MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 14 April 2018 07:22
Trayek Angkot Bakal Dihapus

Antar Penumpang Sesuai Permintaan

REVITALISASI: Felix Iryanto dan Syafrin Liputon saat memberikan keterangan kepada pers.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Era teknologi yang berkembang pesat membuat berbagai bentuk usaha dan pelayanan ikut tergerus waktu dan kalah bersaing jika tak mampu menyesuaikan perkembangan. Contohnya, angkutan kota (angkot) yang kalah bersaing dengan angkutan berbasis online.

 Saat ini, kendaraan roda dua seakan mendapatkan karpet merah dari pemerintah untuk beralih sebagai angkutan masyarakat. Kelebihannya, kendaraan roda dua yang sering disebut ojek online (ojol) ini memanjakan penggunanya dengan tarif yang terbilang murah.

 Menyikapi permasalahan itu, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat BPTD Wilayah 17 Provinsi Kaltim dan Kaltara melaksanakan bimbingan teknis revitalisasi angkutan umum perkotaan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Jatra, Jumat (13/4). Giat ini membahas rencana angkutan perkotaan yang akan disulap untuk meningkatkan daya saing dan mutu pelayanan.

Kasubbid Angkutan Orang Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Syafrin Liputon mengatakan, konsep revitalisasi angkutan perkotaan ini sebagai perwujudan strategis Kementerian Perhubungan. Yang pola sebelumnya registrasinya berupa pembagian, namun tahun 2019 diubah dengan pemberian bantuan langsung berupa publik servis obligasi.

“Konsep ini, pemerintah dijadikan operator daerah dan angkutan menjadi operator yang statusnya akan kita tingkatkan dengan operator pengelolaan terhadap transportasi modern. Dengan pola ini, kita harapkan daya saing angkutan perkotaan di daerah itu menjadi meningkat,” kata Syafrin.

Rencana awal memang akan masuk di 33 provinsi, masing-masing provinsi dibagi untuk dua kota, yaitu kota besar dan kota sedang. Hal tersebut tergantung dari kriteria kota itu sendiri yang disusun oleh kepala balai nantinya.

 “Kalau di Kaltim itu di Samarinda dan Balikpapan. Nanti menyusul kota lainnya,” sebutnya.

Sistemnya dengan publik servis obligasi terhadap transportasi minibus yang sudah dibentuk badan usahanya. Badan usaha ini nanti yang akan menjadi channeling penerima dananya, kemudian akan berkontrak dengan operator eksisting di masing-masing kota.

“Jadi, masing-masing operator angkutan umun, contohnya PT Kanguru akan diberdayakan. Mereka harus revitalisasi angkutannya, armadanya diubah, kemudian dibeli layanan. Bagaimana layanan ini suspent, maka dalam konsep pembelian layanan dengan konsep kontrak multiyear,” terangnya.

Jadi, kontraknya tidak per tahun, dilihat usia teknis kendaraan tersebut. Rata-rata usia kendaraan 5-7 tahun, maka perusahaan angkutan itu kontrak 5-7 tahun. Kemudian akan dibayarkan per kilometernya layanan, sehingga dapat memberikan pelayanan secara baik. Sebab, selama ini operator angkutan tidak fokus dalam memberikan pelayanan, karena masih harus memikirkan bagaimana pendapatannya dan membayar cost serta lainnya. Dengan pola ini dibagi sesuai kewenangannya, pemerintah memikirkan operasional dan akan dibantu dengan subsidi.

 “Soal tarifnya itu menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai amanat undang-undang bahwa pemerintah wajib menyediakan angkutan umum, aman, nyaman, selamat, dan lainnya,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah 17 Provinsi Kaltim dan Kaltara, Felix Iryantomo mengatakan, angkutan bus ini seperti mati suri. Keadaannya semakin tergerus akibat angkutan online yang tengah naik daun. Felix berharap, angkutan umum ini dapat kembali eksis dan menekan angka kecelakaan. Dengan merevitalisasi angkutan umum diharapkan angkutan umum dapat berperan kembali, sedikit demi sedikit mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan, di samping itu penghematan energi.

“Sebagaimana kita tahu, energi kita semakin hari semakin sedikit. Dengan angkutan umum yang baik, pengguna angkutan pribadi berkurang,” jelasnya. 

Sementara itu, Akademisi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Jakarta, Elly Adriani Sinaga pun mengatakan demikian. Kota di Kalimantan sejatinya memiliki potensi untuk peningkatan kualitas transportasi. Dengan revitalisasi angkutan umum, nantinya warga tak perlu repot-repot lagi menunggu angkot dan harus jauh-jauh berjalan kaki.

 “Jadi, seperti motor, termasuk Go-Jek itu harus kita ganti yang lebih humanis lah. Angkutan harusnya trayek pertama itu angkutan massal disambung dengan angkutan transit kayak angkot itu dibikin jadi satu, jadi jangan sepotong-potong. Orang susah kalau naik angkot sepotong-sepotong. Nggak nunggu lama, nggak jalan jauh. Jangan dibiarkan kota itu sudah kadung rusak tapi baru mau ditata, jadi harus dipikirkan dari sekarang. Kepala daerahnya punya peran di situ,” tukasnya. (yad/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:32

IRT Beserta Jaringan Pengedar Sabu Diciduk

BALIKPAPAN   -  Seorang ibu mestinya menjadi panutan bagi anak-anaknya.…

Selasa, 15 Januari 2019 08:27

Bermodal Tangan Kosong, Tangkap Piton 3,5 Meter

HATI-HATI.  Belakangan ini banyak ular berkeliaran. Masyarakat sebaiknya sering memeriksa…

Selasa, 15 Januari 2019 08:25

Ngga Bisa Ugal-Ugalan Lagi, Polisi Bakal Pakai Ini..

BALIKPAPAN  - Tak lama lagi, Satlantas Polres Balikpapan akan menggunakan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:24

Arena Judi Sabung Ayam Sudah Sepi

BALIKPAPAN  -  Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sabhara Polres Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:22

Pasukan URC Tangkap Dua Pria

BALIKPAPAN  -   Tim Unit Reaksi Cepat (URC) terus meningkatkan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:19

Ada Apa Ini? Aparat Bhabinkamtibmas Sambangi Rumah Warga

BALIKPAPAN  -  Jajaran Direktorat Bina Masyarakat (Binmas) Polda Kaltim memberi…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Cuaca Buruk, Dua Maskapai Batal Mendarat di APT Pranoto

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk yang terjadi di beberapa bagian…

Senin, 14 Januari 2019 08:51

Hore! Harga Tiket Pesawat Bakal Turun

JAKARTA   -  Tarif pesawat yang melambung, satu per satu…

Senin, 14 Januari 2019 08:50

Ular Tiga Meter Lolos dari Kepungan BPBK

BALIKPAPAN  -  Yani (57) beserta keluarganya tak nyenyak tidur dan…

Senin, 14 Januari 2019 08:47

Tas Jemaah Masjid Al Fajar Diembat

BALIKPAPAN  -   Dipasangi closed circuit television (CCTV) sekalipun tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*