MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Minggu, 15 April 2018 08:18
Teluk Balikpapan Tercemar, Bagaimana Terumbu Karang..??

Penyelam Menyisir Kedalaman Laut di Sejumlah Titik

TIDAK RUSAK: POSSI Kaltim yang melakukan penyelaman memastikan terumbu karang di Teluk Balikpapan masih terbilang aman. (POSSI KALTIM UNTUK BALPOS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pasca insiden tumpahan minyak yang mengakibatkan kebakaran dan pencemaran di Teluk Balikpapan, komunitas selam Kaltim mengaku prihatin. Mereka pun khawatir, terumbu karang Teluk Balikpapan juga terkena dampak.

Sejumlah penyelam yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim melakukan penyelaman untuk mengecek kondisi terumbu karang, kemarin (14/4).

Sebanyak 10 orang penyelam, termasuk istri kapolres Balikpapan dan kapolres Penajam Paser Utara, turun ke dalam laut untuk memastikan terumbu karang dalam kondisi baik.

Berangkat melalui Pelabuhan Semayang didampingi anggota TNI AL dan Polairud, bersama-sama menuju titik pertama di Tanjung Jumlai. Dibutuhkan setidaknya 40 menit dari pelabuhan menuju titik pertama yang jaraknya 7,5 mil dari pesisir pantai.

Di titik kedua, tak jauh dari lokasi tumpahan minyak, para penyelam kembali mengecek kondisi terumbu karang dan hasilnya dalam keadaan baik.

“Setelah kawan-kawan kami dari POSSI melakukan penyelaman di Tanjung Jumlai, ternyata akibat tumpahan minyak di Balikpapan ini hasilnya tidak ada terjadi dampak terhadap terumbu karang itu. Hanya perlu kita awasi terumbu karang ini lagi, karena hasil penyelaman itu ada bekas-bekas trawl yang mematikan terumbu karang,” kata Ketua POSSI Kaltim, Hatta Zainal, kemarin (14/4).

Ketika mendengar insiden tumpahan minyak tersebut, Hatta merasa khawatir. Dia pun langsung menggelar rapat bersama anggotanya, merencanakan penyelaman guna memastikan kondisi terumbu karang.

Sebab, bagi mereka, terumbu karang merupakan keindahan alam dan mampu menjaga stabilitas produktivitas ikan.

“Ya, jelas. Kami setelah terjadi itu, kami rapat di Samarinda membahas itu. Dan hari ini kami baru bisa turun untuk menyelam, memastikan apakah ada dampaknya. Ternyata tidak ada berdampak terhadap terumbu karang di bawah. Mungkin sifat minyak yang terapung sehingga tidak sampai ke bawah. Seandainya terjadinya penurunan surut air sampai ke terumbu karang, bisa terjadi itu,” terangnya.

Penyelaman kali ini memang baru dilakukan di dua titik. Namun, pihaknya berencana untuk mengecek titik lainnya guna memastikan kondisi terumbu karang.

“Banyak saya kira. Kemungkinan saja bisa, tapi kita belum bisa lihat. Karena ini urusannya di dalam air, jadi harus menyelam, tidak bisa melihat secara kasatmata. Saya kita pasti akan lakukan di titik-titik lain,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Mulawarman, Muchlis Efendi mengaku bahwa kondisi terumbu karang di Teluk Balikpapan merupakan kawasan yang akan dijadikan kawasan konservasi perairan.

“Hasil tadi memang tidak ada terdampak karena memang minyak itu ‘kan ngapung ya. Tapi secara teori 48 jam lewat, kemungkinan ada tenggelam. Tapi saat ini sebaran minyak ini tidak mengarah ke selatan. Dia ke arah utara, jadi tidak terdampak untuk kasus tumpahan minyak kemarin,” jelasnya.

Dia bersama teman-teman penyelam pun mengaku sibuk dan fokys terhadap terumbu karang di Teluk Balikpapan. Wajar saja, perairan yang luasnya hampir 345 hektare ini diisi oleh terumbu karang. Sehingga pihaknya khawatir kalau tumpahan minyak tersebut merusak semua terumbu karang yang ada.

“Sebetulnya sangat waswas ya, apalagi saya pas mau ke Balikpapan. Yang saya pikir dan teman-teman ini adalah kena nggak terumbu karangnya, terdampak nggak terumbu karangnya. Itu yang kami pikirkan pertama kali. Alhamdulillah, tidak ada dampaknya. Bahkan, ibu-ibu dari Polri tadi juga ikut turun nyelam dan memastikan bahwa ternyata tidak apa-apa. Visibility atau jarak pandang juga masih normal, yaitu sekitar 10 meter di depan masih bisa kita lihat,” pungkasnya. (yad/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 08:28

MEGAPROYEK

JALAN tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer akan beroperasi tahun ini.…

Minggu, 20 Januari 2019 08:22

BBPOM Diminta Awasi Ketat Obat dan Makanan

SAMARINDA - Gubernur Isran Noor meminta Balai Besar Pengawasan Obat…

Minggu, 20 Januari 2019 08:20

Debat Bisa Naikkan 10 Persen Elektabilitas

BALIKPAPAN - Debat Pilpres 2019 tahap pertama telah digelar KPU…

Minggu, 20 Januari 2019 08:14

PDAM Tuntaskan Verifikasi 1.000 Calon Pelanggan MBR 2019

BALIKPAPAN - PDAM Balikpapan telah menuntaskan pendataan ulang dan verifikasi…

Minggu, 20 Januari 2019 08:10

Pemprov Kembangkan Tanaman Sukun

BALIKPAPAN - Sejumlah lahan di wilayah Kalimantan Timur cukup produktif…

Minggu, 20 Januari 2019 08:07

“Politik Ekonomi Islam, Solusi Hakiki Persoalan Elpiji”

Oleh: Fani Ratu Rahmani (Penggiat Media Sosial Balikpapan) PERSOALAN elpiji…

Minggu, 20 Januari 2019 08:04

HUT Kota, Gelar Samarinda Smart City Festival

SAMARINDA - Usai perayaan HUT ke-62 Provinsi Kaltim pada 9…

Minggu, 20 Januari 2019 08:03

Terganggu, Penonton Main Ponsel

DEBAT pertama Pilpres 2019 dirusak beberapa orang yang asyik bermain…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:00

BERPOTENSI GENJOT PAD

 Pemerintah Kota Balikpapan akan mengoperasikan kembali eks Pelabuhan Feri Somber…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:59

Perusakan APK Caleg Mulai Marak

BALIKPAPAN  -  Perusakan alat peraga kampanye (APK) calon anggota legislatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*