MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 08:55
Laut Balikpapan Tercemar, Nelayan Beralih Pekerjaan

Warga Sempat Alami Sesak Napas

PENDAPATAN BERKURANG: Baco, nelayan dengan lima anak yang memilih menambatkan perahunya akibat sulitnya menangkap ikan di perairan yang masih beraroma minyak. (ATO/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kebakaran hebat di perairan Teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu akibat tumpahan minyak mentah (crude oil) Pertamina dan menewaskan lima orang, masih menyisakan dampak. Kendati kondisi perairan berangsur bersih, namun dampak sosial dan kerusakan lingkungan sungguh merugikan masyarakat. Di Perkampungan Atas Air misalkan, sudah tiga hari ini warga melakukan pencabutan terhadap pohon bakau yang mati akibat tercemar minyak mentah. Total kawasan konservasi yang tercemar mencapai 11 hektare.

“Pihak pertamina berjanji akan mengganti rugi,” ujar Hasanuddin, petugas mangrove dari Dinas Lingkungan Hidup, kemarin (14/4).

Penggantian bibit bakau yang mati, kata petugas tadi, tidak secara langsung menyelesaikan masalah. Pasalnya untuk menanam, merawat, hingga akhirnya mangrove tumbuh besar membuat Kampung Atas Air kembali hijau butuh waktu lama, yakni 13 tahun. “Mau diapakan lagi, yang penting dirawat saja,” kata Hasanuddin.

Sebelum mencabut mangrove yang mati, pertama kali yang dilakukan petugas mengecek kemudian mengambil bakau. Awalnya pencabutan itu dilakukan secara manual karena warga tidak mengetahui dampak bahayanya. Ternyata, tumpahan crude oil itu tergolong limbah bahan berbahaya beracun (B3).

“Awalnya ada yang kena sesak napas, untung sekarang sudah dikasih peralatan lengkap sama Pertamina. Sebelumnya, warga berkata tidak ada pemberitahuan sehingga menggunakan alat seadanya,” ujarnya.

Sementara dampak sosial dirasakan warga yang bekerja sebagai nelayan. Mereka memilih tak melaut karena khawatir usahanya akan sia-sia akibat minimnya hasil tangkapan. Seorang nelayan bernama Baco (52), warga RT 12, Nomor 41, Kelurahan Baru Tengah, mengungkapkan kondisi air kurang bagus dan masih tercium bau minyak sehingga hasil tangkapan ikan pasti akan nihil.

“Sebelum ada kejadian ini (pencemaran, Red), biasanya ramai aja. Sehari bisa dapat ikan dua kilogram, kalau dijual harganya Rp 60 ribu. Sekarang malas ke laut,” tutur Baco.

Pria yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai nelayan menyesalkan pencemaran akibat patahnya pipa distribusi minyak Pertamina. Dia berharap Pertamina terus melakukan upaya pembersihan agar laut tidak lagi tercemar. “Kalau begini, kayak apa kami makan. Pokoknya harus dituntaskan,” tegas dia.

Untuk mencukupi kebutuhan lima anaknya, Baco mengandalkan hidup dari berjualan di depan rumah serta menghabiskan waktu untuk berkebun di lahan miliknya di Km 13. (ham/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 08:27

MANTAP..!! Pemkot Segera Terbitkan Perwali LGBT, Apa Isinya?

BALIKPAPAN  -  Setelah mendapat sorotan terkait isu perkumpulan kaum lesbi, gay, biseks, dan…

Senin, 15 Oktober 2018 08:19

RASAKAN..!! Kaum Sodom Balikpapan Diperiksa Polres

BALIKPAPAN  –  Polres Balikpapan bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan gay yang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Sudah 28 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Komitmen Pemkot Dipertanyakan

BALIKPAPAN  - Kejahatan kekerasan seksual terhadap anak semakin menghantui Kota Beriman. Data Unit…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Dewan Serius Godok Perda LGBT

BALIKPAPAN -  Wakil rakyat yang duduk di legislatif kini tengah serius berupaya menangkal ancaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

Sistem Aduan Dipertanyakan

BALIKPAPAN  -  Praktisi Hukum Balikpapan, Rio Ridhayon mengeluhkan mekanisme pengaduan di…

Senin, 15 Oktober 2018 08:15

Berharap PR Polres Segera Tuntas Tas…Tas

BALIKPAPAN  -  Kinerja kepolisian khususnya wilayah Polres Balikpapan sejauh ini memang terbilang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:14

Rem Blong, Truk Bermuatan Cat Hantam Inova

BALIKPAPAN  -  Kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di tanjakan menuju…

Senin, 15 Oktober 2018 08:11

Ular Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusurisawah mencari mangsa. Pada suatu hari, kedua ular tadi sedang asyik menelusuri…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Sebagian Korban Bencana Sulteng Sulit Diidentifikasi

JAKARTA  — Upaya identifikasi korban gempa dan tsunami Palu masih terus dilakukan. Dari sekitar…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:17

MUI Gali Fakta LGBT, Pemkot Didesak Sediakan Rehabilitasi

BALIKPAPAN - Isu komunitas lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merebak di Kota Beriman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .