MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 08:55
Laut Balikpapan Tercemar, Nelayan Beralih Pekerjaan

Warga Sempat Alami Sesak Napas

PENDAPATAN BERKURANG: Baco, nelayan dengan lima anak yang memilih menambatkan perahunya akibat sulitnya menangkap ikan di perairan yang masih beraroma minyak. (ATO/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kebakaran hebat di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu akibat tumpahan minyak mentah (crude oil) Pertamina dan menewaskan lima orang, masih menyisakan dampak. Kendati kondisi perairan berangsur bersih, namun dampak sosial dan kerusakan lingkungan sungguh merugikan masyarakat. Di Perkampungan Atas Air misalkan, sudah tiga hari ini warga melakukan pencabutan terhadap pohon bakau yang mati akibat tercemar minyak mentah. Total kawasan konservasi yang tercemar mencapai 11 hektare.

“Pihak pertamina berjanji akan mengganti rugi,” ujar Hasanuddin, petugas mangrove dari Dinas Lingkungan Hidup, kemarin (14/4).

Penggantian bibit bakau yang mati, kata petugas tadi, tidak secara langsung menyelesaikan masalah. Pasalnya untuk menanam, merawat, hingga akhirnya mangrove tumbuh besar membuat Kampung Atas Air kembali hijau butuh waktu lama, yakni 13 tahun. “Mau diapakan lagi, yang penting dirawat saja,” kata Hasanuddin.

Sebelum mencabut mangrove yang mati, pertama kali yang dilakukan petugas mengecek kemudian mengambil bakau. Awalnya pencabutan itu dilakukan secara manual karena warga tidak mengetahui dampak bahayanya. Ternyata, tumpahan crude oil itu tergolong limbah bahan berbahaya beracun (B3).

“Awalnya ada yang kena sesak napas, untung sekarang sudah dikasih peralatan lengkap sama Pertamina. Sebelumnya, warga berkata tidak ada pemberitahuan sehingga menggunakan alat seadanya,” ujarnya.

Sementara dampak sosial dirasakan warga yang bekerja sebagai nelayan. Mereka memilih tak melaut karena khawatir usahanya akan sia-sia akibat minimnya hasil tangkapan. Seorang nelayan bernama Baco (52), warga RT 12, Nomor 41, Kelurahan Baru Tengah, mengungkapkan kondisi air kurang bagus dan masih tercium bau minyak sehingga hasil tangkapan ikan pasti akan nihil.

“Sebelum ada kejadian ini (pencemaran, Red), biasanya ramai aja. Sehari bisa dapat ikan dua kilogram, kalau dijual harganya Rp 60 ribu. Sekarang malas ke laut,” tutur Baco.

Pria yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai nelayan menyesalkan pencemaran akibat patahnya pipa distribusi minyak Pertamina. Dia berharap Pertamina terus melakukan upaya pembersihan agar laut tidak lagi tercemar. “Kalau begini, kayak apa kami makan. Pokoknya harus dituntaskan,” tegas dia.

Untuk mencukupi kebutuhan lima anaknya, Baco mengandalkan hidup dari berjualan di depan rumah serta menghabiskan waktu untuk berkebun di lahan miliknya di Km 13. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 09:19

Jangan Jual Kosmetik Ilegal, Kalau Ngga Mau Dipenjara Segini Lamanya...

BALIKPAPAN - Para penjual kosmetik ilegal yang berhasil dibongkar jajaran…

Minggu, 20 Januari 2019 09:16

Anak Sakit, Tiga Tersangka Kosmetik Ilegal Tak Ditahan

BALIKPAPAN - Meski kasusnya terus bergulir di Polres Balikpapan, rupanya…

Minggu, 20 Januari 2019 09:11

Puluhan Barang Bukti Belum Ditemukan

BALIKPAPAN - Jajaran Polres Balikpapan berhasil mengungkap jaringan pencurian motor…

Minggu, 20 Januari 2019 09:08

Awas! Akun Driver Go-Jek Dijual

BALIKPAPAN - Saat ini tercatat ada sekira 15 ribu armada…

Minggu, 20 Januari 2019 09:04

WASPADA..!! Di Kawasan Ini Terkenal Jalur Tengkorak

BALIKPAPAN - Jalan Projakal dan Sultan Hasanudin atau lebih dikenal…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:53

FIX..!! Produk Kosmetik Itu Mengandung Bahan Berbahaya

BALIKPAPAN   -   Ratusan kosmetik ilegal yang disita dari ketiga…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:51

Kantor Kejaksaan Negeri Membara

BALIKPAPAN  -  Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi di depan Kantor…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:50

Kembangkan Curanmor, Tangkap Pengguna Sabu

BALIKPAPAN   -  Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:47

Perbatasan Kalimantan Rawan, Ini yang Disiapkan Kodam VI/Mlw

BANJARMASIN   -  Panglima Kodam VI Mulawarman (Mlw), Mayjen TNI…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:45

Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Kakek Mudori Bakal Di-SP3

BALIKPAPAN  -  Kepolisian Balikpapan akan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*