22

Bos Pabrik Miras Pembunuh 51 Orang Dibekuk

JAKARTA  —   Polda Jawa Barat yang bertekad untuk membongkar habis pabrik miras…

Rabu, 18 April 2018 08:38

Kecelakaan Karambol Terjadi

NGAWI  –  Kurun dua minggu ini, sudah dua insiden kecelakaan terjadi di Ngawi. Dimulai…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Sabu Senilai Rp7,5 Miliar Diamankan

PEKANBARU  -   Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau kembali berhasil…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Tiga Budak Sabu Digerebek di Kantor Ekspedisi

SURABAYA  -  Tiga budak sabu-sabu (SS) harus berurusan dengan Polsek Wiyung. Sebab, mereka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .