MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 09:00
WADUH..!! Kebocoran Pipa Minyak Itu Diduga dari Pipa Ilegal
Bambang Haryo

PROKAL.CO, KASUS tumpahan minyak akibat pipa minyak bawah laut milik Pertamina yang mengalami kebocoran di perairan Teluk Balikpapan beberapa waktu lalu, diduga sebagai pipa ilegal.

Sebab, berdasarkan peraturan yang berlaku, pipa-pipa seharusnya ditanam di bawah seabed atau dasar permukaan laut yang paling keras. Hal itu ditegaskan anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.

“Mengingat, perairan itu adalah alur laut bagi kapal-kapal internasional sesuai UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran serta PP Nomor 48 Tahun 2010 tentang Alur Laut, maka pipa minyak Pertamina itu seharusnya ditanam sedalam empat sampai lima meter di bawah seabed. Dengan demikian, jangkar kapal tidak bisa mencapai posisi tersebut,” ujar Bambang Haryo, Sabtu (14/4).

 Bambang menyampaikan, beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar tentang adanya penyelundupan minyak Pertamina. Penyelundupan itu dilakukan melalui pipa bawah laut, kemudian dibawa ke kapal tanker. Dalam kabar yang dia terima itu, disebutkan bahwa yang menjadi kapten kapal tanker itu adalah mantan kapten kapal Pertamina sendiri.

“Dahulu pernah ada kasus pipa abal-abal yang digunakan untuk mencuri minyak Pertamina, yakni pencurian dengan modus illegal tapping atau pencurian minyak dengan cara melubangi pipa penyaluran pusat atau penyaluran utama dari Pertamina,” paparnya.

Politikus Partai Gerindra itu menduga, ada kemungkinan terjadi illegal tapping pada kejadian bocornya pipa minyak bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan. Sebab, menurutnya, pipa-pipa yang bocor tersebut tidak dalam posisi ditanam di bawah seabed.

Sementara menurut aturan internasional, kalau pipa yang legal pasti akan ditanam di bawah seabed. Bambang juga meragukan pernyataan bahwa pipa yang bocor itu akibat terkena jangkar kapal. Sebab, kalau pipa itu legal dan ditanam di bawah seabed, maka jangkar tidak bisa mengenai pipa. Kecuali kalau diameter ukuran pipanya kecil.

“Kalau pipa berdiameter besar tidak mungkin akan terkait oleh jangkar. Dan area tempat terjadinya kebocoran di Teluk Balikpapan itu juga bukan area lego jangkar,” tutur Bambang.

Politikus dapil Jawa Timur itu menegaskan, bila Pertamina mengatakan itu adalah pipa legal, maka Pertamina harus bertanggung jawab terhadap hal itu. Sebab dengan tidak ditanamnya pipa tersebut, ada sanksi yang bisa diterapkan. Dalam kasus tersebut, Bambang melihat lambatnya proses penanganan pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah.

“Tumpahan minyak di laut sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hebat yang meluas. Nah, sesuai undang-undang yang disebutkan di atas, maka harus segera diisolasi dengan menggunakan oil boom. Sanksi bagi Pertamina terkait peristiwa ini harus tegas, karena sudah menyebabkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan korban jiwa,” tegas dia.

Tak main-main, bila mengacu pasal 99 di UU Nomor 32 Tahun 2009, perbuatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

“Sedangkan apabila mengakibatkan orang mati, hukumannya pidana penjara paling singkat tiga tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 9 miliar. Dengan demikian, direksi Pertamina harus bertanggung jawab,” pungkasnya. (rus/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 09:33

Polres Bidik Reseller Kosmetik Ilegal

BALIKPAPAN - Polres Balikpapan mengingatkan seluruh masyarakat yang masih menggunakan…

Minggu, 20 Januari 2019 09:19

Jangan Jual Kosmetik Ilegal, Kalau Ngga Mau Dipenjara Segini Lamanya...

BALIKPAPAN - Para penjual kosmetik ilegal yang berhasil dibongkar jajaran…

Minggu, 20 Januari 2019 09:16

Anak Sakit, Tiga Tersangka Kosmetik Ilegal Tak Ditahan

BALIKPAPAN - Meski kasusnya terus bergulir di Polres Balikpapan, rupanya…

Minggu, 20 Januari 2019 09:11

Puluhan Barang Bukti Belum Ditemukan

BALIKPAPAN - Jajaran Polres Balikpapan berhasil mengungkap jaringan pencurian motor…

Minggu, 20 Januari 2019 09:08

Awas! Akun Driver Go-Jek Dijual

BALIKPAPAN - Saat ini tercatat ada sekira 15 ribu armada…

Minggu, 20 Januari 2019 09:04

WASPADA..!! Di Kawasan Ini Terkenal Jalur Tengkorak

BALIKPAPAN - Jalan Projakal dan Sultan Hasanudin atau lebih dikenal…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:53

FIX..!! Produk Kosmetik Itu Mengandung Bahan Berbahaya

BALIKPAPAN   -   Ratusan kosmetik ilegal yang disita dari ketiga…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:51

Kantor Kejaksaan Negeri Membara

BALIKPAPAN  -  Kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi di depan Kantor…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:50

Kembangkan Curanmor, Tangkap Pengguna Sabu

BALIKPAPAN   -  Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:47

Perbatasan Kalimantan Rawan, Ini yang Disiapkan Kodam VI/Mlw

BANJARMASIN   -  Panglima Kodam VI Mulawarman (Mlw), Mayjen TNI…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*