MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POLITIK

Senin, 16 April 2018 07:52
Pelanggaran Pilkada Masih Banyak

Mulai Penanyangan Iklan hingga Perusakan Algaka

PROKAL.CO, BANJARMASIN  –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel mencatat, pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah di empat kabupaten masih marak. Dari penayangan iklan hingga perusakan alat peraga kampanye (APK). Untungnya, pelanggaran-pelangaran yang ada belum sampai dibahas di Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu).

Anggota Komisioner Bawaslu Kalsel Aries Mardiono menuturkan, selain dua kasus itu ada pula laporan yang mereka terima soal dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada. Dugaan keterlibatan ASN itu ungkapnya ada di Pilkada Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tanah Laut.

Untuk kasus di HSS beber Aries, ada dugaan keterlibatan salah satu istri pasangan calon yang berstatus ASN namun, melibatkan diri dalam mengampanyekan sang suami. “Ini jelas dilarang. Nyata-nyata aturan ASN harus netral,” beber Aries kemarin.

Sementara, kasus dugaan keterlibatan ASN di Kabupaten Tala terangnya adanya beredar foto-foto di media sosial yang mendukung salah satu pasangan calon. “Kasus dugaan dua daerah ini masih kami tunggu laporang lengkapnya. Kami masih menunggu laporannya. Saat ini syarat formil belum lengkap,” katanya.

Kasus lain yang menjadi perhatian pihaknya adalah, adanya sempat diputar iklan dua pasangan calon di salah satu radio di saat tak ada jadwal kampanye iklan. Ini terjadi di Pilkada Kabupaten Tabalong. Setelah di klarifikasi pihaknya, ternyata dua pasangan calon tersebut mengaku tak mengetahui iklan itu tak diberhentikan oleh radio. “Mereka (Paslon) tak mengetahui diputar iklannya di radio. Iklan tersebut pun dipasang oleh pendukung mereka ketika sebelum penetapan Paslon,” bebernya.

Yang menarik, Bawaslu ketika menemukan kasus pelanggaran Pilkada di Kabupaten Tala. Kasusnya adalah perusakan APK dua kandidat. Bawaslu tak bisa berbuat banyak terhadap perusak APK tersebut. Karena yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. “Kami tak bisa melakukan proses. Si perusak APK ternyata orang sakit jiwa, dan ada surat dari dokter yang menyatakan yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan,” terang Aries.

Aries berharap banyak, koleganya di tingkat kabupaten dan kota semakin aktif ketika melihat pelanggaran Pilkada. Disinggung apakah ada dugaan Panitia Pengawas di empat kabupaten yang menggelar Pilkada ada sikap tak netral. Aries dengan tegas menyatakan, hingga saat ini anak buahnya masih bekerja di jalur yang bagus, atau netral. “Sejauh ini kawan-kawan di daerah terlihat independen. Saya harap mereka tak ada keraguan dalam menyelesaikan dugaan pelanggaran,” harapnya. (mof/ay/ran/jpg/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:02

Bakal Kumpulkan Korban Persekusi

JAKARTA  —  Ahmad Dhani melakukan manuver dengan melaporkan dugaan persekusi terhadap…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:00

Lurah Sepaku Terbukti Langgar Kode Etik ASN

PENAJAM  -  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:59

Caleg Berkarya Diduga Gunakan Seragam Polisi

 JAKARTA  - Calon legislatif (caleg) diduga menggunakan seragam polri saat berkampanye. Belakangan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:59

Bawaslu Periksa Lalu Winengan

MATARAM  -  Pertemuan Barisan Kiai Ma’ruf Amin yang dilakukan beberapa waktu lalu di…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:48

PKS Bersihkan Loyalis Anis Matta

JAKARTA   -  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merombak struktur kepengurusan di sejumlah DPW,…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:45

Aturan Bawaslu Dikangkangi Caleg

MATARAM  -  Pemasangan alat peraga kampanye (APK) sudah banyak dilakukan peserta pemilu. Tidak…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:11

MPR : Jangan Pilih Caleg Hamburkan Uang Saat Kampanye

KUTAI KARTANEGARA   -  Wakil Ketua MPR, Mahyudin, menyebut biaya politik yang besar saat kampanye…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:09

Rindu Swasembada Pangan Era Pak Harto

 JAKARTA  -  Sebagian masyarakat ada yang rindu sosok Presiden ke-2 Indonesia H Muhammad…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Lima Mantan Koruptor Segera Masuk Daftar Caleg DPD

JAKARTA   - Bawaslu mendesak KPU agar kembali memasukan lima orang mantan narapidana korupsi ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:08

Bamsoet Sebut Sistem Politik Indonesia Miliki Kekhasan

JAKARTA  -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai sistem politik di Indonesia mempunyai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .