MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 09:00
WADUH..!! Kebocoran Pipa Minyak Itu Diduga dari Pipa Ilegal
Bambang Haryo

PROKAL.CO, KASUS tumpahan minyak akibat pipa minyak bawah laut milik Pertamina yang mengalami kebocoran di perairan Teluk Balikpapan beberapa waktu lalu, diduga sebagai pipa ilegal.

Sebab, berdasarkan peraturan yang berlaku, pipa-pipa seharusnya ditanam di bawah seabed atau dasar permukaan laut yang paling keras. Hal itu ditegaskan anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono.

“Mengingat, perairan itu adalah alur laut bagi kapal-kapal internasional sesuai UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran serta PP Nomor 48 Tahun 2010 tentang Alur Laut, maka pipa minyak Pertamina itu seharusnya ditanam sedalam empat sampai lima meter di bawah seabed. Dengan demikian, jangkar kapal tidak bisa mencapai posisi tersebut,” ujar Bambang Haryo, Sabtu (14/4).

 Bambang menyampaikan, beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar tentang adanya penyelundupan minyak Pertamina. Penyelundupan itu dilakukan melalui pipa bawah laut, kemudian dibawa ke kapal tanker. Dalam kabar yang dia terima itu, disebutkan bahwa yang menjadi kapten kapal tanker itu adalah mantan kapten kapal Pertamina sendiri.

“Dahulu pernah ada kasus pipa abal-abal yang digunakan untuk mencuri minyak Pertamina, yakni pencurian dengan modus illegal tapping atau pencurian minyak dengan cara melubangi pipa penyaluran pusat atau penyaluran utama dari Pertamina,” paparnya.

Politikus Partai Gerindra itu menduga, ada kemungkinan terjadi illegal tapping pada kejadian bocornya pipa minyak bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan. Sebab, menurutnya, pipa-pipa yang bocor tersebut tidak dalam posisi ditanam di bawah seabed.

Sementara menurut aturan internasional, kalau pipa yang legal pasti akan ditanam di bawah seabed. Bambang juga meragukan pernyataan bahwa pipa yang bocor itu akibat terkena jangkar kapal. Sebab, kalau pipa itu legal dan ditanam di bawah seabed, maka jangkar tidak bisa mengenai pipa. Kecuali kalau diameter ukuran pipanya kecil.

“Kalau pipa berdiameter besar tidak mungkin akan terkait oleh jangkar. Dan area tempat terjadinya kebocoran di Teluk Balikpapan itu juga bukan area lego jangkar,” tutur Bambang.

Politikus dapil Jawa Timur itu menegaskan, bila Pertamina mengatakan itu adalah pipa legal, maka Pertamina harus bertanggung jawab terhadap hal itu. Sebab dengan tidak ditanamnya pipa tersebut, ada sanksi yang bisa diterapkan. Dalam kasus tersebut, Bambang melihat lambatnya proses penanganan pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah.

“Tumpahan minyak di laut sangat berbahaya, karena bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hebat yang meluas. Nah, sesuai undang-undang yang disebutkan di atas, maka harus segera diisolasi dengan menggunakan oil boom. Sanksi bagi Pertamina terkait peristiwa ini harus tegas, karena sudah menyebabkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan korban jiwa,” tegas dia.

Tak main-main, bila mengacu pasal 99 di UU Nomor 32 Tahun 2009, perbuatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup, hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

“Sedangkan apabila mengakibatkan orang mati, hukumannya pidana penjara paling singkat tiga tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 9 miliar. Dengan demikian, direksi Pertamina harus bertanggung jawab,” pungkasnya. (rus/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 08:27

MANTAP..!! Pemkot Segera Terbitkan Perwali LGBT, Apa Isinya?

BALIKPAPAN  -  Setelah mendapat sorotan terkait isu perkumpulan kaum lesbi, gay, biseks, dan…

Senin, 15 Oktober 2018 08:19

RASAKAN..!! Kaum Sodom Balikpapan Diperiksa Polres

BALIKPAPAN  –  Polres Balikpapan bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan gay yang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Sudah 28 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Komitmen Pemkot Dipertanyakan

BALIKPAPAN  - Kejahatan kekerasan seksual terhadap anak semakin menghantui Kota Beriman. Data Unit…

Senin, 15 Oktober 2018 08:17

Dewan Serius Godok Perda LGBT

BALIKPAPAN -  Wakil rakyat yang duduk di legislatif kini tengah serius berupaya menangkal ancaman…

Senin, 15 Oktober 2018 08:16

Sistem Aduan Dipertanyakan

BALIKPAPAN  -  Praktisi Hukum Balikpapan, Rio Ridhayon mengeluhkan mekanisme pengaduan di…

Senin, 15 Oktober 2018 08:15

Berharap PR Polres Segera Tuntas Tas…Tas

BALIKPAPAN  -  Kinerja kepolisian khususnya wilayah Polres Balikpapan sejauh ini memang terbilang…

Senin, 15 Oktober 2018 08:14

Rem Blong, Truk Bermuatan Cat Hantam Inova

BALIKPAPAN  -  Kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di tanjakan menuju…

Senin, 15 Oktober 2018 08:11

Ular Berbisa

Dua ekor ular sedang menelusurisawah mencari mangsa. Pada suatu hari, kedua ular tadi sedang asyik menelusuri…

Senin, 15 Oktober 2018 08:10

Sebagian Korban Bencana Sulteng Sulit Diidentifikasi

JAKARTA  — Upaya identifikasi korban gempa dan tsunami Palu masih terus dilakukan. Dari sekitar…

Minggu, 14 Oktober 2018 09:17

MUI Gali Fakta LGBT, Pemkot Didesak Sediakan Rehabilitasi

BALIKPAPAN - Isu komunitas lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang merebak di Kota Beriman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .