MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Minggu, 15 April 2018 08:18
Teluk Balikpapan Tercemar, Bagaimana Terumbu Karang..??

Penyelam Menyisir Kedalaman Laut di Sejumlah Titik

TIDAK RUSAK: POSSI Kaltim yang melakukan penyelaman memastikan terumbu karang di Teluk Balikpapan masih terbilang aman. (POSSI KALTIM UNTUK BALPOS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pasca insiden tumpahan minyak yang mengakibatkan kebakaran dan pencemaran di Teluk Balikpapan, komunitas selam Kaltim mengaku prihatin. Mereka pun khawatir, terumbu karang Teluk Balikpapan juga terkena dampak.

Sejumlah penyelam yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim melakukan penyelaman untuk mengecek kondisi terumbu karang, kemarin (14/4).

Sebanyak 10 orang penyelam, termasuk istri kapolres Balikpapan dan kapolres Penajam Paser Utara, turun ke dalam laut untuk memastikan terumbu karang dalam kondisi baik.

Berangkat melalui Pelabuhan Semayang didampingi anggota TNI AL dan Polairud, bersama-sama menuju titik pertama di Tanjung Jumlai. Dibutuhkan setidaknya 40 menit dari pelabuhan menuju titik pertama yang jaraknya 7,5 mil dari pesisir pantai.

Di titik kedua, tak jauh dari lokasi tumpahan minyak, para penyelam kembali mengecek kondisi terumbu karang dan hasilnya dalam keadaan baik.

“Setelah kawan-kawan kami dari POSSI melakukan penyelaman di Tanjung Jumlai, ternyata akibat tumpahan minyak di Balikpapan ini hasilnya tidak ada terjadi dampak terhadap terumbu karang itu. Hanya perlu kita awasi terumbu karang ini lagi, karena hasil penyelaman itu ada bekas-bekas trawl yang mematikan terumbu karang,” kata Ketua POSSI Kaltim, Hatta Zainal, kemarin (14/4).

Ketika mendengar insiden tumpahan minyak tersebut, Hatta merasa khawatir. Dia pun langsung menggelar rapat bersama anggotanya, merencanakan penyelaman guna memastikan kondisi terumbu karang.

Sebab, bagi mereka, terumbu karang merupakan keindahan alam dan mampu menjaga stabilitas produktivitas ikan.

“Ya, jelas. Kami setelah terjadi itu, kami rapat di Samarinda membahas itu. Dan hari ini kami baru bisa turun untuk menyelam, memastikan apakah ada dampaknya. Ternyata tidak ada berdampak terhadap terumbu karang di bawah. Mungkin sifat minyak yang terapung sehingga tidak sampai ke bawah. Seandainya terjadinya penurunan surut air sampai ke terumbu karang, bisa terjadi itu,” terangnya.

Penyelaman kali ini memang baru dilakukan di dua titik. Namun, pihaknya berencana untuk mengecek titik lainnya guna memastikan kondisi terumbu karang.

“Banyak saya kira. Kemungkinan saja bisa, tapi kita belum bisa lihat. Karena ini urusannya di dalam air, jadi harus menyelam, tidak bisa melihat secara kasatmata. Saya kita pasti akan lakukan di titik-titik lain,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Mulawarman, Muchlis Efendi mengaku bahwa kondisi terumbu karang di Teluk Balikpapan merupakan kawasan yang akan dijadikan kawasan konservasi perairan.

“Hasil tadi memang tidak ada terdampak karena memang minyak itu ‘kan ngapung ya. Tapi secara teori 48 jam lewat, kemungkinan ada tenggelam. Tapi saat ini sebaran minyak ini tidak mengarah ke selatan. Dia ke arah utara, jadi tidak terdampak untuk kasus tumpahan minyak kemarin,” jelasnya.

Dia bersama teman-teman penyelam pun mengaku sibuk dan fokys terhadap terumbu karang di Teluk Balikpapan. Wajar saja, perairan yang luasnya hampir 345 hektare ini diisi oleh terumbu karang. Sehingga pihaknya khawatir kalau tumpahan minyak tersebut merusak semua terumbu karang yang ada.

“Sebetulnya sangat waswas ya, apalagi saya pas mau ke Balikpapan. Yang saya pikir dan teman-teman ini adalah kena nggak terumbu karangnya, terdampak nggak terumbu karangnya. Itu yang kami pikirkan pertama kali. Alhamdulillah, tidak ada dampaknya. Bahkan, ibu-ibu dari Polri tadi juga ikut turun nyelam dan memastikan bahwa ternyata tidak apa-apa. Visibility atau jarak pandang juga masih normal, yaitu sekitar 10 meter di depan masih bisa kita lihat,” pungkasnya. (yad/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 08:35

MULUS

Fasilitas objek wisata Pantai Manggar Segara Sari terus dibenahi pemerintah kota, salah satunya akses…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:34

Waspada Kasus DBD, Dua Warga Meninggal

BALIKPAPAN  -  Cuaca yang tidak menentu belakangan ini patut diwaspadai. Pasalnya, ini bisa…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:33

Jangan Jual Karet ke Tengkulak

SAMARINDA  -  Gubernur Isran Noor meminta petani karet di Kaltim untuk tidak menjual hasil…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:33

Balikpapan dan PPU Kandidat Camat Terbaik

SAMARINDA  -  Memperingati HUT ke-62 Provinsi Kaltim 2019, Biro Pemerintahan Setprov Kaltim…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:32

Akhir Oktober, Waspada Banjir dan Longsor

BALIKPAPAN  -  Hujan yang belakangan ini mengguyur Kota Balikpapan membuat Badan Penanggulangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:31

Empat Hari SiJempol di Balikpapan Timur

BALIKPAPAN  -  Pelayanan SiJempol dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPT)…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:31

Evaluasi Sertifikasi Tanah lewat Program PTSL

Rombongan Komisi II DPR RI yang membidangi dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu melakukan kunjungan…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:42

Dewan Bantah APBD-P 2018 Ditolak Gubernur

BALIKPAPAN  -  DPRD dan Pemkot Balikpapan secara intensif melakukan komunikasi dengan gubernur…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:40

Perluasan Waduk Wonorejo Digelontor Rp 4 Miliar

BALIKPAPAN  -  Pemkot Balikpapan terus melakukan upaya untuk meminimalisasi terjadinya banjir.…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:38

Pelaku LGBT Sulit Dideteksi

BALIKPAPAN  -  Isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sedang marak di Kota Beriman.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .